Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Terapi Demensia Pada Lansia

Terapi Demensia Pada Lansia

Terapi Demensia Pada Lansia

Terapi Demensia Pada Lansia

Terapi Demensia Pada Lansia

Terapi Demensia Pada Lansia – Demensia atau penyakit lupa merupakan penyakit yang kebanyakan akan menyerang orang yang berusia lanjut. Untuk mengatasi demensia, dapat dilakukan upaya terapi. Terapi demensia adalah solusi yang terbaik dalam mengatasi penderita dengan gejala parkinson serta Alzheimer yang menyerang bagian otak dan mengakibatkan seseorang menjadi mudah lupa. Berikut merupakan faktor umum penyebab terjadinya penyakit demensia atau penyakit lup, diantaranya:

1.    Genetika
Apabila dalam keluarga mempunyai keturunan penyakit demensia sehingga akan diturunkan terhadap keturunan berikutnya. Penyakit demensia dapat terjadi lima kali lebih cepat akan menyerang pada pecandu alkohol dan pada seseorang dengan konsumsi obatan – obatan terlarang dengan riwayat demensia di dalam keluarganya.

2.    Diabetes
Pada penderita penyakit diabetes akan beresiko lebih besar untuk mengalami penyakit demensia sebab kadar gula di dalam darah berlebihan dapat mengakibatkan fungsi terhadap kognitifnya akan menjadi sangat lambat serta fungsi utamanya dapat menjadi lebih rentan untuk mengalami kemunduran dalam mengingat.

3.    Faktor usia
Seseorang yang berusia lebih dari 50 tahun dengan demikian saraf – saraf pada jaringan otak bisa menyusut serta akan melemah fungsinya dengan alami. Agar tetap tetap dapat mempertahankan kesehatan saraf maka segera dikonsultasikan dengan tenaga medis yang terkait supaya kemunduran untuk mengingat sesuatu dapat diperbaiki lebih awal.

4.    Penggunaan obat obatan
Obat – obatan untuk pereda rasa sakit yang dikonsumsi dengan terus – menerus dalam jangka waktu yang panjang maupun konsumsi obat jenis narkoba sama – sama mempunyai zat kimia dengan bersifat untuk menghambat masuknya oksigen yang melalui arteri serta aliran darah menuju ke otak yang bisa merusak memori serta daya ingat seseorang secara bertahap.

5.    Karena benturan
Seseorang yang sudah sembuh dari luka atau peradangan kepala sebagai akibat benturan yang keras sehingga akan rentan untuk terkena demensia. Kerusakan ringan yang pernah menjadi trauma pada kepala dapat menimbulkan trauma baru pada saat tubuh terserang depresi yang berat.

6.    Stroke ringan dan berat
Penyakit stroke ringan maupun yang berat dapat mengakibatkan seseorang mengalami kelumpuhan separuh ataupun seluruh badan. Kelemahan pada saraf – saraf serta otot tubuh akibat stroek akibat penyumbatan dalam pembuluh darah tersebut dapat mempengaruhi kelancaran pada aliran darah yang menuju otak. Dampaknya seseorang akan mengalami penyakit lupa dengan bertahap atau demensia.

Tanda – tanda atau gejala seseorang terserang demensia
1.    Sering panik, gelisah serta depresi
2.    Tidak dapat mengendalikan amarah
3.    Sering berbohong
4.    Terserang insomnia atau mengalami kesulitan tidur
5.    Sering serta mudah lupa
6.    Kesulitan berbicara normal
7.    Kehilangan kontrol untuk buang air besar dan kecil.

Solusi terapi untuk mengatasi demensia yang wajib diketahui
1.    Terapi Farmakologi
Terapi demensia bisa dilakukan dengan upaya pengobatan terapi farmakologi yang dapat dilakukan dengan memberikan obat tertentu dengan izin dokter yang tujuannya agar dapat memperbaiki penurunan daya ingat serta dapat memblokir perluasan penyakit yang berkaitan dengan psikologis, meliputi depresi, gelisah, kesulitan tidur, tidak dapat memgendalikan amarah dan lain sebagainya.

2.    Terapi non-farmakologi
Metode non farmakologi bisa dilakukan dengan latihan serta pembelajaran untuk melafalkan kata kata, memperbanyak humor, untuk menganalisa catatan, melatih bahasa, untuk melakukan olahraga atau untuk melakukan senam otak, kecepatan menjawab dan mengingat secara berulang ulang dan melakukan rekreasi untuk peregangan otot dan saraf seputar otak secara teratur agar dapar meningkatkan daya ingat dengan bertahap.

3.    Terapi Audio Gelombang otak
Audio gelombang otak bisa berbentuk musik atau lagu yang mempunyai karakter untuk menenangkan serta dapat meningkatakan kecerdasan, dapat meningkatkan konsentrasi serta lebih kreatif untuk berfikir dan mengaktifkan listrik di dalam darah yang menuju jaringan otak.

4.    Terapi psikologi
Meningkatkan daya ingat dan meningkatkan kecerdasan untuk menganalisa sesuatu bisa dilakukan dengan menerapkan kebiasaan pola hidup yang sehat termasuk dalam mengkonsumsi makanan sehat, kebiasaan olahraga, menjauhi rokok, menghindari minuman alkohol serta menghindari konsumsi obat – obatan terlarang.

5.    Terapi dengan obat penghambat Asetilkolinesterase
Obat untuk penghambat asetilkolinesterase dapat digunakan dalam terapi demensia yang tujuannya agar dapat mengurangi depresi serta dampak mudah lupa.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates