Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Diagnosa dan Pencegahan Keracunan Botulisme

Diagnosa dan Pencegahan Keracunan Botulisme

Diagnosa dan Pencegahan Keracunan Botulisme

Diagnosa dan Pencegahan Keracunan Botulisme

Diagnosa dan Pencegahan Keracunan Botulisme

Diagnosa dan Pencegahan Keracunan Botulisme – Botulisme merupakan keracunan yang diakibatkan clostridum botulinum. Dimana bahaya akibat keracunan botulisme menimbulkan masalah pada pernafasan. Tanda – tanda vital seperti denyut nadi, tekanan darah, frekuensi nafas serta suhu harus diukur dengan rutin. Apabila gangguan pernafasan mulai terjadi, maka penderita harus segera dibawa ke ruang intensif serta bisa menggunakan alat bantu pernafasan.Terdapat makanan yang diduga merupakan sumber kelainan ini menjadi petunjuk tambahan. Agar dapat memperkuat diagnosis, maka dapat dilakukan pemeriksaan melalui darah untuk mengetahui adanya toksin ataupun biakan misalnya pada tinja untuk menumbuhkan suatu bakteri.

Penderita dengan kondisi botulisme harus segera ditangani oleh tenaga medis. Pengobatannya harus segera dilakukan walaupun belum diperoleh hasil dari pemeriksaan laboratorium agar dapat memperkuat diagnosis. Agar dapat mengeluarkan toksin yang tidak bisa diserap maka dapat dilakukan:

1. Dengan perangsangan muntah
2. Dengan pengosongan lambung melalui lavase lambung
3. Dengan pemberian obat pencahar agar dapat mempercepat pengeluaran isi usus.

Antitoksin dapat diberikan dengan sesegera mungkin sesudah diagnosis dilakukan. Pemberian antitoksin ini pada umumnya akan efektif jika dilakukan dengan waktu 72 jam sesudah terjadinya gejala. Antitoksin ini tidak dianjurkan dengan memberikan pada seorang bayi, sebab efektivitasnya pada infant botulism belum bisa terbukti.

Gejala botulisme akan terjadi antara 3 sampai 30 hari semenjak bayi setelah menelan spora. Gejala pada awalnya akan berupa konstipasi. Gejala yang lainnya yakni meliputi ekspresi wajah dengan datar, mengalami tangisan lemah pada bayi, kemampuan untuk dapat menghisap lemah, kesulitan untuk menelan serta dapat terjadi pengeluaran air liur yang berlebihan, otot yang melemah, timbul gangguan pernafasan.

Spora sangat bertahan terhadap pemanasan serta bisa tetap hidup selama beberapa jam dalam proses perebusan. Akan tetapi toksinnya bisa hancur pada proses pemanasan, dengan demikian memasak makanan dengan suhu 80° Celsius selama 30 menit, dapat mencegah terjadinya foodborne botulism. Makanan yang dikonsumsi tidak diolah atau di masak secara sempurna, dapat mengakibatkan keracunan botulisme apabila di simpan sesudah di masak, sebab bakteri bisa menghasilkan suatu racun atau toksin (suhu lemari pendingin).

Panaskan terlebih dahulu makanan dalam kaleng sebelum disajikan. Makanan dalam kaleng yang sudah rusak dapat mematikan serta harus dibuang. Jika kalengnya penyok ataupun bocor, maka harus segera dibuang.
Toksin yang akan masuk ke dalam tubu, baik dengan melalui saluran pencernaan, melalui udara atapun penyerapan dengan melalui mata ataupun luka di kulit, dapat mengakibatkan penyakit yang serius. Oleh sebab itu, makanan yang dicurigai sudah tercemar, alangkah baiknya segera dibuang. Hindari kontak kulit langsung dengan penderita serta selalu mencuci tangan sesudah mengolah makanan.

Botulisme pada bayi bisa terjadi pada saat bayi mencerna spora bakteri Clostridium botulinum, yang bisa dijumpai dalam kotoran, debu serta madu, dimana bakteri tersebut menghasilkan suatu toksin dalam tubuh. Penyakit ini biasanya akan menyerang bayi dengan usia 3 minggu hingga 6 bulan, serta bisa rentan terjadi hingga usia 1 tahun.
Bayi yang mengalami botulisme alangkah baiknya dirawat di rumah sakit, dimana dokter dapat memeriksa bagian mana racun akan menyerang di dalam tubuhnya. Jika toksin mempengaruhi bagian otot – otot pernafasan, bayi dapat ditempatkan pada tempat ventilator. Toksin juga bisa mempengaruhi bagian otot – otot yang dipergunakan sebagai menelan, dengan demikian bayi dapat diberikan cairan infus agar bisa tetap mendapat nutrisi.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates