Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Jenis dan Fungsi Hormon Reproduksi

Ketahui Jenis dan Fungsi Hormon Reproduksi

Ketahui Jenis dan Fungsi Hormon Reproduksi

Ketahui Jenis dan Fungsi Hormon Reproduksi

Ketahui Jenis dan Fungsi Hormon Reproduksi

Ketahui Jenis dan Fungsi Hormon Reproduksi – Hormon merupakan suatu zat kimia yang dapat membantu dalam membawa sinyal dari 1 sel ke sel yang lainnya. Berbagai kelenjar dalam hormon dapat mensekresi tubuh, yang akan memainkan peranan penting untuk menjaga kesehatan dari keseluruhan pada individu. Walaupun jenis kelamin suatu organisme sudah bisa ditentukan ketika fertilisasi, akan tetapi alat – alat reproduksi baru dapat terbentuk sesudah mencapai usia 2 bulan dari suatu proses kehamilan. Proses pematangan terhadap fungsi alat – alat kelamin baru akan terjadi ketika masa pubertas.

Masa pubertas, merupakan masa suatu gonad atau kelenjar kelamin yang mulai bisa menghasilkan suatu sel – sel kelamin yang matang atau gamet, yang dikenal dengan spermatozoa pada pria serta ovum pada wanita. Pria akan mengalami masa pubertas di usia 14 sampai 16 tahun, sedangkan pada wanita akan mengalami masa pubertas yang lebih awal, yakni di usia 11 sampai 14 tahun.

Masa pubertas dapat ditandai dengan terlihatnya ciri – ciri kelamin sekunder yang sudah mulai tampak. Ciri – ciri kelamin sekunder yang akan terjadi pada pria, yakni tumbuhnya bidang dada, terjadinya perubahan suara, mulai tumbuhnya jenggot, kumis, jambang, ataupun rambut – rambut di sekitar alat kelamin, sedangkan yang terdapat pada wanita yaitu dapat ditandai dengan suara yang tinggi, halus atau, pembesaran pinggul, terbentuknya payudara, serta tumbuhnya rambut di area alat kelamin. Pada pria tanda pubertas akan terlihat dengan keluarnya cairan berupa sperma yang pertama kalinya, sedangkan pada seorang wanita tanda pubertas dapat ditandai dengan akan mengalami menstruasi yang pertama kalinya.

Tanda-tanda pubertas ini sangat dipengaruhi oleh suatu hormon – hormon kelamin tertentu. Adapun hormon – hormon kelamin yang akan berperan terhadap perkembangan pada organ – organ kelamin, diantaranya:

1. FSH atau Follicle Stimulating Hormone, yakni hormon yang dapat dihasilkan dari kelenjar hipofisis. Hormon FSH tersebut berguna untuk proses pembentukan serta untuk pematangan spermatozoa yang dikenal dengan spermatogenesis serta ovum yang dikenal dengan oogenesis. Selain itu, FSH juga dapat merangsang produksi suatu hormon testoseron pada seorang pria serta hormon estrogen pada seorang wanita.

2. LH atau Luteinizing Hormone. Hormon tersebut dapat dihasilkan dari kelenjar hipofisis. Hormon LH ini bisa merangsang suatu proses pembentukan korpus luteum atau badan kuning dalam ovarium, sesudah terjadi proses ovulasi atau pelepasan sel telur.

3. Testoseron, yakni hormon yang dapat dihasilkan testis serta dapat berperan untuk spermatogenesis serta penampakan tanda – tanda kelamin sekunder pada pria.

4. Estrogen, yakni hormon yang dapat dihasilkan dari folikel graaf dalam ovarium. Hormon tersebut dapat berperan dalam oogenesis serta penampakan tanda -tanda kelamin sekunder pada seorang wanita. Selain itu, hormon estrogen ini juga dapat berperan dalam merangsang produksi LH serta dapat menghambat produksi FSH.

5. Progesteron, yakni hormon yang dapat dihasilkan dari korpus luteum atau badan kuning dalam ovarium. Yang berperan untuk proses pembentukan lapisan endometrium di dinding rahim agar dapat menerima ovum yang sudah dibuahi. Ketika terjadi kehamilan, maka progesteron akan bersama – sama dengan suatu hormon estrogen untuk menjaga supaya endometrium akan tetap mengalami pertumbuhan, dapat membentuk plasenta, dapat menahan supaya otot uterus tidak mengalami kontraksi, serta akan merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI.

6. Oksitosin, yakni suatu hormon dapat dihasilkan dari hipofisis. Dengan perannya yakni dalam proses kelahiran, agar dapat merangsang kontraksi di awal dari otot uterus.

7. Relaksin yakni hormon yang dapat dihasilkan dari plasenta, yang berperan dalam merangsang relaksasi ligamen pelvis saat proses kelahiran.

8. Laktogen, hormon ini dapat dihasilkan dari kelenjar hipofisis yang bersama – sama dengan hormon progesteron untuk merangsang pembentukan air susu.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates