Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » 5 Trik Dagang Tidak Disukai Pembeli

5 Trik Dagang Tidak Disukai Pembeli

5 Trik Dagang Tidak Disukai Pembeli

5 Trik Dagang Tidak Disukai Pembeli

5 Trik Dagang Tidak Disukai Pembeli

5 Trik Dagang Tidak Disukai Pembeli – Ada anggapan di dalam berdagang, yaitu mengambil barang dengan modal yang semurah-murahnya dan juga menjualnya kembali dengan harga yang semahal-mahalnya. Apakah ada yang salah dengan hal semacam ini? Tentu tidak karena yang namanya jual beli ialah tergantung pada kesepakatan. Tinggal bagaimana seorang pedagang bisa menjaga kualitas produknya dan juga mematuhi kode etik di dunia perdagangan yang umumnya tidak tertulis dengan secara resmi.

Sayangnya tidak semua dari pedagang melakukan transaksi dengan jalur yang memang benar. Ada banyak sekali trik atau juga strategi dagang yang kurang mengenakan dan juga sama sekali tidak disukai oleh para pembeli. Bahkan diantaranya dianggap memang cukup merugikan para konsumen yang tidak mempunyai wawasan luas mengenai sebuah produk.

Kemudian sebenarnya apa saja trik dagang yang tidak digemari oleh para pembeli? Berikut adalah ulasan selengkapnya :

1. Pemerasan harga
Pernahkan Anda mendengar mengenai berita menghebohkan dimana ada pengunjung warung yang makan di kawasan wisata pantai anyer yang memang pada saati itu disodorkan catatan bon pembayaran dengan harga yang fantastis. Padahal yang dipesan hanyalah beberapa macam sea food saja, di tambah sayur dan juga minuman, namun totalnya mencapai angka satu juta harus dibayar. Masuk akalkah harga tersebut? Bukankah tidak berdosa jika menghargai produk semahal yang diinginkan oleh pedagangnnya? Memang tidak berdosa, namun Anda akan bisa kehilangan reputasi dan juga lebih mencemarkan nama baik Anda sendiri. Entah mengapa masih banyak dari pedagang yang gemar memeras pembeli dengan harga yang tidak wajar. Sebagai contoh ialah seperti diatas, yakni warung makan di suatu tempat wisata, atau juga toko yang masih mempunyai stok barang tertentu dimana di toko lain sudah tidak ada lagi stok. Anda mungkin akan berjaya serta mendapatkan untung yang begitu banyak dengan trik semacam ini. Namun berhati-hatilah akan suatu resiko di waktu mendatang.

2. Barang yang dijual tidak sesuai
Barang yang dibeli tidak sesuai dengan kondisinya, tentu adalah kerugian bagi pihak pembeli. Padahal pihak penjual mengatakan barang tersebut sesuai dengan apa yang dipesan. Umumnya dapat terjadi kesalahan atau juga memang disengaja untuk menghabiskan stok dagangan yang lama. Bagaimana pun juga strategi yang semacam ini tidak perlu untuk dilakukan.

3. Mengganti dengan produk yang lain
Beberapa orang sering sekali mengeluhkan kepada pedagang yang memang curang, yakni memberikan produk lain tanpa adanya persetujuan dengan pembeli. Sebagai contoh Anda memesan sebuah steak daging sapi dengan behiaskan topping keju. Namun disaat stok keju tersebut sudah tidak ada, Anda justru dibuatkan dengan sebuah steak daging sapi dengan topping dari jamur tanpa adanya suatu pemberitahuan dulu kepada Anda.
Hal ini mungkin akan dilakukan supaya pembeli tetap membayar order sesuai yang pembeli pesan diawal. Padahal tidak semua dari pembeli yang menyukai topping jamur. Atau mungkin ketika Anda perlu atau harus mengganti piston sepeda motor dengan merek A, namun pihak bengkel tersebut justru menggunakan produk pistorn dengan merek B.

4. Memberi informasi yang kurang tepat
Trik dagang semacam ini telah menjurus pada yang namanya kebohongan. Pedagang yang baik tentu akan bisa memberikan informasi yang amat tepat dan juga akurat, tidak melebih-lebihkan dan juga tidak mengurangi. Mungkin pemberian mengenai informasi semacam ini memang akan bisa membuat calon pembeli akhirnya benar – benar terpaksa mengambil barang yang Anda telah rekomendasikan. Sebagai contoh adalah seorang pedagang kamera mengatakan bahwa kamera A tersebut mempunyai effective pixel yang mencapai 20 MP, dan itu lebih bagus kualitas gambarnya ketimbang dengan kamera B yang hanya memilki kualitas 15 MP. Padahal kamera B mempunyai fisik sensor yang lebih besar sehingga kualitas gambar tersebut lebih bagus. Informasi yang diberikan oleh pedagang tentu akan menyesatkan karena kualitas gambar memang akan tergantung pada fisik sensor bukan pada effective pixel. Trik ini tentu memanfaatkan ketidaktahuan dari konsumen.

5. Menambah order tanpa permintaan
Menambah order barang dengan secara sepihak atau juga tanpa persetujuan, apakah itu sebuah strategi dagang yang begitu baik? Tentu tidak, bahkan lebih dari seperti memaksakan. Contohnya ialah saat Anda mencoba membeli sebuah kamera, namun ternyata para pedagang sudah memasukan sebuah paket satu kamera dengan aksesoris lain seperti misalnya filter UV maupun tas. Padahal tidak semua dari pembeli membutuhkan itu, tetapi apa daya semuanya sudah masuk kedalam total catatan bon dan juga Anda malu bila tidak membayarnya. Bila menawarkan barang tambahan maka sebaiknya konfirmasikan dahulu dengan konsumen Anda, bukan dengan cara harus pemaksaan seperti itu.

Trik dagang yang curang diatas tentu tidak akan disukai oleh pembeli dan justru ini lebih merugikan Anda. Toko atau juga lapak dagangan Anda akan terkenal dengan pedagang yang bnear – benar curang dalam transaksinya.

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates