Tuesday , 23 May 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Seputar Tomcat, Cara Menghindari dan Mengatasinya

Seputar Tomcat, Cara Menghindari dan Mengatasinya

Seputar Tomcat, Cara Menghindari dan Mengatasinya

Seputar Tomcat, Cara Menghindari dan Mengatasinya

Seputar Tomcat, Cara Menghindari dan Mengatasinya

Seputar Tomcat, Cara Menghindari dan Mengatasinya – Tomcat merupakan sejenis kumbang rove atau staphylinidae (insecta: coleoptera: staphylinidae), dengan memiliki nama lokal seperti semut bersayap, atau semai katap, charile dan lain-lain. Spesies tomcat sendiri memiliki hampir sekitar 47.000 spesies. Habitan dari hewan ini adalah sawah dan padang rumput.

Kumbang ini memiliki kandungan toksin yang sangat berbisa di dunia, dimana terdapat cecair hemolimf yang ada di dalam badan kumbang ini. Toksin tersebut yang sangat bebrbisa itu dikenal dengan nama pederin (C24 H43 09 N) yang dinamakan pada tahun 1953an. Racunnya sendiri memiliki tingkat 12 kali lebih besar dari venom ular tedung. Dan bahkan kumbang rove ini meskipun dikeringkan dan disimpan selama 8 tahun masih tetap mengandung sebuah racun.

1. Cara menghindar serangan tomcat
Kurangi dalam penggunaan cagaya lampu di luar rumah pada waktu malam hari, karena kumbang rove ini sangat tertarik pada cahaya.

Sebaiknya, tiap sore menjelang malam, rumah agar disemprot dengan serangga, electric atau memasang kawat kasa agar serangga tidak masuk ke dalam rumah. Dan hindari duduk di depan teras rumah pada malam hari dengan cahaya. Apabila dihinggapi, jangan dpukul tetapi sebaiknya dihembuskan atau ditiup agar terbang lagi.

Apabila terkena, segeralah cuci pada bagian yang terserang dengan sabun dan air serta pakailah salep Acyclovir 5% dan meminum antibiotik neomycin sulfat 3 kali dalam sehari.

Jika menginginkan lebih aman pada malam hari, alangkah lebih baik tidur menggunakan kelambu, tapi jika tidak bisa pastikan telah disemprot dengan khusus serangga.

2. Tanda-tanda terkena serangan tomcat.
Tanda dari terkena serangan tomcat ini adalah terasa seperti kulit terbakar dan bentol-bentol merah yang berisi cairan nanah. Dan jangan juga digaruk karena racun yang dikeluarkan adalah zat asam, yang membuat kulit gatal, iritasi, melembung. Jika sudah demikian segera dibawa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut

3. Perkembangbiakan tomcat.
Kumbang ini sesungguhnya merupakan predator tanaman padi dengan musuh alaminya adalah wereng, tetapi karena berkurangnya lahan padi, kumbang ini lari ke daerah rumah penduduk. Biasanya serangga ini menyerang warga dan sering muncul adalah pada saat telah masa panen padi dan tebu, sekitar antara bulan maret sampai dengan april. Kumbang ini biasnya bertempat di atap yang lembab. Jika demikian, lalu semprotkan dengan anti serangga pada setiap sudut rumah penyemprotan dapat pula dilakukan dengan pestisidan Nabagi yang berbahan laos, daun mimba dan daun sereh.

4. Racun Tomcat
Cairan hemolimf merupakan racun yang terdapat pada tomcat di dalam badannya (kecuali sayap), dan sangat berbahaya apabila terkena racun ini. Biasnya serangga ini menjadi makanan burung, akan tetapi populasi burung yang berkurang sehingga perkembang biakan tomcat ini tidak terkendali hingga sampai ke pemukiman warga.

5. Cara Mengatasi jika sudah terkena gigiran Tomcat
Jika telah terkena serangan gigitan tomcat ini cara mengatasinya adalah dengan mencuci bagian yang terkena dengan sabun dan air, lalu kompres dengan air garam (1 sendok teh garam untuk 1 liter air. Meskipun banyak pada musim panen padi dan tebu yang terjadi antara bulan maret dan april, serangan ini dapat juga terjadi pada sepanjang tahun, yang puncaknya pada juli sampai september.

Apabila terjadi luka setelah digigit tomcat ini janganlah digaruk, karena racunnya bisa berpindah pada bagian lain kulit melalui cairan luka. Dan jika gigitan pada area mata dan selaput lendir, alangkah lebih baik segera ke dokter. Dengan penanganan dan pengobatan, luka akan membaik dalam waktu 10 sampai dengan 3 minggu dengan tanpa menimbulkan bekas. Akan tetapi, dapat membekas apabila melibatkan Dermis. Dan biasanya dokter akan segera menyarankan untuk menghindari sinar matahari di saat pengobatan, yang bertujuan agar tidak terjadi inflamasi luka yang mengakibatkan membekas kehitaman.

Demikianlah seputar tomcat mengenai bahaya serangan dan cara mengatasinya apabila terkena gigitan. Semoga bermanfaat.

About Pradini Anjar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates