Thursday , 21 September 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Embrio Gabungan Manusia Babi

Embrio Gabungan Manusia Babi

Embrio Gabungan Manusia Babi

Embrio Gabungan Manusia Babi

Embrio Gabungan Manusia Babi

Embrio Gabungan Manusia Babi – Para peneliti Rekayasa Biologi atau Rekayasa Genetika saat ini semakin lama semakin “gila”. Para ilmuwan dari Salk Insitute for Biological Studies, San Diego, California, Amerika Serikat telah berhasil menciptakan sebuah gabungan embrio dari manusia dan babi. Penelitian yang dilakukan masih dalam tahap awal dan berhasil menciptakan embrio dengan kandungan terdiri dari 0.001% sel manusia dan sisanya merupakan sel babi. Hasil dari penelitian tersebut telah diumumkan dan dilaporkan dalam jurnal Cell. Keberhasilan dari penelitian ini menunjukkan proses yang cukup menantang dalam menumbuhkan organ manusia di dalam tubuh hewan.

Dalam proses pembuatan embrio manusia dan babi tersebut, para ilmuwan awalnya menyuntikkan sel punca manusia ke dalam embrio babi. Embrio gabungan dari sel manusia dan babi ini kemudian ditanam ke dalam rahim babi betina selama satu bulan. Secara ilmu biologi, sel punca merupakan sel induk manusia atau bisa disebut sebagai sel bakal, yang kemudian akan tumbuh menjadi organ-organ dalam. Sel punca akan tumbuh dan berkembang menjadi sel hati, sel jantung, sel ginjal, sel usus, dan sel organ lainnya sesuai perlakuannya. Jadi, dari pengertian tersebut jika sel punca disuntikkan ke dalam embrio babi, maka kemungkinan di dalam embrio babi akan tumbuh organ manusia. Namun, laporan dari penelitin ini menjelaskan bahwa proses tersebut sangat tidak efisien. Hal ini dikarenakan dari 2.075 embrio babi, hanya 186 yang dapat berkembang selama 28 hari dan sisanya mati. Meskipun demikian, hal ini menunjukkan adanya tanda-tanda kemampuan sel manusia yang dapat bekerja membentuk embrio manusia-babi.

Prof Juan Carlos Izpisua Belmonte dari Salk Institute kepada BBC menyatakan bahwa hasil tersebut adalah pertama kalinya sel-sel manusia dapat tumbuh di hewan besar. Belmonte juga mengatakan jika prosesnya memang tidak efisien, maka manusia dan babi dipisahkan oleh evolusi dalam jangka waktu yang lama. Artinya, manusia dan babi memang dari awal berbeda secara genetic.
Mengapa percobaan ini dilakukan dengan menggunakan babi? Karena pertumbuhan janin pada rahim babi lebih cepat, yang hanya membutuhkan empat bulan, dibandingkan jika ditanam di rahim manusia yang membutuhkan waktu lama yaitu selama sembilan bulan.
Saat ini memang masih jauh jalannya untuk mengembangkan organ manusia seperti hati, jantung, pancreas, ginjal di dalam tubuh hewan. Akan tetapi, jika penelitian tersebut berhasil, maka organ manusia itu dapat dikembangkan untuk dicangkokkan kepada orang yang membutuhkannya. Jadi misalnya ada seseorang yang menderita kerusakan hati, maka dapat diambilkan dari “suku cadang” hati yang ditumbuhkan di dalam tubuh babi.
Akan tetapi, para peneliti berpendapat bahwa membuat embrio gabungan antara manusia dan babi sangat besar manfaatnya.Manfaatnya adalah bisa digunakan untuk memahami tahap awal perkembangan embrio manusia, dapat menjelaskan perbedaan antar organ dari spesies yang berbeda, screening obat sebelum obat itu diujikan kepada manusia, serta dapat mempelajari penyebab timbulnya penyakit manusia.

About eka kurniawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates