Thursday , 21 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Penyakit Disfagia atau Kesulitan Menelan

Seputar Penyakit Disfagia atau Kesulitan Menelan

Seputar Penyakit Disfagia atau Kesulitan Menelan

Seputar Penyakit Disfagia atau Kesulitan Menelan

Seputar Penyakit Disfagia atau Kesulitan Menelan

Seputar Penyakit Disfagia atau Kesulitan Menelan – Apakah pembaca sebelumnya mendengar penyakit disfagia atau kesulitan dalam menelan.? Jika belum, berikut ulasan tentang penyakit disfagia. Kesulitan menelan atau istilah medisnya yang dikenal disfagia adalah kondisi dimana orang yang mengalaminya akan kesulitan dalam proses penyaluran minuman dan makanan dimulai dari mulut hingga lambung dengan membutuhkan waktu yang lebih lama dari keadaan wajar orang yang sehat.
Beberapa kasus, penderita disfagia tidak bisa makan ataupun minum, hal ini dikarenakan gejala rasa sakit yang muncul sudah sangat parah. Sehingga disfagia dapat menjadi ancaman serius bagi penderita dan mengganggu kesehatannya.
Tanda-tanda atau gejala dari disfagia selain kesulitan menelan dapat berupa, nyeri disaat menelan, makanan seakan tersangkut pada tenggorokan atau di dada, ketika makan dan minum tersedak atau batuk, terus menerus mengeluarkan air liur, berat badan mengalami penurunan, Muntah, mengalami sakit ulu hati, suara serak dan seseorang yang menderita seringkali memotong kecil-kecil makanannya ataupun menghindari suatu makanan.

1. Faktor atau Penyebab Disfagia
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang menderita disfagia, yaitu;
a. Menyempitnya esofagus (saluran makanan dari mulut ke lambung) karena beberapa kondisi atau terjadinya obstruksi pada kerongkongan, seperti kanker mulut dan tenggorokan, penyakit asam lambung, radang esofagus juga dapat dikarenakan sariawan atau TBC.
b. Faktor kedua adalah dikarenakan kondisi bawaan seperti cerebral palsy, bibir sumbing, dan gangguan belajar. c. Menderita penyakit akalasia dan scleroderma yang  dapat mengganggu kinerja dari otot-otot pendorong makanan dari kerongkongan hingga ke dalam lambung. Selain itu, faktor umur juga bisa memperlemah kemampuan otot dalam menelan.
d. Menderita penyakit parkinson, demensia, stroke dan tumor otak yang mana mampu merusak sistem saraf yang mengendalikan proses dalam menelan.
e. Menderita penyakit paru obstruktif kronik yang mampu mengganggu pernapasan.
f. Komplikasi pada bagian leher atau kepala akibat cedera.

2. Jenis-jenis Disfagia
Ada 2 Jenis disfagia yaitu:
a. Disfagia orofaringeal atau disebut disfagia tinggi, dimana masalah utamanya adalah di mulut dan atau tenggorokan. Hal ini dikarenakan adanya masalah neurologis, dimana ada kelainan saraf. Jenis ini adalah jenis yang sulit untuk diobati.
b. Disfagia esophageal (dysphagia rendah), penyebabnya adalah pada kerongkongan, yang biasanya dikarenakan beberapa hal seperti penyumbatan atau iritasi. Sehingga diperlukan prosedur pembedahan.

3. Pengobatan Pada Disfagia
Pengobatan pada disfagia harus diketahui penyebabnya agar proses pengobatan dapat berhasil dan tepat pada penanganannya. Selain itu, untuk memudahkan proses menelan makanan, kebanyakan dokter akan menyarankan penderita agar beralih dari makanan padat ke makanan cair dan memberikan obat-obatan.
Apabila disfagia dikarenakan nyeri ulu hati dan asam lambung, maka dokter biasanya akan memberikan obat-obatan yang dapat mencegah refluks atau yang dikenal aliran balik asam lambung ke dalam  esofagus. PPI (proton pump inhibitor) mampu meringankan gejala disfagia yang dikarenakan adanya penyempitan atau jaringan parut pada esophagus. Jika peradangan yang terjadi di dalam esofagus (esofagitis), maka biasanya akan dilakukan dengan memberikan obat kortikosteroid.
Jika faktor penyebab disfagia karena adanya sesuatu yang menghalangi esofagus, seperti dampak pembentukan jaringan parut atau terjadinya penyempitan pada saluran tersebut, maka metode endoskopi dapat diimplementasikan dengan tujuan menghilangkan objek yang menghalangi atau dapat dilakukan melalui cara memperbesar diameter saluran esofagus (dilatasi).
Jika terhalangnya esofagus dikarenakan oleh tumor, prosedur yang harus dilakukan adalah operasi. Operasi juga dapat dilakukan terhadap kasus disfagia yang dikarenakan oleh penyakit akalasia (kondisi yang menngakibatkann otot-otot di dalam esofagus menjadi sangat kaku). Pada kasus akalasia ini, dokter kemungkinan terlebih dahulu akan mencoba meresepkan obat botulinum toxin sebelum dilakukan operasi.
Pengobatan berikutnya adalah terapi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menelan yang dimana harus dilakukan di bawah bimbingan ahli terkait. Hal ini dilakukan apabila disfagia dikarenakan oleh kelumpuhan otak, terganggunya sistem saraf yang mengendalikan proses menelan, atau terganggunya kinerja otot-otot pendorong makan dari kerongkongan ke dalam lambung.
Pada  beberapa kasus disfagia yang parah, pemasangan selang khusus untuk menyalurkan makanan di tubuh si penderita kemungkinan akan dilakukan demi mencegah malanutrisi dan dehidrasi.

 

About Pradini33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates