Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Infeksi Akibat Cakaran Atau Gigitan Kucing

Seputar Infeksi Akibat Cakaran Atau Gigitan Kucing

Seputar Infeksi Akibat Cakaran Atau Gigitan Kucing

Seputar Infeksi Akibat Cakaran Atau Gigitan Kucing

Seputar Infeksi Akibat Cakaran Atau Gigitan Kucing

Seputar Infeksi Akibat Cakaran Atau Gigitan Kucing – Infeksi yang diakibatkan oleh cakaran ataupun gigitan kucing adalah infeksi bakteri yang bisa mengakibatkan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Bakteri dengan jenis bartonella henselae, merupakan jenis bakteri yang mengakibatkan penyakit ini, yang dapat hidup di dalam ludah kucing yang sudah terinfeksi, akan tetapi bakteri ini tidak akan membuat hewan menjadi sakit, bahkan pada kucing ataupun anak kucing bisa membawa bakteri di dalam tubuhnya dengan selama berbulan- bulan.Bakteri ini dapat menyebar dari satu kucing ke kucing lain yang melalui kutu, akan tetapi belum ada bukti yang menyatakan bahwa kutu bisa menyebarkan bakteri ini ke manusia. Manusia bisa terinfeksi bakteri ini dengan melalui cakaran ataupun gigitan kucing. Ketika kucing menjilati cakar – cakar terhadap kakinya, maka bakteri ini dapat menempel di cakarnya. Begitu pula ketika kucing menjilat terhadap bulu – bulunya maka bakteri bisa menempel di bulu kucing.

Gejala dan Tanda
Lepuhan ataupun benjolan yang berukuran kecil biasanya akan muncul 3 sampai 10 hari semenjak terkena cakaran ataupun terkena gigitan kucing. Meskipun luka bekas cakaran ataupun bekas gigitan kucing ini tidaklah besar, namun lepuhan ataupun benjolan tersebut adalah tempat dimana bakteri akan masuk ke dalam tubuh.

Dalam 1 sampai 4 minggu, satu ataupun lebih kelenjar getah bening yang dekat dengan tempat dimana bakteri akan masuk ke dalam tubuh dapat membengkak. Mislaya jika bakteri masuk dengan melalui luka di lengan, sehingga kelenjar getah bening pada siku ataupun ketiak dapat membengkak.

Pembengkakan akan sering muncul pada daerah ketiak ataupun pada leher, walaupun luka tempat bakteri masuk akan terjadi di kaki. Bengkak bisa berukuran 1 sampai 5 cm serta bisa dikelilingi dengan pembengkakan yang ukurannya lebih besar pada bawah kulit. Bengkak dapat menjadi hangat serta berwarna merah, dan juga kadang – kadang bisa mengeluarkan nanah. Pada kelenjar getah bening yang mengalami bengkak dapat menghilang 2 sampai 4 bulan, walaupun kadang – kadang bisa lebih lama. Agar dapat meringankan rasa sakit, maka lakukan kompres di bagian yang bengkak menggunakan air hangat, atau bisa diberikan dengan obat asetaminofen ataupun ibuprofen.

Kebanyakan anak – anak yang mengalami infeksi, pembengkakan pada kelenjar getah bening merupakan gejala utama dari kondisi penyakit ini serta biasanya tidak akan parah. Gejala umum yang lainnya yaitu turunnya nafsu makan, demam, kelelahan, sakit kepala, mengalami ruam, sakit tenggorokan, serta nyeri tubuh dengan keseluruhan.
Kasus yang sangat jarang bisa terjadi yakni infeksi pada organ hati, tulang, limpa, sendi, organ paru – paru, serta demam tinggi yang berkepanjangan tanpa ada gejala lain . Infeksi terhadap mata juga bisa terjadi, dengan gejala yaitu sakit pada konjungtiva atau membran yang dapat melapisi mata ataupun kelopak mata di bagian dalam, mata merah serta mengalami pembengkakan di kelenjar getah bening bagian depan telinga.

Apabila penggemar kucing, tidaklah harus khawatir. Beberapa uaya yang mudah serta sederhana bisa menghindari terjadinya terinfeksi bakteri tersebut, sebagai berikut:
1. Hindarilah kucing liar dengan demikian bisa mengurangi paparan dari sumber bakteri.

2. Agar dapat mengurangi resiko untuk terinfeksi dari kucing peliharaan, hindarilah seorang anak untuk bermain terlalu kasar bersama kucing dengan demikian mereka akan terhindar dari cakaran ataupun gigitan di waktu bermain.

3. Cucilah tangan sesudah memegang atau bermain bersama kucing.

4. Jika anak terkena cakaran, cucilah bagian yang luka dengan menggunakan sabun dan air.

5. Menjaga rumah serta kucing peliharaan supaya bebas dari kutu maka dapat mengurangi kemungkinan kucing mengalami terinfeksi dengan bakteri.

6. Jika kucing terinfeksi dengan bakteri, konsultasikan ke dokter hewan agar dapat mengatasi masalahnya.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates