Tuesday , 26 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Faktor Penyebab Epilepsi pada Orang Dewasa

Faktor Penyebab Epilepsi pada Orang Dewasa

Faktor Penyebab Epilepsi pada Orang Dewasa

Faktor Penyebab Epilepsi pada Orang Dewasa

Faktor Penyebab Epilepsi pada Orang Dewasa

Faktor Penyebab Epilepsi pada Orang Dewasa – Penderita penyakit epilepsi akan mengalami gangguan secara fisik yang dapat mengakibatkan tekanan psikologis. Para penderita dengan kondisi epilepsi dapat berusaha untuk mengurangi atau menghilangkan rasa khawatir sebab kejang dapat terjadi kapan saja. Epilepsi atau pada umumnya disebut dengan penyakit sawan atau penyakit ayan.Penyakit ini diakibatkan karena seseorang mengalami gangguan syaraf. Epilepsi merupakan kelainan sebagai dampak terjadinya sinyal listrik yang berlebihan serta mengakibatkan gangguan terhadap syaraf pada penderitanya.
Terdapat 6 faktor penyebab yang akan sangat mempengaruhi terjadinya penyakit epilepsi terhadap seseorang. Berikut merupakan penyebab epilepsi yang harus diketahui sebagai berikut:

1. Pengaruh Genetik
Pengaruh genetik ini merupakan faktor penyebab yang sangat sulit dalam menghindarinya. Apabila seseorang memiliki riwayat epilepsi di dalam keluarganya maka anggota yang lain berpotensi besar dapat terkena penyakit epilepsi ini. Akan tetapi tergantung dari garis keturunannya, apabila sangat jauh maka kemungkinananya akan cukup jauh. Akan tetapi apabila orang tua terutama Ibu mengalami epilepsi, sehingga hampir pasti dapat mengalami penyakit yang sama.

2. Trauma pada kepala
Epilepsi merupakan gangguan yang dapat terjadi pada syaraf, sedangkan yang diketahui bahwa kerja dari syaraf diatur oleh otak. Cedera di kepala yang diakibatkan oleh adanya benturan atau pun akibat jatuh dapat mengakibatkan fungsi otak bisa terganggu untuk mengatur sel – sel syaraf. Dampaknya, dapat terjadi konslet secara mendadak di syaraf yang bersumber pada bagian otak yang mengalami cedera.

3. Penyakit medis
Organ otak sangatlah penting untuk mengatur seluruh bagian sistem syaraf tubuh. Selain diakibatkan oleh adanya benturan, kerusakan ada fungsi otak juga dapat diakibatkan oleh adanya penyakit yang dapat disebabkan oleh virus serta tumor. Kerusakan otak yang diakibatkan karena serangan penyakit stroke serta penyakit jantung bisa megakibatkan epilepsi.

4. Demensia
Kerusakan pada otak lainnya bukan diakibatkan karena masalah eksternal misalnya adanya benturan ataupun virus penyakit, namun melainkan akibat penyakit internal yang diakibatkan oleh faktor usia sendiri misalnya demensia. Penyakit demensia ini juga menjadi faktor penyebab terjadinya epilepsi terhadap orang dengan usia yang lanjut.

5. Cedera sebelum melahirkan
Perlu di ketahui bahwa janin dalam kandungan akan rentan mengalami kondisi epilepsi. Diakibatkan karena mengalami kekurangan asupan nutrisi serta kekurangan pasokan oksigen di dalam kandungan.

6. Perkembangan penyakit lain
Penyakit – penyakit lainnya yang dapat mempengaruhi perkembangan pada fungsi otak yakni adanya penyakit lain misalnya down syndrome atau ADHD, Autis, pada anak yang bisa meningkatkan resiko mengalami penyakit epilepsi.

Kejang penyebab epilepsi bisa dipicu oleh beberapa faktor penyebab, diantaranya:
1. Kelalaian dalam meminum obat
2. Pola makan yang tidak teratur
3. Perasaan senang serta sedih yang berlebihan
4. Karena sakit serta mengalami demam tinggi
5. Bahaya alkohol serta bahaya narkoba
6. Perubahan kondisi hormonal seperti menstruasi pada wanita.

Faktor penyebab kejangnya memang tidak dapat diketahui dengan pasti, akan tetapi terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk dapat menolongnya, seperti :

1. Amankan penderita dari suatu benda- benda yang berbahaya, serta jangan sampai penderitanya membentur – benturkan bagian kepalanya.

2. Rebahkan badan penderita dengan posisi miring ke samping supaya lidahnya tidak menutupi untuk jalannya bermafas.

3. Biarkan penderita untuk bergerak semaunya, janganlah meletakkan benda keras di dalam mulutnya agar dapat mencegah supaya gigi tidak patah seandainya di gigit dan dapat menghalangi jalan untuk bernapas.

4. Setelah serangan mulai reda, biarkan penderita untuk istirahat.

5. Pemberian obat supositoria dapat diberikan agar dapat menghentikan kejang, harus sesuai dengan resep dokter.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates