Thursday , 25 May 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Peneliti Berhasil Menciptakan Tanaman Bercahaya

Peneliti Berhasil Menciptakan Tanaman Bercahaya

Peneliti Berhasil Menciptakan Tanaman Bercahaya

Peneliti Berhasil Menciptakan Tanaman Bercahaya

Peneliti Berhasil Menciptakan Tanaman Bercahaya

Peneliti Berhasil Menciptakan Tanaman Bercahaya – Di alam ini, terdapat banyak organisme yang dapat memancarkan cahaya dingin yang bersifat tidak panas seperti api. Salah satu contoh makhluk hidup ini seperti kunang-kunang, ubur-ubur, beberapa jenis ulat, cacing, dll. Tetapi, penelitian dari ahli Biologi Molekular, Alexander Krichevsky telah menemukan penemuan baru yang unik dan menarik yaitu dapat menghasilkan tanaman yang dapat memancarkan cahaya dari generasi ke generasi. Tanaman ini dihasilkan melalui rekayasa genetika yang sangat rumit yaitu dengan menggunakan teknik transplastomic. Penemuan ini sudah dipublikasikan di Plos One pada tahun 2010 yang kemudian Krichevsky sendiri mendirikan sebuah perusahaan bernama Bioglow bersama koleganya Tal Eidelberg.

Tanaman bercahaya ini mekanisme biokimianya hampir mirip dengan hewan, bakteri atau makhluk hidup berpijar lainnya yang berada di alam yaitu berasal dari dalam selnya sendiri. Teknik yang digunakan oleh Krichevsky dalam penelitian tersebut dilakukan dengan mengambil gen bakteri bercahaya, Photobacterium leiognathi yang disambung dengan genom (DNA) kloroplas tumbuhan  Nicotiana tabacum, yaitu tanaman sejenis tembakau. Hasil dari gabungan gen atau rekayasa genetika ini dapat menghasilkan tanaman tembakau pembawa gen bercahaya dari bakteri sehingga tanaman ini dapat mengeluarkan cahaya.

Penemuan awal ini dapat membuka peluang untuk menemukan dan menciptakan tanaman lain yang bercahaya. Tanaman bercahaya ini dinamakan sebagai “Starlight Avatar” atau dalam dunia bioteknologi dinamakan “bioglow”. Tanaman tersebut dapat menciptakan suasana yang sangat indah seperti di dalam film Avatar. Dari penelitian yang dilakukan oleh Krichevsky, selanjutnya akan diadakan penelitian lanjutan agar cahaya yang dihasilkan tanaman bercahaya lebih terang dan dapat menghiasi taman bahkan jalan-jalan sehingga tidak memerlukan cahaya listrik. Hal ini dapat dijadikan visi dan misi dari peneliti dalam meminimalisir sumber daya alam (SDA) terutama dalam penghematan energy listrik di masa depan hingga turun-temurun.

Selain melakukan penelitian terhadap tanaman, ternyata ada juga penelitian lain yang melakukan penelitian tersebut kepada hewan. Hewan yang bercahaya di malam hari seperti kunang-kunang juga dikendalikan oleh gen yang ada di dalam sel itu sendiri. Jika gen tersebut disambungkan dengan gen binatang lain, maka dapat diciptakan hewan yang mengeluarkan cahaya. Para peneliti yang melakukan penelitian ini berasal dari universitas agrikultur di provinsi Guangdong, China. Mereka melakukan rekayasa genetika dengan menyambungkan DNA atau gen ubur-ubur pada embrio babi sehingga terciptalah babi yang mengeluarkan cahaya. Penemuan di China ini bukan yang pertama kalinya, tetapi peneliti lain dari Hawaii dan Turki juga telah menciptakan kelinci dan domba yang dapat menyala dalam kegelapan. Mungkin, di Indonesia sendiri bisa melakukan penelitian semacam ini jika peneliti mau mengembangkannya

About eka kurniawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates