Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Berikut Alasan, Mengapa Si Bayi Tidak Boleh Diberi Air Putih

Berikut Alasan, Mengapa Si Bayi Tidak Boleh Diberi Air Putih

Berikut Alasan, Mengapa Si Bayi  Tidak Boleh Diberi Air Putih

Berikut Alasan, Mengapa Si Bayi Tidak Boleh Diberi Air Putih

Berikut Alasan, Mengapa Si Bayi Tidak Boleh Diberi Air Putih

Berikut Alasan, Mengapa Si Bayi  Tidak Boleh Diberi Air Putih – Lembaga Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO), merekomendasikan bayi untuk diberi asupan ASI eksklusif selama minimum enam bulan pertama setelah dilahirkan. ASI eksklusif berarti bayi hanya diberikan ASI,dan  tidak perlu mengonsumsi makanan atau minuman tambahan lain. Apabila keadaan Bunda atau bayi tidak memungkinkan untuk pemberian ASI eksklusif, sebaiknya diberikan susu formula. Pemberian air putih pada bayi di bawah enam bulan hanya akan dapat mengundang risiko kesehatan seperti berikut ini.

1. Resiko Gizi Buruk pada Bayi
Apabila bayi yang disusui dengan ASI ekslusif mengkonsumsi air putih, si bayi dapat berhenti menyusu sebelum waktunya dan hal ini dapat mengakibatkan kekurangan gizi. Bunda pun juga akan terkena imbasnya, yaitu jumlah air susu mulai berkurang. Terkait dengan kandungan ASI sendiri, tetesan-tetesan yang keluar pertama tiap kali bayi menyusu, mengandung lebih dari 80 persen air. Maka dari itu, ASI saja sudah cukup untuk menghidrasi bayi. Setiap kali bayi lapar atau haus, segeralah berikan ASI. Selain dapat menghilangkan rasa haus, ASI juga dapat membantu dalam melindungi si bayi dari infeksi serta membantu bayi tumbuh dan berkembang.

Sedangkan, memberikan air putih pada bayi yang sedang disusui menggunakan susu formula juga tidak dianjurkan. Ikutilah tata cara pembuatan susu formula untuk bayi, jangan sampai mencoba menambahkan air melebihi batas jumlah yang disarankan. Memberi susu formula yang encer dan terlalu banyak air sama saja dengan memberikan bayi nutrisi yang sedikit dari yang dia butuhkan.

Selain itu, pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan yang mengonsumsi ASI atau susu formula, pemberian air hanya kan mengganggu kemampuan tubuh si bayi untuk menyerap nutrisi dari susu dan bisa menyebabkan perut keinginan makannya berkurang.

2. Resiko Terjangkit Diare
Memberi air putih pada bayi dapat mangakibatkan terkena infeksi karena air bisa saja tidak steril, sehingga si bayi mengalami diare. Apabila si bayi mengonsumsi susu formula, Bunda disarankan untuk menggunakan air yang sudah direbus sampai matang dengan suhu minimal 70°C, setalah itu, dinginkan sebelum disajikan pada bayi.

Selain itu, apabila Bunda memakai air kemasan,  sebaiknya perhatikan kandungan mineralnya karena bisa saja mengandung banyak garam atau natrium maupun sulfat. Periksa label yang ada pada kemasan air dan pastikan kadar natrium atau biasa ditulis Na tidak lebih dari 200 mg per liter serta kadar sulfat atau biasa ditulis SO atau SO4 kurang dari 250 mg per liter.

3. Risiko keracunan air
Susu formula yang encer dapat mengundang resiko keracunan air pada si bayi. Kasus ini jarang terjadi, namun meminumkan terlalu banyak air putih dapat menyebabkan bayi keracunan air atau intoksifikasi, dimana kondisi ketika kadar garam dalam darah turun drastis ke level yang rendah sehingga dapat mengganggu keseimbangan elektrolit. Gejala dari keracunan air dapat berupa pembengkakan tubuh, pusing, mual, muntah, serta diare. Selain itu, Keracunan air dapat membuat bayi kejang dan bahkan koma.

4. Kapan Bayi Boleh Meminum Air Putih?
Pada saat keadaan berikut membolehkan bayi untuk minum air yaitu ketika cuaca panas, Bunda dapat memberikan tambahan air saat membuat susu formula untuk bayi yang mengonsumsi susu formula.

Apabila bayi mengalami flu perut atau disebut gastroenteritis, dokter biasanya menganjurkan untuk memberikan minuman elektrolit pada bayi yang bertujuan untuk membantu mencegah terjadinya dehidrasi. Pada saat bayi sudah berusia enam bulan, baru boleh diberi air putih saat haus, tetapi jangan berlebihan. Selanjutnya saat berusia satu tahun, ketika sudah mengonsumsi makanan padat, bayi boleh diberi air putih sebanyak yang dia mau.

Dengan demikian, tidak semua minuman cocok bagi bayi dan anak-anak, terutama bagi yang berusia di bawah 6 bulan. Selain air putih, teh, dan kopi juga tidak disarankan untuk diberikan pada bayi. Teh dan kopi bisa mengurangi penyerapan zat besi.

About Pradini Anjar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates