Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Penyebab dan Gejala Penyakit Asbetosis

Seputar Penyebab dan Gejala Penyakit Asbetosis

Seputar Penyebab dan Gejala Penyakit Asbetosis

Seputar Penyebab dan Gejala Penyakit Asbetosis

Seputar Penyebab dan Gejala Penyakit Asbetosis

Seputar Penyebab dan Gejala Penyakit Asbetosis – Asbestosis merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi pada saluran pernafasan sebagai akibat menghirup serat – serat asbes, dimana dalam paru – paru akan terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos dapat terdiri dari serat silikat mineral yang komposisi kimiawi akan berbeda. Apabila terhisap, maka serat asbes akan mengendap di dalam organ paru – paru, sehingga akan mengakibatkan parut. Menghirup asbes juga bisa mengakibatkan penebalan pleura atau selaput yang melapisi organ paru – paru.Menghirup serat asbes dapat mengakibatkan terbentuknya jaringan parut atau fibrosis di dalam organ paru – paru. Jaringan dalam paru – paru yang akan membentuk fibrosis tidak bisa mengembang serta mengempis sebagaimana mestinya. Adapun tingkat keparahan penyakit akan tergantung pada lamanya pemaparan serta jumlah serat yang sudah terhirup.

Pemaparan asbes juga dapat dijumpai di industri pertambangan serta di penggilingan, konstruksi serta industri yang lainnya. Pemaparan terhadap keluarga pekerja asbes juga dapat terjadi dari adanya partikel yang menempel atau terbawa ke rumah pada pakaian pekerja.

Adapun jenis penyakit – penyakit yang diakibatkan oleh asbes sebagai berikut:
1. Plak pleura (kalsifikasi).
2. Mesotelioma maligna.
3. Efusi pleura.

Mesotelioma dapat timbul dengan waktu 20 sampai 40 tahun sesudah pemaparan. Merokok sigaret akan mengakibatkan meningkatnya resiko untuk mengalami penyakit akibat asbes.  Gejala asbestosis dapat terjadi dengan bertahap serta baru timbul hanya sesudah terbentuk jaringan parut dengan jumlah yang cukup banyak serta organ paru – paru akan kehilangan elastisitasnya. Gejala awal yaitu penderita akan mengalami sesak nafas yang ringan serta berkurangnya terhadap kemampuan dalam melakukan gerakan badan. Sekitar 15% penderita asbetosis, dapat mengalami sesak nafas yang cukup berat serta akan mengalami kegagalan dalam pernafasan. Perokok berat dan bronkitis kronis serta asbestosis, dapat mengalami batuk – batuk serta bengek. Dengan menghirup serat asbes kadang – kadang bisa mengakibatkan terkumpulnya cairan di ruang antara ke dua selaput yang melapisi bagian organ paru – paru. Meskipun jarang terjadi, asbes juga dapat mengakibatkan tumor pada pleura yang dapat disebut dengan mesotelioma atau di selaput perut yang disebut dengan mesotelioma peritoneal. Kanker paru – paru dapat terjadi pada penderita penyakit asbestosis yang memiliki kebiasaan merokok, terutama pada mereka yang memiliki kebiasaan merokok lebih dari satu bungkus dalam satu hari.

Adapun gejala lainnya yang akan ditemukan, diantaranya:
1. Batuk.
2. Rasa sesak di dada.
3. Nyeri dada.
4. Kelainan kuku atau clubbing of fingers (bentuk jari-jari tangan yang menyerupai tabuh genderang).

Pada pemeriksaan fisik yang menggunakan stetoskop, dapat terdengar suara ronki
Agar dapat memperkuat diagnosis, biasanya dapat dilakukan pemeriksaan sebagai berikut:
1. Rontgen dada.
2. Tes fungsi paru-paru.
3. CT scan paru.

Pengobatan dilakukan agar dapat mengatasi gejala yang terjadi yaitu dengan membuang lendir atau dahak dari organ paru – paru yang melalui suatu tahapan perkusi dada, postural drainase, serta vibrasi. Dapat diberikan suatu obat semprot agar lendir dapat encer.  Asbestosis bisa dicegah yakni dengan mengurangi kadar serat serta debu asbes di tempat lingkungan kerja. Sebab industri yang menggunakan bahan asbes sudah melakukan kontrol ada debu. Agar dapat mengurangi resiko kanker paru – paru, maka para pekerja yang berkaitan dengan asbes, diharapkan untuk berhenti merokok.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates