Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Reaksi Otak Berubah Ketika Anda Memencet Jerawat

Reaksi Otak Berubah Ketika Anda Memencet Jerawat

Reaksi Otak Berubah Ketika Anda Memencet Jerawat

Reaksi Otak Berubah Ketika Anda Memencet Jerawat

Reaksi Otak Berubah Ketika Anda Memencet Jerawat

Reaksi Otak Berubah Ketika Anda Memencet Jerawat – Jerawat yang timbul di bagian wajah dapat menimbulkan rasa gemas ketika melihatnya. Rasa gemas ini kemudian akan berlanjut menjadi keinginan untuk memencet jerawat agar hilang. Padahal hal tersebut justru malahan akan memperburuk kondisi jerawat itu sendiri.

Memencet jerawat mungkin membuat sebagian orang merasa geli. Tapi tak sedikit orang justru merasa senang dan terobsesi terhadap perilaku ini. Karena keluarnya komedo di jerawat membuat sebagian orang tersebut jadi merasa senang dan jerawat tersebut akan kempes. Saking senangnya atau entah itu dinamakan senang atau tega sekali dengan wajahnya. Dia dapat memencet jerawat sampai mengeluarkan darah.

Ada juga kasus lain yang orang suka menusuk-nusuk jerawatnya dengan jarum pentul hingga mengeluarkan komedo, berair, dan sampe mengeluarkan darah juga. Tega sekali dengan wajah anda sendiri kalau ada yang melakukan hal ini.

Padahal hal-hal tersebut dapat menimbulkan luka yang menyebabkan wajah anda terdapat bintik hitam.
Melansir Huffington Post, Rabu (26/4/2017) ternyata ada hubungan yang menarik antara kinerja otak pada saat Anda memencet jerawat.

Obsesi memencet jerawat ini ternyata disebut acnephilia. Mereka akan mengalami kepuasan tersendiri dan merasa bahagia setelah memencet jerawatnya.
“Saat kita memencet jerawat, aktivitas otak melepaskan senyawa dopamin (hormon yang sering dikaitkan dengan perasaan nyaman),” ujar Heather Berlin, PhD, Neuroscientist dari Icahn School of Medicine.
Selain itu, perilaku ini juga melepaskan senyawa endorfin atau senyawa yang memicu perasaaan senang dan menurunkan rasa sakit. Dr. Berlin juga mengatakan, memencet jerawat, komedo dan sebagainya juga memberikan efek menenangkan.

Meskipun mempunyai efek baik untuk pikiran, tetap saja perilaku ini dapat berpotensi menimbulkan masalah lain pada kulit. “Kondisi paling parah yang dapat terjadi ialah menimbulkan luka terbuka yang rentan infeksi,” ungkap Joshua Zeicher, MD dari Cosmetic and Clinical Research Dermatology Mount Sinai Hospital.

Menurut Zeicher, dengan mencoba memencet jerawat, hal lain yang dapat terjadi ialah terjadi peradangan sehingga menimbulkan rasa sakit. Selain itu, hal ini justru menekan kotoran lebih dalam dan menyebabkan kerusakan pada kulit.

Bahkan memencet jerawat akan menyebabkan kulit berlubang alias muka anda akan bopeng-bopeng dan pori-pori akan semakin membesar.

Menurut dr Gloria, kebiasaan ini muncul karena biasanya orang tersebut sudah tidak sabar ingin segera ‘menghilangkan’ jerawat yang ada di wajahnya. Hal tersebut dapat disebabkan karena efek dengan adanya jerawat tersebut ia menjadi tidak percaya diri dan malu.
“Sebenarnya jerawat bisa sembuh sendiri, yang penting tidak disentuh-sentuh apalagi ditekan dengan tangan yang belum tentu terjaga kebersihannya dan bebas dari kuman. Bahkan, selain karena faktor kebersihan, tekanan yang diberikan ketika memencet jerawat dapat akan merangsang jerawat untuk menjadi semakin radang,” kata dr Gloria.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut?

Dr. Berlin menyarankan memakai plester khusus jerawat atau memakai krim untuk jerawat.

Jika Anda tetap ingin memencet jerawat, Anda bisa menahannya dengan bermain pembungkus gelembung. Anda dapat menonton tayangan video memencet je rawat gunamemberikan perasaan yang sama walaupun Anda tidak melakukannya. (Aida Tifani).

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates