Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Ciri – ciri dan Penyebab Angioedema

Seputar Ciri – ciri dan Penyebab Angioedema

Seputar Ciri – ciri dan Penyebab Angioedema

Seputar Ciri - ciri dan Penyebab Angioedema

Seputar Ciri – ciri dan Penyebab Angioedema

Seputar Ciri – ciri dan Penyebab Angioedema – Angioedema merupakan pembengkakan yang timbul beberapa saat sesudah tubuh melepaskan suatu zat histamin sebagai adanya reaksi penolakan terhadap benda asing. Angioedema bisa menyerang siapa saja akan terjadi disekitar mata, di sekitar lidah, bibir, pada saluran tenggorokan bahkan dapat menyerang organ tubuh bagian dalam seperti usus ataupun paru paru.

Berikut merupakan cirri – ciri angioedema, diantaranya:
1.    Permukaan atau bagian lapisan bawah dalam kulit akan mengalami pembesaran atau bengkak dari yang ringan sampai berat yang terkadang dapat diiringi dengan gatal – gatal kecil.

2.    Disekitar daerah pembengkakan akan mengalami perubahan warna seperti kulit menjadi kemerahan, akan terasa hangat, sakit bahkan akan terasa sakit yang menjalar pada pembuluh darah didaerah pembengkakan, seperti apabila bengkak pada kelopak mata sehingga rasa nyeri dapat dirasakan hingga bagian tulang hidung.

3.    Pembengkakan dapat bertahan sampai dua hari serta dapat berpindah ke area lain dengan durasi pada masa pembengkakan yang lebih lama seperti seminggu.

4.    Pada umumnya angiodema bisa sembuh dengan sendirinya apabila bukan muncul sebagai akibat riwayat keluarga yang juga mengalami alergi atau karena mempunyai penyakit yang berhubungan dengan autoimun.

Berikut merupakan penyebab angiodema, diantaranya:
1.    Faktor internal
a.    Genetika
Angioedema akan sangat erat kaitanya dengan faktor keturunan, meskipun banyak juga yang terkena penyakit angioedema bukan akibat faktor tersebut. Seseorang dengan riwayat keluarga yang mengalami angioedema, setidaknya akan kembali diturunkan terhadap generasi berikutnya.

b.    Alergi makanan
Ciri – ciri alergi makanan akan sering berbentuk misalnya biduran, pembengkakan atau terjadi gatal – gatal. Adapun makanan yang sering menimbulkan terjadinya angioedema seperti makanan laut misalnya udang, kepiting ikan, kerang, cumi, dan sebagainya.

c.    Alergi obat
terdapat beberapa orang yang tidak cocok dengan zat kimia yang terdapat dalam obat tertentu (seperti aspirin, jenis penisillin, obat penurun tekanan darah serta ibuprofen) dengan demikian dapat memicu tubuh untuk melepaskan histamin sebagai bentuk adanya pertahanan dan penolakan terhadap adanya zat kimia obat yang dapat dianggap sebagai suatu benda asing.

d.    Alergi cuaca
Cuaca yang terlalu dingin ataupun cuaca yang terlalu panas bisa mengakibatkan munculnya gejala angioedema. Perubahan cuaca secara tiba – tiba dapat menimbulkan jaringan tubuh tertentu seperti kelopak mata akan mendapat tekanan secara terus – menerus untuk mempertahankan diri supaya jaringan akan tetap stabil.

2.    Faktor Eksternal (Bukan keturunan)
Angioedema dapat menyerang pada orang yang tidak mempunyai riwayat ataupun keturunan alergi. Factor eksternal ini diantaranya:

a.    Serangan virus
Virus merupakan salah satu factor penyebab angioedema yang bukan akibat faktor keturunan. Virus bisa berada dalam polutan udara yang kotor seperti asap kendaraan, asap rokok, asap pembakaran sampah, debu jalanan ataupun bahkan paparan dari sinar matahari siang .

b.    Penyakit autoimun
Seseorang yang memiliki penyakit yang berkaitan dengan autoimun seperti lupus, kanker darah, atau masalah linfoma sehingga penderita dapat dengan mudah mengalami angiodema.

c.    Akibat gigitan serangga
Gigitan serangga bisa mengakibatkan angioedema pada lokasi yang mengalami gigitan tersebut. Serangga dapat melepaskan racun kemudian akan masuk ke dalam aliran darah.

d.    Akibat cedera/ Dermatographi
Reaksi alergi bisa terbentuk sebagai akibat jaringan mengalami cedera ataupun dermatographi yakni pembengkakan kecil yang timbul di bagian kulit yang sebelumnya sudah mengalami tekanan dengan terus – menerus dengan demikian mengakibatkan jaringan cedera serta timbul pembengkakan.

e.    Stres ringan dan berat
Kondisi psikologi yang sedang tidak stabil akibat stres atau akibat depresi bisa mengakibatkan seseorang akan mudah terserang angioedema dengan bersifat sementara.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates