Tuesday , 26 September 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Apa Efek Psikologi Bagi Kamu yang Masih Suka Lirik Mantan Kekasih ?

Apa Efek Psikologi Bagi Kamu yang Masih Suka Lirik Mantan Kekasih ?

Apa Efek Psikologi Bagi Kamu yang Masih Suka Lirik Mantan Kekasih ?

Apa Efek Psikologi Bagi Kamu yang Masih Suka Lirik Mantan Kekasih ?

Apa Efek Psikologi Bagi Kamu yang Masih Suka Lirik Mantan Kekasih ?

Apa Efek Psikologi Bagi Kamu yang Masih Suka Lirik Mantan Kekasih ? – Jangan kelewat sensitif kalau bicara tentang mantan. Dia memang masa lalu, tapi bukan tak mungkin dia pula yang nantinya menjadi bagian dari masa depanmu. Di saat kami menanyakan pada Fimelova mengenai sikap mereka apabila si mantan kembali di saat sama-sama sedang sendiri, jawabannya menarik!

Diterima mumpung sama-sama lajang, tolak mentah-mentah karena masa lalu cukup jadi bahan nostalgia, atau galau karena masih menyimpan rasa tapi takut mengulang kesalahan yang sama. Antara ketiga jawaban yang sudah kami sebutkan, ternyata sebagian besar pembaca memilih move on dari masa lalu, tetapi semua kemungkinan tetap terbuka lebar. Artinya, peluang menilik mantan masih ada, bahkan pertimbangan untuk kembali ke pelukan juga bukan tak mungkin.

Fimelova, Wendy (24, web developer) yang kemudian mengatakan, “Kalau mantan merupakan mantan yang terbaik dari yang lainnya, masih saling cinta, dan mempunyai maksud ke depan yang jelas, kenapa tidak? Yang penting harus saling introspeksi diri atas kesalahan di masa lalu, jadi ke depannya bisa lebih baik lagi.”

“Untuk menikah bisa dipikirkan, tetapi kalau hanya pacaran, main-main lagi, lebih baik tidak,” tambah Nona (33, wedding organizer). Sama dengan Mikel (30, IT staff), baginya keseriusan laki-laki bisa jadi kunci untuk membuka lagi hati perempuan yang pernah tertutup rapat. “Aku tak ingin melihat ke belakang, tapi kalau mantan datang dan serius mau memperbaiki diri pasti akan aku pertimbangkan. Niat baik dan perjuangannya adalah nilai plus yang patut dihargai,” papar Mikel. “Kecuali putusnya dikarenakann¬† perselingkuhan atau tidak mendapat restu, karena hal itu sudah tidak dapat diperjuangkan lagi. Paling tidak sudah tahu baik dan buruknya mantan, daripada mengenal orang baru, jauh lebih berisiko.”

Masa lalu, merupakan bagian terpenting bagi kebanyakan perempuan. Mengapa begitu? Ini jawaban psikolog A. Kasandra Putranto?yang hingga kini aktif di Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah DKI Jakarta, Asosiasi Psikologi Forensik, dan Ikatan Psikologi Klinis: “Keinginan kembali lagi ke masa-masa dulu memang selalu ada dalam diri kita.” Perempuan terutama, adalah makhluk penuh perasaan dan sensitif dengan kisah hidupnya. Semua hal yang terjadi mempunyai maksud dan tujuannya sendiri, termasuk orang-orang yang pernah mengisi hari mereka, sulit dipindahtempatkan dari hati.

Pilihlah dulu apa yang membuat kita mau kembali ke masa lalu, jangan hanya terjebak keadaan dan memori indah di belakang. Atau, diburu waktu karena umur yang terus bertambah sementara belum menemukan laki-laki yang tepat. Yang jelas, jangan menjadikan status lajang sebagai alasanmu menerima mantan, tapi semua diputuskan atas kemantapan hati dan lewat berbagai pertimbangan. Apa yang membuat hubungan kalian dulu berakhir? Sifat apa saja yang kamu dan dia dulu tak bisa terima? Sudah siapkah berjalan bersama sambil memperbaiki kesalahan masa lalu berdua? Begitu banyak hal yang mesti dipikirkan kembali jikalau ingin bersama lagi, tidak hanya melibatkan hati dan memenangkan kemauan untuk segera menggandengnya kembali. Cinta memang tak butuh logika, karena dia hanyalah produk hati.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates