Tuesday , 23 May 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Penyebab Seseorang Memilih Untuk Jomblo

Penyebab Seseorang Memilih Untuk Jomblo

Penyebab Seseorang Memilih Untuk Jomblo

Penyebab Seseorang Memilih Untuk Jomblo

Penyebab Seseorang Memilih Untuk Jomblo

Penyebab Seseorang Memilih Untuk Jomblo – Menurut ilmu Biologi, tingkah laku manusia dikendalikan oleh faktor hormonal, sama halnya dengan keinginan untuk menjomblo. Kok bisa ya??
Hormon yang mempengaruhi seesorang dalam hal perasaan atau bahkan dalam menjomblo dipengaruhi oleh hormone yang disebut dengan hormone cinta. Hormon cinta adalah senyawa serotonin yang diproduksi tubuh terutama banyak diproduksi oleh seorang ibu ketika melahirkan. Hormon ini bisa mengatur adanya rasa bahagia dan rasa cinta pasca melahirkan sehingga menciptakan hubungan pribadi yang sangat dekat dengan bayi. Selain itu, serotonin juga dapat menimbulkan rasa cinta diantara muda-mudi,pria dan wanita.

Hormon serotonin diproduksi di dalam otak berdasarkan perintah gen tertentu. Jika gen dalam keadaan normal, produksi hormon serotonin juga akan normal sehingga memunculkan seseorang untuk memiliki perasaan cinta dan kasih sayang. Tetapi apabila gen bermasalah, maka produksi hormon serotonin akan berkurang sehingga menyebabkan rasa kasih sayang seseorang menjadi berkurang.

Ilmuwan yang berasal dari Tiongkok telah menemukan adanya kelainan pada gen serotonin. Gen yang bermasalah tersebut dinamakan Singleton Gene. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika produksi hormon serotonin rendah atau bermasalah, maka perasaan cinta dan kasih sayang seseorang juga akan rendah atau berkurang. Seseorang yang memiliki singleton gene, maka kemungkinan 20 persen akan memilih untuk menjomblo, daripadamereka yang memiliki gen normal atau tidak memiliki singleton gene.

Gen tersebut dapat teridentifikasi dari tingkat produksi senyawa kimia serotonin yang sangat sedikit. Senyawa tersebut sebagai pemicu perasaan senang yang diproduksi di dalam otak. Jika kadar serotonin cukup sedikit maka akan berakibat pada ketidaknyamanan seseorang terhadap suatu hubungan yang dekat. Hal ini, akan membuat seseorang tidak menginginkan adannya suatu hubungan yang dekat dengan orang lain. Di sisi lain, jika seseorang memiliki kadar serotonin yang banyak, maka orang tersebut cenderung akan membina hubungan yang dekat dan penuh rasa cinta terhadap orang lain.

Penelitian dari ilmuwan asal Peking of University, Beijing, telah meneliti DNA (gen) rambut dari sekitar 600 relawan. Para relawan tersebut adalah mahasiswa dari kampus yang sama. Hasilnya dari para ilmuwan menunjukkan bahwa terdapat gen yang disebut dengan 5-HTA1, muncul dengan dua versi yang berbeda, yaitu versi G dan C. Mereka yang memiliki gen versi G lebih berpotensi menjomblo ketimbang versi C. Bahkan 60% dari relawan tidak sedang berpacaran, dibanding 40% dari mereka yang memiliki gen versi C.

“Para ilmuwan tersebut, dalam laporan ilmiahnya menyatakan bahwa mereka yang memiliki versi G(Singleton Gen) hanya memiliki sedikit serotonin, sehingga sulit untuk mendekatkan diri dengan orang lain dan lebih rentan terkena penyakit otak seperti mengalami depresi.
Jadi menurut hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa banyak sedikitnya kadar hormon serotonin dipengaruhi oleh faktor genetik atau gen dan diperoleh seseorang melalui pewarisan gen dari orang tua. Sementara itu, faktor lingkungan juga ikut berpengaruh terhadap sifat seseorang.

About eka kurniawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates