Monday , 25 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Pikiran Negatif Bisa Membunuh DNA

Pikiran Negatif Bisa Membunuh DNA

Pikiran Negatif Bisa Membunuh DNA

Pikiran Negatif Bisa Membunuh DNA

Pikiran Negatif Bisa Membunuh DNA

Pikiran Negatif Bisa Membunuh DNA – Apakah Anda merasa akan marah saat seseorang memotong antrian Anda di depan kasir supermarket? Apakah anda akan berfikir bahwa dia malas untuk mengantri? Apakah Anda berpikir dia sengaja melakukannya? Apakah dia sedang terburu-buru?

Atau kejadian lainnya seperti ada yang menyalip anda ketika sedang mengendarai motor kemudian anda merasa tidak suka. Ketika dia berbelok begitu saja. Ketika di dalam kereta para wanita tidak memberikan tempat duduk khusus untuk lansia atau ibu hamil. Atau kejadian lainnya yang membuat kalian akan berfikir negative dan emosi yang tinggi. Naht…. hati-hati, Anda memperpendek hidup Anda. Ahli biologi molekul Elizabeth BlackBurn, pemenang Hadiah Nobel di bidang medis pada 2009 dan psikolog kesehatan Elissa Epel mengatakan jika pikiran negatif bisa membunuh DNA.

Mereka menulis sebuah buku baru yang berjudul “The Telomere Effect”, apabila pikiran-pikiran negatif dapat merusak kesehatan dalam tingkat DNA. Penelitian menunjukkan jika gaya hidup, hubungan sosial, dan lingkungan mempengaruhi genetis seseorang. Sekalipun seseorang lahir dengan seperangkat gen tertentu, cara dia hidup dapat mempengaruhi bagaimana dia mengekspresikan diri sendiri.

Elizabeth dan Elissa berkata jika komponen DNA yang disebut telomere menentukan seberapa cepat sel-sel Anda menua. Telomere yang pendek ialah merupakan salah satu sebab utama mengapa sel-sel manusia menua. Tapi hasil uji coba laboratorium menunjukkan telomere bisa bertumbuh panjang. Dalam kata lain, penuaan bisa dipercepat atau diperlama. Dalam beberapa aspek bahkan dibalik.

Orang yang marah saat antriannya dipotong tadi adalah contoh dari permusuhan sinis. “Orang yang memiliki skor tinggi pada permusuhan sinis cenderung beresiko terkena penyakit kardiovaskular, penyakit metabolisme dan seringkali mati lebih muda. Mereka juga memperpendek telomere,” ujar kedua peneliti.

Pesimisme juga memperpendek telomere. “Ketika para pesemis menderita penyakit yang berhubungan dengan penuaan seperti kanker atau penyakit jantung, penyakit itu cenderung bertambah parah lebih cepat. Mereka cenderung mati lebih awal,” kata keduanya memperingatkan.

Terus memikirkan situasi buruk juga merusak. “Terus memikirkan situasi buruk tidak pernah memberikan solusi, hanya membuat pikiran kita lebih sibuk..Saat Anda sibuk memikirkan situasi buruk, stres berada di dalam tubuh lebih lama walaupun alasan untuk stres sudah berakhir,” tulis keduanya. Hasilnya ialah depresi dan kekhawatiran yang membuat telomere lebih pendek.

Mencoba menekan pikiran dan perasaan justru membuat situasi lebih buruk. “Semakin kuat Anda menekan pikiran Anda, semakin lebih keras mereka berusaha mencuri perhatian Anda. Dalam sebuah penelitian kecil, semakin besar usaha menghindari perasaan dan pikiran negatif semakin pendek telomere,” terang keduanya.

Dan kurang fokus mengakibatkan buruk untuk telomere karena ketika orang tidak memikirkan tentang apa yang mereka lakukan, mereka tidak sebahagia ketika pikiran mereka benar-benar terlibat. “Untuk membalikkan kerusakan pada telomere, cobalah meditasi dan lari jarak jauh,” saran kedua peneliti.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates