Wednesday , 13 December 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Jenis Buta Warna dan Cara Mengetahuinya

Jenis Buta Warna dan Cara Mengetahuinya

Jenis Buta Warna dan Cara Mengetahuinya

Jenis Buta Warna dan Cara Mengetahuinya

Jenis Buta Warna dan Cara Mengetahuinya

Jenis Buta Warna dan Cara Mengetahuinya – Banyak orang mengira bahwa seorang penderita buta warna hanya bisa mengenali warna hitam dan putih saja. Bukan suatu hal yang salah, namun pada dasarnya justru yang paling umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah penderita buta warna malah mampu melihat berbagai macam warna, tapi tak dapat mengenali atau melihat warna hijau dan merah.

Buta warna total adalah kategori untuk penderita yang sama sekali tak bisa melihat warna-warna lain selain hitam dan putih. Sementara buta warna parsial adalah kondisi di mana penderita hanya bisa melihat warna hijau atau merah. Ada baiknya untuk mengenali satu per satu jenis buta warna yang paling umum dijumpai.

Monochromacy atau Buta Warna Total
Tentu kita setidaknya pernah tahu atau mendengar istilah monochrome di mana hasil warna yang dilihat adalah hitam dan putih. Monochromacy ini juga dikenal dengan sebutan akromatopsia, yakni kondisi seseorang yang hanya punya sebuah pigmen cones atau disfungsi akan seluruh cones cell/sel kerucut. Itu artinya, penderita hanya memiliki satu pigmen kerucut saja atau yang disebut dengan istilah monokromat rod atau batang. Keluhan paling umum pada penderita buta warna total adalah silau. Nisgtagmus juga salah satu sifat autosomal resesif. Di bawah ini ialah keterangan lebih detail mengenai bentuk dari buta warna total pada penderita:

1. Monokromatisme cone atau kerucut – Pada kondisi ini, hanya ada sedikit cacat saja pada penderitanya dan merupakan hal yang tak begitu serius. Tidak ada nistagmus dan bahkan ketajaman penglihatan berada pada tahap atau tingkat normal.

2. Monokromatisme rod atau batang/akromatopsia pada kedua mata etrdapat kelainan bersama dengan kondisi lain seperti ketajaman penglihatan yang tak ada 6/60. Ada pula yang merasakan gejala skotoma sentral, fotofobia juga nistagmus pada keadaan akromatopsia. Kemungkinan ini bakal terjadi yang diakibatkan oleh kelainan sentral sehingga penglihatan akhirnya terganggu dan kehilangan fungsi melihat warna total. Saat diperika, umumnya akan diketemukan makula yang ada di mata dengan pigmen abnormal.

Anomalous Trichromacy
Masih ada pula jenis dari buta warna yang disebut dengan istilah anomalous trichromacy di mana gangguan penglihatan warna bisa dipicu oleh faktor keturunan alias genetik maupun kerusakan mata sesudah memasuki usia dewasa. Terdapat 3 sel kerucut yang lengkap yang dipunyai oleh para penderita anomalous trichromacy, namun yang menjadi masalah di sini ialah kerusakan mekanisme dari tingkat sensitivitas salah satu dari 3 sel tersebut.
Pada dasarnya, penderita buta warna pada jenis ini mampu melihat berbagai macam warna seperti orang yang normal dan tak memiliki masalah. Hanya saja, ada interpretasi berbeda pada penglihatan warna tersebut dari interpretasi yang ditangkap oleh yang memiliki penglihatan warna normal.

Protanomali merupakan tipe anomalous trichromacy satu ini ialah keadaan di mana ada kelainan yang terjadi terhadap long-wavelength (red) pigment yang mengakibatkan dari sensitivitas warna merah yang menurun dan menjadi lebih rendah. Kondisi seperti  ini yang dinamakan kalau penderita tipe anomalous trichromacy ini tak memiliki kemampuan untuk membedakan warna ataupun melihat kombinasi warna yang dilihat oleh orang-orang dengan mata normal. Keluhan pada tipe buta warna ini, penderita akan mengalami penglihatan yang buram terutama ketika melihat warna spektrum merah. Kondisi ini yang bisa  menjadi faktor pemicu dari timbulnya kesalahan dalam membedakan warna hitam dan merah pada mata.

Selain protanomali, ada jug deutronomali, yaitu jenis kondisi buta warna di mana kelainan bentuk pigmen middle-wavelength (green) merupakan faktornya. Inilah yang disebut dengan cacat pada warna hijau yang artinya perlu lebih banyak warna hijau. Pada kondisi ini, tentunya seorang penderita tak akan mampu melihat warna hijau dengan normal, kebalikan dari protanomali tadi.

Trikromat anomali, pada keadaan buta warna jenis ini, kelainan ditemui pada short-wavelength pigment (blue) atau nama lain ada kelainan pada pigmen biru. Ditemukan pada kondisi ini terjadi pergeseran ke area hijau dari spektrum merah. 3 pigmen kerucut pada penderita memang lengkap, namun inilah jenis di mana ada 1 kerucut yang tak normal. Mungkin terdapat gejala kalau letak gangguan cuma terjadi di satu pigmen kerucut. Bahkan perbandingan merah hijau pada anomali ini yang dipilih pada anomaloskop tidaklah sama bila dibandingkan dengan orang normal.

Dichromacy

Dalam buta warna, ada pula yang dinamakan dengan dichromacy dan jenis ini adalah ketiadaan salah satu dari 3 sel kerucut atau bisa juga merupakan disfungsi dari salah satu 3 sel kerucut tersebut. Dikromatis otomatis dialami oleh seseorang sebagai akibat dari disfungsi tersebut.

Ketika salah satu sel pigmen pada kerucut tak berfungsi, gangguan penglihatan akan terjadi pada warna-warna tertentu. Menurut kerusakan pigmen, dichromacy ini dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

1. Titranopia

Pada kondisi titranopia, hal ini ditandai dengan tak dimilikinya short-wavelength cone oleh seseorang. Ketika menderita tritanopia ini, pastinya penderita akan mengalami kesulitan disaat mesti membedakan antara warna kuning dan biru dari spektrum cahaya yang terlihat. Buta warna biru-kuning adalah nama lain bagi kondisi tritanopia ini dan kasus ini adalah yang paling jarang.

2. Deutranopia

Pada kondisi satu ini, gangguan penglihatan yang terjadi diketahui penyebab utamanya adalah ketiadaan photoreceptor retina hijau. Itulah yang kemudian menyebabkan penglihatan seseorang tak mampu berfungsi normal terhadap warna tertentu. Gejala pertama timbulnya timbulnya kesulitan di waktu membedakan hue warna hijau dan merah yang menjadi diistilahkan sebagai red-green hue discrimination.

3. Protanopia

Protanopia keadaan tidak adanya photoreceptor retina merah penyebab utamanya. Penderita pada buta warna jenis ini akan menjadikannya tak memiliki penglihatan terhadap warna merah saja. Jadi bila ada yang tak mampu melihat warna hijau saja, maka untuk kasus ini hanya warna merah yang tak dapat dilihat.

Banyak orang mengira bahwa seorang penderita buta warna hanya bisa mengenali warna hitam dan putih saja. Bukan suatu hal yang salah, namun pada dasarnya justru yang paling umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah penderita buta warna malah mampu melihat berbagai macam warna, tapi tak dapat mengenali atau melihat warna hijau dan merah.

Buta warna total adalah kategori untuk penderita yang sama sekali tak bisa melihat warna-warna lain selain hitam dan putih. Sementara buta warna parsial adalah kondisi di mana penderita hanya bisa melihat warna hijau atau merah. Ada baiknya untuk mengenali satu per satu jenis buta warna yang paling umum dijumpai.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates