Wednesday , 13 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Upaya Pemeriksaan dan Perawatan Sering buang air kecil

Upaya Pemeriksaan dan Perawatan Sering buang air kecil

Upaya Pemeriksaan dan Perawatan Sering buang air kecil

Upaya Pemeriksaan dan Perawatan Sering buang air kecil

Upaya Pemeriksaan dan Perawatan Sering buang air kecil

Upaya Pemeriksaan dan Perawatan Sering buang air kecil – Buang air kecil merupakan cara tubuh untuk membuang limbah. Limbah ini akan dilepaskan dengan metabolisme sel – sel, masuk ke dalam darah serta pada akhirnya akan disaring oleh organ ginjal dari aliran darah agar dapat dibuang dengan lewat urin. Apabila seseorang tidak dapat buang air kecil maka bisa mengalami sakit akibat keracunan tubuh. Buang air kecil akan sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh.Setiap orang mempunyai frekuensi buang uang air kecil yang berbeda- beda. Beberapa orang hanya buang air kecil 2 sampai 3 kali per hari, sementara ada orang yang sampai 10 kali ke toilet untuk buang air setiap hari. Tidak ada patokan berapa sebenarnya frekuensi yang normal. Wanita lebih sering pergi ke toilet dari pada pria. Hal ini berhubungan dengan volume kandung kemih, dimana wanita volume kandung kemihnya yang lebih kecil dibandingkan pada pria. Pria akan buang air kecil lebih lama sebab volume kandung kemihnya lebih besar sehingga lebih jarang untuk buang air kecil. Banyak-sedikitnya Anda minum, cuaca udara, dan faktor lain juga berpengaruh pada frekuensi kencing.

Jika gangguan buang air kecil terus terjadi dan mengganggu semua aktifitas harian, maka Anda bisa melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Beberapa gejala yang menyertai dengan gangguan ini hingga membutuhkan pemeriksaan adalah seperti :
1. Demam tinggi yang membuat tubuh menggigil.
2. Gangguan pencernaan yang menyebabkan diare, mual dan muntah.
3. Sulit untuk menerima makanan dan minuman atau nafsu makan menurun drastis
4. Sering merasa haus dan lapar meskipun baru saja makan atau minum
5. Tubuh terasa lebih lelah dan tidak bersemangat
6. Ada darah yang keluar bersama urin
7. Urin berbau, keruh dan panas

Langkah Pemeriksaan
Pemeriksaan bisa dilakukan oleh seorang dokter untuk menemukan beberapa kemungkinan penyebab sering buang air kecil. Biasanya dokter akan menanyakan beberapa gejala yang berkaitan dengan waktu sering buang air kecil, keadaan tubuh secara umum, kebiasaan minum, warna pada urin, konsumsi obat tertentu yang mengakibatkan efek buang air kecil, serta kebiasaan buruk misalnya konsumsi alkohol. Tes lain yang dibutuhkan untuk mengetahui faktor penyebab gangguan sering buang air kecil yaitu:

1. Pemeriksaan urin lengkap agar dapat mengetahui kemungkinan bakteri ataupun virus yang ditemukan dalam urin.

2. Pemeriksaan sistometri, yakni upaya pemeriksaan yang dapat dilakukan agar dapat mengetahui kondisi sistem kerja di dalam kandung kemih. Fungsi tes urin ini dapat melihat kemungkinan kerusakan atau gangguan yang terjadi pada otot serta syaraf yang bekerja pada kandung kemih.

3. Pemeriksaan syaraf, yakni pemeriksaan yang dilakukan agar dapat mengetahui keadaan syaraf secara umum termasuk pada bagian syaraf yang dapat mengendalikan gangguan terhadap buang air kecil.

4. Pemeriksaan USG, yakni pemeriksaan yang dilakukan agar dapat mengetahui kemungkinan kelainan yang dapat terjadi di bagian sistem kandung kemih.

Perawatan bagi orang yang sering buang air kecil dapat dilakukan sesuai dengan keadaan yang mempengaruhi gangguan tersebut. Semua orang dapat melakukan upaya tindakan perawatan sesuai dengan keadaan kesehatan yang terjadi. Berikut merupakan beberapa langkah perawatan serta pencegahan yang dapat dilakukan, diantaranya:
1. Diabetes
Untuk orang yang mengalami penyakit diabetes, dengan demikian harus melakukan suatu perawatan yakni dengan menjalankan program misalnya pengaturan pola makan dan minum, mendapatkan insulin, pengaturan terhadap aktifitas serta gaya hidup yang sehat.

2. Infeksi Kandung Kemih
Orang yang mengalami penyakit infeksi kandung kemih maka membutuhkan perawatan dengan pemberian obat – obatan jenis antibiotic.

3. Gangguan Syaraf
Orang yang mengalami gangguan pada sistem syaraf maka harus menjalani suatu perawatan lanjutan, seperti apabila penderita mengalami penyakit stroke maka harus dilakukan perawatan untuk membantu dalam mengendalikan sistem kandung kemih.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates