Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Keracunan Botulisme

Seputar Keracunan Botulisme

Seputar Keracunan Botulisme

Seputar Keracunan Botulisme

Seputar Keracunan Botulisme

Seputar Keracunan Botulisme – Botulisme merupakan suatu kondisi yang jarang terjadi serta dapat berakibat fatal, yang diakibatkan oleh keracunan oleh Clostridium botulinum. Toksin Clostridium botulinum ini adalah racun yang sangat kuat serta bisa mengakibatkan kerusakan pada saraf serta otot yang berat. Akibat dapat mengakibatkan kerusakan yang berat pada saraf, sehingga racun ini disebut dengan neurotoksin.Berikut merupakan 3 jenis botulisme, diantaranya :
1. Foodborne botulism, adalah akibat dari mencerna makanan yang sudah tercemar.
2. Wound botulism, diakibatkan oleh luka yang tercemar.
3. Infant botulism, terjadi pada anak – anak, akibat mencerna makanan yang sudah tercemar.Bakteri Clostridium botulinum mempunyai bentuk spora. Spora ini bisa bertahan dengan kondisi dorman (tidur) dalam waktu selama beberapa tahun serta dapat tahan tehadap kerusakan. Apabila lingkungan di sekitarnya dalam kondisi lembab, terdapat makanan serta tidak terdapat oksigen, spora bisa mulai tumbuh serta dapat menghasilkan toksin. Beberapa toksin yang akan dihasilkan Clostridium botulinum mempunyai kadar protein yang cukup tinggi, yang dapat tahan terhadap pengrusakan oleh suatu enzim pelindung usus.

Apabila konsumsi makanan yang sudah tercemar, racun akan masuk ke dalam tubuh dengan melalui saluran pencernaan, yang akan mengakibatkan foodborne botulism. Sumber utama dari kondisi botulisme ini merupakan akibat makanan kalengan. Wound botulism akan terjadi apabila luka terinfeksi oleh adanya Clostridium botulinum. Di dalam luka tersebut, bakteri akan menghasilkan toksin yang dapat diserap masuk ke dalam suatu aliran darah serta pada akhirnya akan menimbulkan gejala.

Infant botulism sering dialami pada bayi berumur 2 sampai 3 bulan.
Botulisme ini diakibatkan karena konsumsi makanan yang sudah mengandung spora, yang kemudian akan tumbuh di dalam usus bayi serta akan menghasilkan racun. Penyebabnya tidak dapat diketahui, akan tetapi pada beberapa kasus berkaitan dengan pemberian madu. Clostridium botulinum akan banyak dijumpai di lingkungan serta banyak kasus sebagai akibat dari terhisapnya debu atau tanah dengan jumlah kecil.

Gejalanya pada kondisi ini akan terjadi secara tiba – tiba, biasanya aka timbul 18 sampai 36 jam sesudah toksin masuk, akan tetapi bisa terjadi empat jam atau paling lambat delapan hari setelah toksin masuk ke dalam tubuh. Semakin banyak racun yang masuk ke dalam, maka semakin cepat seseorang akan mengalami sakit.
Gejala pertama biasanya dapat berupa mulut mengalami kering, penglihatan menjadi ganda, penurunan pada kelopak mata serta ketidakmampuan dalam melihat dengan fokus terhadap suatu objek yang dekat. Refleks pupil akan berkurang atau tidak terdapat sama sekali.

Pada beberapa penderita akibat keracunan ini, gejala awalnya yakni akan mengalami mual, muntah, kram perut serta diare. Pada penderita yang lainnya, gejala pada saluran pencernaan ini tidak akan muncul, terutama pada penderita dengan kondisi wound botulism.

Penderita akan mengalami kesulitan dalam berbicara dan juga menelan. Kesulitan dalam menelan bisa mengakibatkan terhirupnya makanan ke dalam bagian saluran pernafasan serta dapat menimbulkan pneumonia aspirasi. Otot lengan, tungkai serta otot – otot pada pernafasan dapat melemah. Kegagalan saraf terutama akan mempengaruhi pada kekuatan otot. Pada 2 per 3 penderita dengan kondisi infant botulism, kondisi konstipasi (sembelit) merupakan gejala yang awal. Kemudian akan terjadi kelumpuhan pada saraf serta pada otot, yang akan dimulai pada wajah serta kepala, pada akhirnya sampai ke bagian lengan, tungkai dan juga otot – otot pernafasan. Kerusakan saraf hanya akan mengenai bagian satu sisi tubuh. Masalah yang akan ditimbulkan dapat bervariasi, mulai dari kelesuan yang ringan serta akan kesulitan dalam menelan, sampai menyebabkan kehilangan pada ketegangan otot yang berat serta dapat gangguan pernafasan.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates