Saturday , 22 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Bahaya Gluten terhadap Kesehatan Tubuh

Bahaya Gluten terhadap Kesehatan Tubuh

Bahaya Gluten terhadap Kesehatan Tubuh

Bahaya Gluten terhadap Kesehatan Tubuh

Bahaya Gluten terhadap Kesehatan Tubuh

Bahaya Gluten terhadap Kesehatan Tubuh – Gluten merupakan jenis protein yang di dalamnya memiliki kandungan senyawa peptida. Senyawa peptida tersbeut dihindari oleh orang yang mengalami intoleransi terhadap peptida. Biasanya, anjuran dapat mengkonsumsi makanan dengan bebas gluten dapat dibebankan bagi mereka yang mengalami gangguan pencernaan, atau yang mengalami penyakit autis.

Namun berkembangnya ilmu pengetahuan pada bidang kesehatan mengakibatkan seseorang justru harus menghindari pola makan dengan kandungan gluten demi hidup tetap sehat. Sebab dengan menghindari konsumsi makanan kandungan gluten dapat menjaga sistem metabolisme tubuh terhadap pencernaannya.

Gluten dapat berbahaya sebab dapat memengaruhi sistem kerja usus, lambung, usus, serta sering menimbulkan reaksi alergi pada penderita autis. Kandungan gluten yang terdapat dalam makanan seperti dalam roti gandum ataupun sereal bisa menyebabkan hilangnya nutrisi penting untuk tubuh.

Gluten dengan kandungan senyawa peptidanya dapat menyebabkan gangguan pada sistem imun khususnya untuk mereka yang mengalami kelelahan, tingkat kegemukan yang tinggi atau obesitas, eksim, atau yang mengalami alergi gluten. Berikut merupakan bahaya gluten terhadap kondisi kesehatan tubuh, diantaranya:

1.    Osteoporosis
Osteoporosis atau istilah lainya karapuhan tulang dapat terjadi karena efek jangka panjang apabila mengkonsumsi gluten masih anak – anak ataupun remaja. Peptida yang terdapat dalam gluten mengakibatkan banyak nutrisi yang penting misalnya kalium, kalsium, serta magnesium dari makanan sehari – hari selain gluten dapat menjadi hilang serta hanya akan berupa ampas saja. Dari keadaan ini maka tulang tidak bisa menyerap serta berfungsi secara sempurna apalagi apabila mengkonsumsi tinggi kadar gluten dengan waktu yang lama.

2.    Kanker Usus
Berbagai gangguan pada sistem pencernaan misalnya kanker usus, infeksi usus, bisa terjadi jika tubuh kurang serat. Apabila kadar peptida di dalam tubuh tinggi, meskipun asupan nutrisi cukup dengan demikian hal tersebut akan sia-sia.

3.    Gizi Buruk
Gizi buruk atau disebut dengan malnutrisi pada umumnya akan dialami pada anak – anak yang rajin dalam mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung gluten. Seseorang yang menyukai saus, pasta, mie, kue, dan lain sebagainya akan lebih rentan mengalami gizi buruk yang berdampak pada sistem imun sehingga menjadi kurang mampu untuk melawan infeksi pada penyakit tertentu. Dampaknya seringkali mereka akan rentan mudah tertular virus penyakit dari makanan yang berbahan tepung ataupun gluten tersebut.

4.    Kurang Nutrisi
Kekurangan nutrisi pada wanita hamil yang sering mengkonsumsi makanan dengan kandungan gluten. Kurang nutrisi tersebut dapat berdampak terhadap kecerdasaan otak pada janin, dan menyebabkan gangguan sembelit yang kronis terhadap sang ibu pada masa kehamilan. Terlebih jika senyawa peptida dapat menyerap nutrisi yang penting untuk tubuh, dengan demikian sebanyak apapun vitamin yang dikonsumsi dengan melalui sayur ataupun buah -buahan tidak dapat terserap sempurna apabila ibu hamil masih mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten.

5.    Gangguan Cerna
Intoleransi terhadap senyawa peptida dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan terutama di dalam usus serta lambung. Oleh karena itu, untuk mereka yang mengalami sakit atau mengalami gangguan pencernaan dianjurkan dapat menghentikan konsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten.

6.    Gangguan Otak
Gangguan terhadap otak dapat terjadi tidak hanya bagi mereka yang terindikasi mengalami autis. Gluten yang menyebabkan berbagai macam gangguan terhadap usus ternyata dapat meningkatkan risiko Alzheimer serta demensia.  Kedua penyakit tersebut berhubungan dengan stres serta depresi, dengan demikian pada kondisi tersebut apabila semakin mengkonsumsi gluten dapat berdampak menimbulkan penyakit otak lainnya.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates