Tuesday , 23 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Penyakit Sinusitis

Seputar Penyakit Sinusitis

Seputar Penyakit Sinusitis

Seputar Penyakit Sinusitis

Seputar Penyakit Sinusitis

Seputar Penyakit Sinusitis – Sinusitis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada sinus yang akan terjadi akibat alergi atau akibat infeksi virus, bakteri ataupun jamur. Sinusitis bisa terjadi di salah satu dari ke empat sinus yang ada yaitu frontalis, maksilaris, etmoidalis atau sfenoidalis. Sinusitis dapat bersifat akut atau akan berlangsung selama tiga minggu atau kurang ataupun kronis yang akan berlangsung selama 3 sampai 8 minggu akan tetapi bisa berlanjut hingga berbulan – bulan bahkan sampai bertahun – tahun.Berikut merupakan penyebab sinusitis akut, diantaranya:
1. Infeksi virus.
Sinusitis akut dapat terjadi sesudah suatu infeksi virus di saluran pernafasan pada bagian atas (seperti pilek).

2. Bakteri.
Di dalam tubuh manusia ada beberapa jenis bakteri yang dalam kondisi normal tidak dapat menimbulkan penyakit (seperti Streptococcus pneumonia dan Haemophilus influenzae). Apabila sistem pertahanan tubuh mengalami penurunan atau drainase dari sinus mengalami tersumbat sebagai akibat pilek ataupun infeksi virus yang lainnya, sehingga bakteri yang sebelumnya tidak dapat berbahaya dapat berkembang biak serta akan menyusup ke dalam bagian sinus, dengan demikian akan terjadi infeksi sinus secara akut.

3. Infeksi jamur.
Kadang infeksi jamur dapat mengakibatkan sinusitis akut. Aspergillus adalah jamur yang dapat mengakibatkan sinusitis terhadap penderita dengan gangguan sistem kekebalan. Pada beberapa orang tertentu, sinusitis jamur adalah sejenis suatu reaksi alergi terhadap jamur.

4. Penyakit tertentu.
Sinusitis akut akan lebih sering terjadi terhadap penderita dengan gangguan sistem kekebalan serta pada penderita dengan kelainan sekresi lendir (seperti fibrosis kistik).

Berikut merupakan penyebab sinusitis kronis, diantaranya:
1. Asma
2. Penyakit alergi (seperti rinitis alergika)
3. Gangguan pada sistem kekebalan atau akibat kelainan sekresi maupun pembuangan lendir.

Gejala yang khas dari kelainan pada sinus yaitu terasa sakit kepala yang akan dirasakan pada saat penderita bangun di pagi hari. Sinusitis kronis serta akut mempunyai gejala yang sama, yakni nyeri jika ditekan serta akan mengalami pembengkakan terhadap sinus yang terkena, akan tetapi terdapat gejala tertentu yang akan timbul dengan berdasarkan sinus yang terkena, seperti:

1. Sinusitis maksilaris mengakibatkan nyeri pipi tepat di bagian bawah mata, sakit gigi serta sakit kepala.
2. Sinusitis frontalis mengakibatkan sakit kepala di dahi.
3. Sinusitis etmoidalis mengakibatkan nyeri di belakang serta diantara mata dan sakit kepala di dahi. Peradangan sinus etmoidalis juga dapat mengakibatkan nyeri jika pinggiran hidung di tekan, berkurangnya indera penciuman serta hidung mengalami penyumbatan.
4. Sinusitis sfenoidalis akan mengakibatkan nyeri yang tempatnya tidak bisa di pastikan serta dapat dialami di kepala pada bagian depan maupun bagian belakang, atau mengakibatkan sakit pada telinga serta sakit pada leher. Gejala yang lainnya yaitu:

a. Letih, lesu dan lemas
b. Akan mengalami tidak enak badan
c. Batuk, yang mungkin semakin memburuk pada malam hari
d. Demam atau panas tubuh
e. Hidung meler atau hidung tersumbat.
f. Demam serta menggigil menunjukkan bahwa suatu infeksi sudah menyebar ke bagian luar sinus.
g. Selaput lendir pada hidung akan tampak merah serta mengalami pembengkakan, dari hidung yang mungkin akan keluar nanah dengan warna kuning atau warna hijau.

Sinusitis dan Gangguan Sistem Kekebalan
1. Pada penderita penyakit diabetes yang tidak terkontrol atau pada penderita dengan gangguan imunitas atau sistem kekebalan, jamur dapat mengakibatkan sinusitis yang berat serta bahkan berdampak fatal.

2. Mukormikosis atau fikomikosis merupakan suatu infeksi akibat jamur yang dapat terjadi terhadap penderita penyakit diabetes yang tidak terkontrol.

3. Pada rongga hidung ada jaringan mati dengan warna hitam serta akan menyumbat aliran darah ke otak dengan demikian akan terjadi gejala- gejala neurologis (seperti sakit kepala serta kebutaan).

4. Diagnosis akan ditegakkan berdasarkan hasil dari pemeriksaan mikroskopik pada jaringan yang mati tersebut.

5. Pengobatannya yang meliputi pengendalian diabetes serta pemberian obat anti – jamur amfoterisin B dengan intravena (yang melalui pembuluh darah).

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates