Tuesday , 23 May 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Untuk Apa Pertahankan Pria yang Kasar?

Untuk Apa Pertahankan Pria yang Kasar?

Untuk Apa Pertahankan Pria yang Kasar?

Untuk Apa Pertahankan Pria yang Kasar?

Untuk Apa Pertahankan Pria yang Kasar?

Untuk Apa Pertahankan Pria yang Kasar? – Kekerasan bukan hanya ada di dalam sebuah rumah tangga melaikan ada juga kekerasan ketika anda masih berpacaran. Meski bukan sesuatu yang diekspose namun situasi seperti ini memang ada dalam kenyataan. Hingga ada pernyataan yang mengatakan, “masih pacaran saja sudah berani main tangan (pukul), bagaimana nanti kalau sudah menikah…?” Saya juga heran, kenapa kekerasan dalam sebuah hubungan yang belum sah harus terjadi. Dan yang sangat disayangkan ialah si korban yang sering terkena bentakan, amarah sampai tamparan dan pukulan. Gak habis pikir kenapa masih ada aja perempuan yang mau mempertahankan pasangan kasar seperti itu.

Ada beberapa kasus yang menyangkut hal ini di dalam kehidupan kita atau yang terjadi pada teman kita. Ada yang hanya terlihat namun tak mau cerita, ada juga yang kisahnya terdengar bercampur isak tangis dan wajah yang murung. Dulu pas masih menjadi seorang mahasiswa ada yang membentak pacarnya di hadapan kami, sungguh teganya. Padahal si pacar tampak tidak garang, malah terkesan baik dan penurut. Namun perlakuan si cowok kurang elok.

Padahal si cewek juga sering menawarkan si cowok makan, tapi karena makanannya tidak enak langsung dibuang. Benar-benar gak tau berterima kasih. Awalnya kami heran dan berprasangka buruk karena peristiwa tersebut selalu berulang. Kami akhirnya mengatakan dan berifkir bahwa suatu kebodohan seorang wanita berpendidikan mau hidup dalam hubungan dengan pria yang belum jelas nantinya akhirnya akan seperti apa yang ternyata sudah bersikap kasar pada dirinya. Hingga akhirnya terdengarlah kabar kurang mengenakkan. Mereka nikah (tidak sah) karena telah telat lima bulan. Dan praduga tersebut sepertinya menjadi kenyataan.

Dalam kasus ini ternyata si wanita tetap bertahan karena telah dirusak oleh si pria. Apakah memang semua wanita yang punya kasus seperti itu? Begitu mempertahan suatu hubungan yang membabi buta tanpa dasar pemikiran yang logis. Betapa tidak, sudahlah kasih perhatian yang khusus buat cowoknya, terkadang juga harus keluarin kocek buat si dia namun ternyata juga harus menanggung caci maki, bentak, bahkan main tangan. Weleh..weleh…kadang sepertinya kata-kata “cinta tak ada logika” membenarkan sikap seperti itu.

Bahkan dibelain pula sama si cewek dengan bilang, “sebenarnya hatinya baik meski agak kasar”. Salutt. Jujur saja saya mempunyai beberapa teman yang sering merugikan si cewek. Beberapa diantara mereka ada yang kasar, ada yang suka manfaatin doank, bahkan ada yang Cuma punya misi “merusak” doank. Dan kesalnya mereka selalu saja mendapatkan wanita yang hanya untuk menjadi bahan pelampiasan mereka.

Anehnya selalu saja pasangan mereka mau bertahan. Selalu kasih nasehat kepada teman dan adik cewek supaya menghindar dari tipikal pria kasar, parasit dan perusak seperti di atas. Jika itu pria terhormat dan berkarakter baik, tentu caranya memperlakukan wanitanya juga baik, tanpa motivasi yang neko-neko atau merugikan si wanita.
Jika memang rasa itu tulus dan jelas, tentu pria itu berani berjuang, lemah lembut, sopan dan terus terang dalam menjalani hubungan. Sebaiknya telusuri latarbelakangnya, atau minta tanggapan dari saudara laki-laki atau bapak di rumah. Karena penilaian mereka biasanya tak pernah salah.

Secara logika, mana mungkin ada seorang abang atau bapak yang sembarangan mengijinkan adik/puterinya jalan dengan pria yang dirasanya kurang elok dan kurang baik karakternya. Tapi yang dominan terjadi adalah backstreet. Saudara dan orang tua yang tidak pernah tahu adik/puterinya menjalin hubungan dengan siapa. Sementara tindak kriminal sekarang ini semakin kontras.

Coba lihat pemberitaan, hanya gara-gara cemburu si pacar rela menganiaya, bahkan menghabisi nyawa pacarnya sendiri. tentu jangan sampai hal itu terjadi. Memang remaja putri/gadis di jaman ini terlalu berani dan bebas dalam bergaul. Entah terlalu dungu atau polos, mau menjalani sebuah hubungan tanpa dasar yang jelas dan kuat. Hanya dengan mengucapkan, “aku sayang kamu, mau tidak jadi pacarku?”, atau “kita jadian yuk..”, kata-kata seperti itu langsung membuatmu mau dibawa kemana-mana. Seperti terhipnotis.

Jika boleh menyarankan, apabila sudah tak sanggup menanti sampai konseling pra nikah, sanggupnya hanya pacaran, ya kalau ada yang suka langsung aja cerita sama orang tua, kenalkan langsung, bawa ke rumah dan dengar penilaian mereka. Toh itu semua hanya perkenalan pertama. Jika memang tidak baik untuk kamu (para wanita) kenapa harus dipertahankan??? Masih banyak ikan di laut.

Jangan pernah takut kamu tidak akan mendapatkan pria yang baik, karena wanita baik biasanya untuk pria yang baik. Pria-pria sejati seperti kami (ehemmm) belum punah kok. Dan Tuhan tentunya tidak kehabisan stok buat kasih jodoh yang terbaik. So jangan termakan doktrin, “cowok semakin punah, bandingnya aja ke cewek 1:5” sampai-sampai mau ngelakuin apa aja buat dapetin dan pertahanin cowok tersebut. Pikir matang dulu. So, mantapkan langkah, berdoa, gali potensi dan karakter yang baik, maka yakinlah semuanya itu akan mengikuti apa yang menjadi sebuah kerinduan hati.

Waspadailah pria-pria kasar, penghisap dan perusak…
Mereka sangat-sangat merugikan.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates