Saturday , 23 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Dampak Kelebihan dan Kekurangan Hormon Estrogen

Seputar Dampak Kelebihan dan Kekurangan Hormon Estrogen

Seputar Dampak Kelebihan dan Kekurangan Hormon Estrogen

Seputar Dampak Kelebihan dan Kekurangan Hormon Estrogen

Seputar Dampak Kelebihan dan Kekurangan Hormon Estrogen

Seputar Dampak Kelebihan dan Kekurangan Hormon Estrogen – Hormon Estrogen merupakan suatu hormon yang penting dalam perkembangan seksual serta untuk reproduksi, terutama pada seorang wanita. Estrogen disebut dengan hormon seks pada seorang wanita. Pada wanita, estrogen dapat diproduksi oleh ovarium, akan tetapi juga dapat diproduksi oleh sel – sel lemak serta oleh kelenjar adrenal. Estrogen dapat berperan pada masa pubertas, dapat memainkan peran untuk pengembangan ciri – ciri ataupun karakterisitik seks yang sekunder, misalnya untuk pertumbuhan payudara, untuk rambut kemaluan serta pertumbuhan rambut ketiak.Estrogen dapat membantu untuk mengatur siklus menstruasi, dapat mengendalikan pada pertumbuhan lapisan rahim dengan selama awal siklus menstruasi. Apabila sel telur pada wanita tidak dibuahi, maka kadar estrogen dapat menurun tajam serta akan terjadi menstruasi. Akan tetapi, jika sel telur dibuahi, maka estrogen dapat bekerja bersama progesteron, agar dapat menghentikan ovulasi selama masa kehamilan sehingga tidak terjadi menstruasi.
Fungsi estrogen yang tidak kalah pentingnya yakni untuk mengontrol laktasi serta perubahan lain terhadap payudara, termasuk pada masa remaja serta masa kehamilan. Pada masa kehamilan, plasenta akan memproduksi estrogen, terutama hormon estriol. Estrogen dapat berperan untuk membentuk tulang, bekerja bersama vitamin D, kalsium serta bersama hormon yang lainnya agar dapat dengan efektif memecah serta dapat membangun kembali tulang yang sesuai dengan proses alami tubuh. Pada saat kadar estrogen mengalami penurunan di usia pertengahan, maka proses untuk membangun kembali tulang akan menjadi melambat, sehingga wanita yang sudah memasuki masa menopause pada akhirnya menyebabkan tulangnya akan lebih cepat keropos.

Estrogen juga dapat berperan untuk pembekuan darah, dapat menjaga kekuatan serta ketebalan dinding vagina dan juga menjaga lapisan uretra, untuk pelumasan vagina serta untuk sejumlah fungsi tubuh yang lainnya. Fungsi estrogen yang lainnya yakni mempengaruhi kulit, selaput lendir, rambut, serta otot – otot panggul. Hormon estrogen juga akan mempengaruhi otak, hasil penelitian juga menjelaskan bahwa dengan kadar estrogen yang rendah serta yang berlangsung lama hal tersebut terkait dengan suasana hati yang kurang baik.

1. Kelebihan Hormon Estrogen
Estrogen berlebih yang ada dalam tubuh bisa mengakibatkan segudang gejala serta efek yang tidak menyenangkan, berikut diantaranya:
a. Kaki kram
b. Payudara nyeri
c. Peningkatan berat badan
d. Fibroid rahim
e. Mual dan muntah
f. Penurunan gairah seksual
g. Menstruasi yang tidak teratur
2. Kekurangan Hormon Estrogen
Tanda dan gejala akibat kekurangan hormon estrogen bisa bervariasi serta akan tergantung pada seberapa berat rendahnya jumlah estrogen pada seorang wanita, berikut diantaranya:
a. Kelelahan ekstrim di siang hari,
b. Ketidakmampuan untuk fokus,
c. Gangguan tidur ini akibat jantung berdebar-debar,
d. Hot flashes,
e. Berkeringat di malam hari, dan
f. Menggigil dingin.
g. Nyeri sendi ,
h. Sakit kepala,
i. Kulit kering dan
j. Vagina mengering,
k. Tulang menjadi rapuh dan mudah patah,
l. Meingkatnya resiko infeki kandung kemih.
Setiap kombinasi dari gejala akibat estrogen rendah ini bisa mengakibatkan depresi berat.

Terapi Hormon Estrogen dapat menggunakan pil KB (yang bersama dengan hormon progestin). Estrogen dapat membantu menghentikan ovulasi pada masa kehamilan, serta pil KB akan meniru efek tersebut dengan mengatur kadar estrogen sehingga dapat mencegah ovulasi, maka bisa mencegah kehamilan.

Penggantian hormon dibutuhkan dengan pengobatan agar dapat mengurangi gejala menopause, dapat menggunakan sediaan estrogen yang tunggal ataupun dengan dikombinasi bersama progestin. Selama bertahun – tahun, dengan terapi hormon seperti hal tersebut dapat digunakan agar dapat mengobati masalah kondisi menopause misalnya hot flashes serta atrofi vagina (pengeringan, penipisan, serta peradangan dinding vagina akibat penurunan estrogen).

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates