Sunday , 22 October 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Berikut Tips Agar Terhindar Dari Ayam Tiren

Berikut Tips Agar Terhindar Dari Ayam Tiren

Berikut Tips Agar Terhindar Dari Ayam Tiren

Berikut Tips Agar Terhindar Dari Ayam Tiren

Berikut Tips Agar Terhindar Dari Ayam Tiren

Berikut Tips Agar Terhindar Dari Ayam Tiren – Daging merupakan makanan yang cukup digemari untuk dikonsumsi karena sangat banyak mengandung protein yang diperlukan tubuh, seperti daging ayam. Daging ayam memang berbeda dengan daging sapi dimana daging ayam  memiliki daging yang sangat lembut dan memiliki serat yang halus dan tidak terlalu tebal. Masyarakat biasanya pada hari-hari besar seperti menjelang puasa, lebaran atau natal seringkali lebih banyak mengkonsumsi daging. Pada saat kebutuhan daging meningkat, masyarakat sering dikhawatirkan dengan peredaran daging ayam tiren atau mati kemaren.

Tidak jarang stok daging ayam yang ada di dalam pasar justru berkurang atau harga mengalami kenaikan harga yang tinggi. Mungkin harga pasar yang terkadang naik membuat para pengusaha makanan kebingungan sehingga mencari jalan alternatif untuk menjual barang dagangannya. Oleh sebab itu, banyak penjual nakal yang menjual daging ayam tirennya di dalam pasar-pasar tradisional demi mendapatkan banyak keuntungan tanpa memperhatikan akibat kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh ayam tiren.

Apabila mengkonsumsi daging ayam tiren. Daging ayam yang tidak dibekukan segera sesudah dipotong maka akan segera menurun kualitasnya dan kesegaran daging tersebut, yang ditandai dengan warna kulit dari daging ayam itu yang mulai memucat serta akan berbau  tidak segar dimana menandakan ayam itu sudah tidak segar lagi atau ayam tiren.

Penjual tak jarang mengakali hal tersebut dengan memberikan pewarna kuning demi mengelabui pembeli agar daging ayam tersebut masih tampak segar. Proses yang paling parah sering kali diakali dengan menggunakan formalin untuk mengawetkan daging sehingga ayam kelihatannya masih segar dan tidak lembek.

Demi membuat daging ayam tiren, daging ayam yang rusak agar dapat terlihat segar kembali diberi tawas dan pemutih sehingga tampak segar dan menarik. Ayam yang sudah mati tersebut bulunya dicabuti dan sesegera mungkin untuk dicuci bersih sehingga tidak nampak bahwa itu adalah ayam mati. Berikutnya, ayam-ayam itu dijual ke dalam pasar-pasar tradisional kecil dengan harga sesuai di pasaran bahkan bisa miring harganya dibandingkan dengan yang masih segar.

Penjualan ayam yang tidak layak konsumsi  ini tidak hanya berhenti sampai dengan menjual sebagai ayam segar. Daging ayam  tiren ini justru dibuat daging olahan, dengan menggunakan bumbu giling dan pewarna pakaian, agar lebih cepat masak obat sakit kepala dicampurkan dalam olahan daging tersebut. Berbagai cara pun ditempuh oleh para pedagang ini.

Apabila masalah bau bisa diatasi dengan menggunakan campuran kunyit yang direbus. Berikut ini tips agar tidak tertipu pada saat membeli daging ayam tiren, maka anda perlu untuk mengetahui ciri-ciri dan bagaimana cara agar mengetahui serta dapat membedakan daging ayam tiren dengan daging ayam yang sehat

1. Daging ayam tiren

  1. Daging ayamnya cenderung berwarna kebiru-biruan, pucat. Sedangkan, pada ayam potong yang masih segar tidak akan ditemukan warna kebiru-kebiruan pada dagingnya serta masih halus serat dagingnya dan tidak adanya lemak pada serat tersebut;
  2. Organ pada ayam tiren akan menciut dan mengecil;
  3. Memiliki Harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran. Daging ayam tiren sangat murah berbanding terbalik dengan ayam segar.

2. Ayam Suntik
Ayam suntik merupakan ayam yang disuntik dengan tambahan air pada bagian dada, paha, dan punggung ayam, sehingga ayam yang awalnya kecil akan terlihat besar badannya. Ciri-cirinya adalah:

  1. apabila digantungkan atau diangkat, daging ayam akan meneteskan banyak air. Namun, apabila diletakkan, ayam akan tampak basah dengan air yang menggenang;
  2. Kulit ayam kelihatan mengkilap dan tidak kesat
  3. Dagingnya akan terasa tidak lembek dan agak kencang saat dipegang dan ditekan;
  4. Daging ayam suntik akan mengeluarkan banyak air dan menyusut pada saat dimasak

3. Ayam Berformalin
Formalin adalah bahan pengawet berbahaya dan tidak boleh sembarang digunakan dalam bahan makanan. Nmun, sayangnya, kebanyakan pedagang menggunakan bahan kimia ini dalam mengawetkan dagangannya agar dagangannya tidak mudah busuk. Ayam berformalin dapat diketahui dari ciri-ciri berikut ini:

  1. Dagingnya berwarna putih mengkilat dan sangat kenyal;
  2. Ayam memiliki bau obat menyerupai khas formalin;
  3. Daging ayamnya tidak dihinggapi lalat

Dengan demikian, jadilah konsumen cerdas yang selalu berhati hati dalam memilih dan membeli daging ayam segar serta jangan mudah terpengaruh harga yang murah karena konsekuensinya adalah kesehatan anda. Sekian, semoga bermanfaat.

About Pradini33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates