Wednesday , 28 June 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Anak yang Pandai Hanya Dilahirkan dari Rahim Perempuan yang Pandai

Anak yang Pandai Hanya Dilahirkan dari Rahim Perempuan yang Pandai

Anak yang Pandai Hanya Dilahirkan dari Rahim Perempuan yang Pandai

Anak yang Pandai Hanya Dilahirkan dari Rahim Perempuan yang Pandai

Anak yang Pandai Hanya Dilahirkan dari Rahim Perempuan yang Pandai

Anak yang Pandai Hanya Dilahirkan dari Rahim Perempuan yang Pandai – Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)Linda Amalia Sari (Linda Gumilar), saat berdiskusi dengan sejuemlah remaja asal NTT di lobi Hotel Aston Kota Kupang, Jumat (19/5/2017) malam. Perjumpaan sore menjelang magrib terasa hangat, walaupun ruang lobi Hotel Aston Kupang terasa dingin karena embusan udara dari pendingan ruangan Air Condisioner (AC).

Pertemuan antara 11 orang anak remaja perempuan dan laki-laki dari sejumlah Kabupaten di Nusa tenggara Timur (NTT) itu dengan mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)Linda Amalia Sari (Linda Gumelar) bergulir membicarakan dan berdiskusi mengenai kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki.

Suasana yang sempat kaku diawal pertemuan tersebut mulai mencair tatkala Linda Gumelar mengajak para remaja untuk santai dan mengungkapkan semua hal yang diketahui para remaja, khususnya kesetaraan gender di wilayah NTT.

Para remaja yang tergabung dalam koalisi anak muda untuk perempuan atau Youth Coalition for Girl (YCG) secara bergantian menyampaikan persoalan kesetaraan gender di provinsi yang berbatasan dengan Negara Timor Leste dan Australia tersebut.

Perjumpaan remaja-remaja yang berumur kisaran 15-19 tahun yang berjumpa dengan Linda Gumelar dan difasilitasi dari Plan International Indonesia Area Timor Tiga orang perwakilan remaja masing-masing Koordinator YCG for Girl Kota Kupang, Rema Dubu, Priscilla Mariana dan Franklin Pito Jella, dengan bergantian menerangkan keadaan di NTT terutama tentang pemahaman keluarga berkaitan dengan persamaan hak tentang pendidikan di antara laki-laki dan perempuan, pernikahan di usia anak juga perdagangan manusia.

Menjadi seorang relawan pasti mempunyai kesepakatan dalam menerapkan nilai-nilai kesetaraan gender ke dalam kehidupan pribadi, lingkungan, dan organisasinya masing-masing. Ujar Koordinator YCG for Girl Kota Kupang Rema Dubu

Selain itu lanjut Rema, relawan ini juga secara aktif berjejaring satu sama lain dalam rangka mempromosikan hak anak perempuan melalui berbagai bentuk kontribusi, diantaranya ikut menulis cerita anak perempuan yang bisa langsung disampaikan melalui www.becauseiamagirl-indonesia.org dan terlibat dalam kegiatan yang mempromosikan hak anak baik secara online maupun offline.

“Kita juga membantu kaum muda atau anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual, dikasari, ditindas dan dibuli serta kekerasan dalam pacaran. Bahkan kesetaraan laki laki dan perempuan, keadaan perempuan masih di bawah maka kita anak muda sangat gencar untuk publikasi dan memperkenalkan tentang kesetaraan gender ini,”ujar Rema yang diamini dua rekannya yang lain, Franklin Pito Jella dan Priscilla Mariana, Jumat (19/5/2017) malam.

Dia mengharapkan bahwa, anak anak seusianya di NTT, dapat secepatnya bergabung dengan mereka di YCG dan hal itu dapat membangun NTT menjadi lebih baik. YCG sendiri dibentuk oleh Plan International Indonesia.

”Perempuan itu adalah mahkluk yang harus dilindungi dan kita harus ingat bahwa anak-anak yang pintar itu hanya dilahirkan dari rahim perempuan-perempuan yang pintar,”ujarnya.

Keinginan remaja asal NTT untuk memerjuangkan kesetaraan gender membuat Linda Gumelar mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh para remaja di NTT dan dia mengakui bahwa indeks pembangunan dan pemberdayaan gender masih harus ditingkatkan lagi karena masih ada jurang pemisah antara laki-laki dan perempuan.

Menurut Linda, kesetaraan antara laki-laki dan perempuan itu sudah jelas di dalam Undang- Undang bahwa harus diberikan hak yang sama.

“Tadi kami sementara ngobrol dengan para remaja ini dan banyak masukan dari mereka masih perlu didorong pola berpikir perempuan di NTT untuk bisa sejajar dengan laki-laki dan yang lainnya yakni problem tentang trafficking yang banyak dialami di NTT yang terus dilakukan koordinasi guna menguranginya,”ujar Linda.

Linda pun berharap, para remaja di NTT yang tergabung di dalam YCG ini bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air dan jangan berhenti belajar karena pendidikan yang baik bisa menghasilkan manusia yang baik.

Linda yakin dengan keberadaan dan dibentuknya kelompok YCG, maka dapat menghasilkan anak-anak NTT lebih baik.

Sementara itu, ditempat yang sama, Communication Specialist Plan International Indonesia Area Timor, Agus Haru, menjelaskan, dukungan koalisi anak muda ini sejalan dengan tujuan Plan International Indonesia yaitu memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan yang terus dilaksanakan melalui gerakan BIAAG atau Because I Am A Girl secara global.

Agus menambahkan, pada 11 Oktober 2016 yang merupakan hari anak perempuan international, mereka sukses melaksanakan event Sehari menjadi Menteri, Sehari menjadi Gubernur dan Sehari menjadi Bupati. YCG yang sudah dibuat oleh Plan International Indonesia ini menggapai kaum muda tidak cuma di daerah Plan International namun ada juga di daerah non-Plan International misalnya Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan dan Pulau Papua, Ujar Agus.

Di daerah NTT sendiri menjangkau di Kabupaten Sikka, Lembata, Nagekeo, TTS, TTU dan juga Kota Kupang.
“YCG atau koalisi anak muda untuk perempuan ini dibuat dengan harapan dapat terus mempromosikan kesetaraan untuk anak-anak perempuan di Indonesia. Anak perempuan juga memiliki kesempatan yang sama dengan anak laki-laki untuk belajar, menjadi pemimpin, mengambil keputusan dan juga berkembang,”ucapnya.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates