Wednesday , 28 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Penyebab Perut Terasa Penuh dan Kembung

Penyebab Perut Terasa Penuh dan Kembung

Penyebab Perut Terasa Penuh dan Kembung

Penyebab Perut Terasa Penuh dan Kembung

Penyebab Perut Terasa Penuh dan Kembung

Penyebab Perut Terasa Penuh dan Kembung – Perut yang mudah merasakan begah dan kenyang tentu akan sangat mengganggu dan tak nyaman karena Anda akan kehilangan nafsu makan secara tik langsung. Kondisi seperti ini juga diketahui sebagai perut kembung di mana perut pun dapat membesar. Umumnya, perut kembung ada kaitannya dengan apa yang Anda makan atau minum, tetapi tak sedikit juga yang dikarenakan oleh keadaan medis tertentu. Simaklah penjelasan di bawah ini :

1. Pankreatitis
Kondisi medis satu ini, terutama yang berada pada tahap akut, adalah peradangan yang dialami di bagian dalam pankreas. Namun pankreatitis tidaklah sama dengan pankreatitis kronis; untuk tingkat akut, radang yang dialami akan begitu singkat, sedangkan ini akan terjadi menahun pada kasus kronis.

Pemicu dari pankreatitis sendiri sebetulnya cukup banyak, dan sebagian besar adalah adanya batu empedu yang tersumbat. Kebiasaan mengkonsumsi alkohol juga menjadi faktor utama dari keadaan pankreatitis akut, tetapi bagi sebagian kasus tak diketahui jelas apa penyebabnya.

Sejumlah tanda atau gejala pun muncul selain dari perut terasa penuh, yaitu:
1. Diare
2. Mual yang bisa disertai muntah.
3. Nyeri tumpul yang hebat pada perut.
4. Demam
5. Bagian putih mata dan kulit berubah kuning.
6. Perut sakit dan bisa membengkak.

Guna mengatasinya, Anda harus menjalankan beberapa cara diagnosa yaitu:
1. Tes darah.
2. MRI/CT Scan/USG.
3. ERCP atau endoskopi pankreas.

Perawatan di rumah sakit adalah pengobatan yang terbaik dan paling suportif karena pasien akan diberikan cairan infus serta oksigen. Obat pengurang rasa sakit juga akan diberikan beserta pemberian nutrisi cair. Setelah 5-10 hari, pasien boleh pulang pada sebagian besar kasus pankreatitis.

2. Batu Empedu
Keadaan medis ini ialah sebuah kondisi di mana cairan yang ada pada kantong empedu yang berguna dalam mendukung pencernaan lemak mengeras. Itulah yang akan kemudian disebut batu empedu dengan ukuran dan jumlah yang berbeda-beda.

Ada sejumlah faktor risiko yang bisa saja memicu batu empedu:
1. Jenis kelamin.
2. Faktor usia (ialah lebih cenderung diderita orang dengan usia >40 tahun).
3. Obesitas
4.. Dampak pasca persalinan.

Beberapa tanda dibawah iniĀ  berpotensi untuk terjadi pada kasus batu empedu:
1. Hilangnya nafsu makan.
2. Gatal-gatal di permukaan kulit.
3. Lebih cepatnya detak jantung.
4. Sakit kuning atau hepatitis.
5. Demam tinggi.
6. Mual serta muntah-muntah.
7. Sakit perut yang menyertai perut terus terasa penuh.

Setelah mengetahui gejala-gejalanya, Anda perlu memastikan penyakit tersebut dengan metode diagnosa berikut:
1. Pemeriksaan darah.
2. USG/MRI/CT Scan.
3. Kolangiografi guna diperiksanya batu pada saluran pencernaan.

Untuk mengobati atau menangani penyakit batu empedu, Anda perlu mempertimbangkan langkah berikut:
1. Perubahan pola makan.
2. Asam ursodeoksikolat untuk batu empedu kecil.
3. ERCP atau kolangiopankreatografi retrograd endoskopik.
4. Kolesistektomi sayat terbuka.
5. Kolesistektomi laparokoskopik.

3. Penyakit Crohn
Penyakit ini adalah sebuah peradangan usus yang bisa terjadi secara jangka panjang yang dapat menyerang lapisan dinding sistem pencernaan secara menyeluruh. Keadaan ini lebih kerap diderita di bagian terakhir usus besar atau usus kecil.

Ada beberapa faktor risiko yang mampu menyebabkan seseorang dapat dengan mudah mengalami penyakit Crohn:
1. Gangguan sistem daya tahan tubuh.
2.Faktor genetik.
3. Infeksi
4. Kebiasaan merokok.
5. Faktor usia (lebih cenderung dialami orang <30 tahun).

Selain perut terasa selalu penuh dan kembung, ada sejumlah tanda atau gejala lainnya:
1. Perut sakit dan kram.
2. Merasa cepat lelah.
3. Feses keluar bersama darah dan lendir.
4. Diare
5. Demam
6. Kehilangan nafsu makan.
7. Turunnya berat badan secara drastis.

Beberapa cara diagnosa yang bisa dilakukan guna memastikan keadaan dan mengatasinya:
1. Pemeriksaan awal.
2. Pemeriksaan darah.
3. Pengambilan sampel tinja.
4. Kolonoskopi
5. Menelan kapsul endoskopi nirkabel.

Untuk menangani sekaligus mengurangi gejala yang timbul, pengobatan berikut adalah yang paling umum diberikan:
1. Imunosupresan untuk mengurangi inflamasi.
2. Kortikosteroid
3. Operasi

4. Kanker Usus Besar
Perut yang kerap terasa penuh juga dapat disebabkan oleh kanker usus besar. Pada umumnya, akan ada gumpalan-gumpalan sel ukuran kecil yang terbentuk dan ini disebut juga dengan polip adenoma.

Faktor kanker mesti sangat banyak dan dibawah ini yang termasuk paling umum:
1. Merokok
2. Minum minuman keras.
3. Kurang asupan serat.
4. Konsumsi daging merah terlalu banyak.
5. Usia >60 tahun.
6. Obesitas
7. Kurang olahraga.
8. Mengalami diabetes.
9. Gangguan pencernaan.
10. Mengalami sindrom Lynch.
11. Faktor genetik.

Selain adanya rasa perut yang penuh, tanda-tanda lainnya antara lain adalah:
1. Perut kram dan nyeri.
2. Tubuh cepat merasa lelah.
3. Turunnya berat badan secara drastis.
4. Feses yang berubah teksturnya.
5. Feses keluar bersama dengan darah.
6. Hilang selera makan.
7. Sembelit
8. Diare

Pemeriksaan pun perlu dilakukan dan ada 2 metode diagnosa yang dibutuhkan. Kolonoskopi dan kolonoskopi virtual adalah pemeriksaan yang perlu dilakukan setelah merasakan gejala-gejalanya.

Ada 3 metode pengobatan paling umum dan utama yang bisa didapat, yaitu:
1. Kemoterapi
2. Radioterapi eksternal/internal.
3. Operasi

5. Kanker Ovarium
Kanker jenis ini adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di bagian indung telur. Kanker yang diderita oleh wanita ini tak memandang usia penderitanya, namun kondisi ini lebih cenderung sering dialami oleh para wanita yang telah menopause.

Bermacam-macam penyebab bisa menjadi peningkat potensi bagi seorang wanita menderita jenis kanker ini:
1. Kebiasaan merokok.
2. Menderita endometriosis.
3. Melakukan terapi pergantian hormon estrogen dengan dosis besar dan jangka panjang.
4. Faktor genetika.
5. Faktor usia, karena cenderung dialami wanita dengan umur >50 tahun.
6. Penggunaan alat kontrasepsi IUD.
7. Melakukan proses pengobatan kesuburan.
8. Mengalami menstruasi sebelum umur menginjak 12 tahun ditambah dengan mengalami menopause sesudah usia menginjak 50 tahun.
9. Tak pernah hamil.

Beberapa metode diagnosa sangat perlu dilakukan untuk dapat menangani penyakit kanker ovarium:
1. Pemeriksaan fisik.
2. Tes darah
3. USG/MRI/CT Scan/rontgen dada.
4. Biopsi

Setiap penderita kanker ovarium akan diberikan penanganan yang berbeda-beda tergantung dari tingkat atau stadium kanker itu sendiri. Bahkan harapan untuk hamil serta kondisi kesehatan juga menjadi pertimbangkan sebelum melakukan pengobatan. Namun untuk langkah pengobatan paling utama, dokter pasti akan menyarankan pasien untuk operasi dan kemoterapi.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates