Tuesday , 12 December 2017
artikel terbaru :
Home » Uncategorized » Mengapa yang Jarang Pamer di Sosmed Justru Hidupnya Lebih Sukses dan Bahagia

Mengapa yang Jarang Pamer di Sosmed Justru Hidupnya Lebih Sukses dan Bahagia

Mengapa yang Jarang Pamer di Sosmed Justru Hidupnya Lebih Sukses dan Bahagia?

Mengapa yang Jarang Pamer di Sosmed Justru Hidupnya Lebih Sukses dan Bahagia?

Mengapa yang Jarang Pamer di Sosmed Justru Hidupnya Lebih Sukses dan Bahagia?

Mengapa yang Jarang Pamer di Sosmed Justru Hidupnya Lebih Sukses dan Bahagia? – Bagi sebagian kamu, media sosial mungkin tak ubahnya buku diari. Apa pun yang tengah kamu rasa dan alami tak segan kamu bagi di laman media sosialmu. Bukan sesuatu yang perlu diperkarakan memang. Tapi hal tersebut dapat berubah menjadi sesuatu yang menyebalkan kalau kamu berada sebagai orang lain yang membacanya. Bayangkan, disaat kamu membuka media sosialmu, dan dipenuhi dengan postingan orang lain yang pamer terhadap sesuatu atau mengumbar kemesraan dengan pasangan.

Dari sekian banyaknya orang yang suka memposting sesuatu yang pamer dan hal itu menyebalkan, ternyata masih terdapat beberapa orang yang memilih untuk memposting sesuatu yang bermanfaat di media sosial. Mereka yang tidak mau pamer di media sosial. Namun, walaupun terpandang jarang berbagi kebersamaan dengan pasangan, itu tidak menjadi patokan bahwa mereka tak punya prestasi atau kebahagiaan yang dapat dibagi. Di balik diamnya media sosial mereka, mereka itu justru memiliki kehidupan yang lebih sukses dan bahagia ketimbang mereka yang berisik di media sosial.

1. Jarang memposting pencapaian di media sosial itu tidak menjadi patokan mereka pribadi yang tertutup. Malahan menurut mereka pencapaian cukup dirayakan oleh orang-orang tersayang
Meski jarang memposting foto dirinya bersama teman-teman, nyatanya wajah Nicho muncul di banyak instagram teman-temannya. Jarang posting mukanya sendiri di akun pribadi, wajah Nicho lebih sering muncul di Instagram rekan-rekanya via tabloidbintang.com

Begitu banyaknya orang yang eksis, ternyata masih ada beberapa orang yang tidak mau pamer di media sosial mereka. Bagi mereka, segala pencapaian cukup dibagi pada orang-orang terdekat. Kejadian yang membahagiakan juga tak mesti diposting di media sosial mereka. Prestasi atau kebersamaan dengan teman dan pasangan tak harus setiap waktu di posting ke lini masa mereka. Tapi, foto mereka sendiri sering muncul di instagram teman-teman mereka, meski mereka tidak mempostingnya. Meski terkesan tertutup, nyatanya dibalik itu mereka punya kehidupan yang bahagia dan punya banyak teman.

2. dan ketika postingan mereka di traveling jauh dari kata pamer tapi lebih informatif. Bahkan muka sendiri seringkali tak pernah pajang
Di zaman sekarang ini, banyak orang yang suka untuk memposting perihal apapun ke media sosial mereka. Termasuk kegiatan traveling mereka. Tak masalah memang, karena itu menjadi hak siapa saja. Tetapi kalau foto itu menjadi sesuatu yang menyebalkan dan tujuan postingan foto traveling tersebut disertai dengan caption yang berkata pamer.

Foto yang mereka upload di media sosial mereka seringnya disertai dengan kata-kata atau kalimat yang jauh dari kata pamer. Bahkan seringnya, wajah mereka tak pernah kelihatan di sejumlah foto yang mereka posting. Karena bagi mereka traveling adalah momen untuk menyegarkan pikiran dan bukan untuk dipamerkan.

3. Bukan Cuma soal pencapaian, mereka biasanya pun tidak mengumbar kemesraan di media sosial. Meskipun memposting foto bersama pasangan, biasanya disertai caption yang meneduhkan
Sebaiknya, tidak mengumbar mesra di media sosial, tak berarti kehidupan percintaan mereka tidak berjalan bahagia. Mereka berprinsip bahwa kebersamaan dengan pasangan tak harus selalu diposting ke media sosial. Mereka Tidak melihatkan kedekatan fisik yang terlalu berlebih seperti postingan di atas, sudah cukup memperlihatkan status kalian sebagai pasangan.

4. Kebahagiaan atas semua pencapaian tidak mesti harus di like atau love di media sosial. Mereka yang tak lari di medsos, memiliki kebahagiaan yang lebih riil
Banyak orang yang suka memposting foto kebersamaan dengan teman-temannya, padahal dirinya selalu merasa sepi. Apa yang ditunjukkan di media sosial mereka untuk menutupi kehidupan mereka pada kenyataannya, yang terkadang merasa sepi dan kosong. Namun, dari sisi lain mereka berharap orang lain melihat mereka sebagai pribadi yang selalu bahagia.

5. Daripada sibuk membangun citra diri di media sosial, mereka lebih menyibukkan diri untuk mengusahakan mimpi. Pamer di media sosial hanya membuang-buang waktu
Sibuknya berprestasi membuat mereka tidak memiliki cukup waktu untuk memamerkan hal yang tidak penting di media sosial. Karena sekian banyak waktu mereka dipakai untuk mengusahakan cita-cita yang selama ini mereka impikan untuk menjadi nyata. Sekalipun kalau ada waktu untuk memposting sesuatu, sebaiknya ialah hal yang mengajak pada kebaikan.

6. Bagi mereka, media sosial adalah laman untuk menyebar kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat.
Daripada mengumbar-umbar soal penghargaan atau prestasi yang pernah diraih, mereka lebih senang mewarnai media sosial mereka dengan sesuatu kebaikan. Entah sekadar memposting quotes yang meneduhkan hati atau bahkan postingan tentang kegiatan amal. Selain itu, tanpa bermaksud untuk ria, mereka lebih senang membagi pengalaman mereka berkegiatan sosial. Dengan tujuan untuk menularkan virus berbuat baik. Media sosial adalah kemajuan teknologi yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebisa mungkin, semua postingan yang tersebar luas akan punya nilai kebajikan tersendiri.

Semoga kita jadi lebih bijaksana dalam hal memposting sesuatu di media sosial. Sebab tidak semua orang suka dengan apa yang kita posting. Yakinkan bahwa tujuan kita memposting sesuatu di media sosial bukan untuk pamer, tetapi didasari tujuan untuk mengajak pada kebaikan.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates