Tuesday , 24 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Penyebab Leher Kaku Sehabis Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Penyebab Leher Kaku Sehabis Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Penyebab Leher Kaku Sehabis Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Penyebab Leher Kaku Sehabis Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Penyebab Leher Kaku Sehabis Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Penyebab Leher Kaku Sehabis Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya – Pernahkan Anda merasakan leher kaku setelah bangun tidur? Hal ini biasanya ditandai dengan rasa sakit dan sulit menggerakkan leher, terutama saat Anda mencoba memutar kepala ke samping kanan atau kiri. Tidak jarang dapat disertai dengan sakit kepala, nyeri pada leher, nyeri bahu atau nyeri pada lengan.

Seseorang bisa mengalami leher kaku ketika bangun tidur di pagi hari atau setelah melakukan aktivitas-aktivitas yang berat. Leher kaku atau sakit saat digerakkan setelah bangun tidur ini dikenal juga dengan istilah ‘Bantalan’ atau ‘Tengeng en’ dalam bahasa masyarakat kita.

Penyebab utama leher kaku dan cara mengatasinya dalam banyak kasus, rasa sakit dan kekakuan pada leher ini dapat hilang secara alami dalam waktu seminggu. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, hal itu bisa mengindikasikan perlunya evaluasi medis yang cepat.

Oleh sebab itu, Anda harus lebih waspada dan mengetahui sejak dini apa saja penyebab leher kaku setelah bangun tidur dan bagaimana cara mengatasinya, agar hal ini tidak menerus berulang terjadi pada Anda.

Penyebab Leher Kaku Setelah Bangun Tidur yaitu :

1. Bentuk dan Posisi Bantal Anda harus memperhatikan bentuk dan posisi bantal yang baik dan nyaman ketika tidur, hal ini sangat penting agar Anda tak perlu merasakan leher yang kaku dan sakit ketika bangun tidur. Selain untuk kenyamanan dalam tidur, fungsi utama bantal adalah untuk menjaga keseimbangan pada leher Anda, agar mencegah masalah seperti terbangun dengan leher yang kaku.

Gunakan bantal yang tidak terlalu tebal atau mengembang juga tidak terlalu datar atau mengempis. Bantal yang terlalu tebal atau mengembang, dapat menyebabkan leher Anda berada di posisi yang terlalu tinggi dan jika terlalu datar atau mengempis, leher pun berada pada posisi yang tidak nyaman karena terlalu rendah.

Idealnya, gunakan bantal yang terbuat dari busa atau kapas yang lembut yang dapat menyeimbangkan posisi leher Anda selama tidur. Tidak perlu repot-repot mengukur berapa sudutnya, ketika Anda merasa nyaman itulah ukuran yang pas buat Anda. Khusus bagi yang tidur miring, pastikan bahwa tulang belakang Anda tidak melengkung akibat bantal yang terlalu rendah atau tinggi, perhatikan gambar berikut: tips agar leher tidak kaku perhatikan tulang belakang, posturnya lurus dari kepala sampai punggung bawah. Inilah tinggi bantal yang sehat. Dengan demikian andapun dapat terhindar dari leher kaku atau ‘bantalan’ ini.

2. Posisi Tidur Selain masalah bantal, posisi tidur juga berperan penting. Posisi tidur yang salah dapat menyebabkan leher kaku setelah bangun tidur. Untuk menghindari hal ini umumnya dokter menyarankan untuk tidur menyamping (ke kanan atau ke kiri) dengan penopang yang nyaman. Tidur terlentang juga bisa menjadi alternatifnya.

Selain untuk mencegah kekakuan leher, tidur menyamping pun (terutama samping kanan) memiliki banyak manfaat kesehatan seperti dapat menjaga isi perut agar tetap dalam posisi yang stabil, mengurangi beban jantung, mengistirahatkan lambung, menjaga kesehatan paru-paru dan lainnya. Bagi umat muslim pun hal ini telah dianjurkan dalam sunnah nabi Agung Muhammad SAW.

3. Ketegangan Otot Tahukan Anda? Penyebab utama kenapa leher kaku dan sakit adalah ketegangan otot atau keseleo. Secara khusus, otot levator skapula yang berada di sisi kanan kiri leher kita rentan terhadap cedera. Otot levator skapula ini menghubungkan tulang belakang leher dengan bahu yang dikendalikan oleh ketiga dan keempat saraf servikal.

4. Arthritis Leher Arthritis leher atau yang juga dikenal sebagai osteoarthritis serviks, adalah kondisi umum terkait usia yang mempengaruhi sendi dan bantalan tulang belakang di leher. Penyakit ini disebabkan oleh keausan tulang rawan dan tulang yang ditemukan di tulang belakang leher. Sebagian besar karena faktor usia, dan dapat disebabkan oleh faktor lain juga. Gejalanya dapat berupa kekakuan leher, nyeri pada bahu, tangan dan kaki mati rasa atau kesemutan yang ekstrem. Untuk pengobatannya bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan dan juga terapi fisik (fisioterapi).

5. Saraf Terjepit Saraf terjepit terjadi ketika ada tekanan (kompresi) yang di alami saraf pada jaringan disekitarnya. Biasanya orang dengan usia lanjut lebih rawan dengan kondisi ini karena cakram tulang belakangnya mulai menjadi lebih kaku. Rasa sakit ini bisa dihilangkan dengan obat pereda rasa nyeri, tetapi untuk kondisi yang lebih serius dibutuhkan terapi atau pembedahan.

6. Penyebab Lain yang Memungkinkan Ada beberapa kemungkinan penyebab lain leher kaku setelah bangun tidur :
a. Kejang otot. Hal ini bisa terjadi di bagian tubuh manapun, termasuk leher. Bila hal ini terjadi, maka akan menyebabkan otot berkontraksi dan kaku.
b. Fibromyalgia merupakan rasa sakit di sekujur tubuh yang melibatkan sendi dan otot, sehingga dapat menyebabkan leher kaku. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja dan dapat terjadi dalam jangka panjang.
c. Meningitis adalah infeksi yang mempengaruhi cairan di sekitar sumsum tulang belakang dan otak, penyakit ini sangat serius dan bisa berakibat pada kematian. Leher yang kaku, sakit kepala dan demam merupakan gejala umum dari penyakit ini.
d. Mengalami stres atau kecemasan yang berlebihan, sehingga menyebabkan ketegangan di leher.
e. Terlalu lama membungkuk saat melihat monitor komputer atau ponsel.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates