Monday , 23 October 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Gonta-ganti Shampoo Membuat Rambut Rusak, Mengapa?

Gonta-ganti Shampoo Membuat Rambut Rusak, Mengapa?

Gonta-ganti Shampoo Membuat Rambut Rusak, Mengapa?

Gonta-ganti Shampoo Membuat Rambut Rusak, Mengapa?

Gonta-ganti Shampoo Membuat Rambut Rusak, Mengapa?

Gonta-ganti Shampoo Membuat Rambut Rusak, Mengapa? – Untuk kebanyakan orang, shampo merupakan keperluuan sehari-hari sekadar untuk mencuci rambut. Namun bagi sebagian orang lainnya, memilih shampo juga bisa jadi ritual yang menyenangkan karena kita bisa mencoba berbagai merek yang berbeda, dengan fungsi yang bermacam-macam, dan wangi yang berbeda-beda. Oleh karena itu tidak harus merasa heran kalau kebanyakan orang, terutama wanita, mempunyai lebih dari satu botol shampo di kamar mandi, untuk dipakai bergantian sesuai mood dan keperluan.

Tapi apakah rambut kita baik-baik saja jika kita selalu gonta-ganti merek shampo?

Dua pendapat berlawanan dari para ahli

Berita kalau suka menggonta-ganti shampo dapatmembuat rambut rusak memang sudah lama beredar, membuat banyak orang memilih untuk setia pada satu shampo saja demi kesehatan rambut. Namun, banyak ahli justru berpendapat bahwa berganti-ganti shampo secara teratur adalah ide yang baik, karena mereka percaya menggunakan satu shampo yang sama terus menerus tidak baik untuk rambut.

Mengganti shampo setiap minggu atau bahkan setiap hari, dapat jadi lebih baik untuk rambut. Menurut para ahli, banyak shampo lama-lama jadi kurang efektif setelah digunakan secara rutin, jadi, menggantinya dari waktu ke waktu adalah salah satu cara untuk membuat shampo tetap efektif dan rambut tetap terjaga keindahannya.

Tapi, sebentar. Saat ini para dermatologis ikut buka suara dan berkata kalau mengganti shampo terlalu sering justru akan berakibat buruk untuk rambut, misalnya mengakibatkan dermatitis kulit kepala, yang dalam beberapa kasus mampu menyebabkan rambut rontok.

Jadi, baiknya gimana? Berganti-ganti shampo atau memilih satu yang terbaik untuk rambut kita?

Kenali dulu dermatitis kulit kepala
Dermatitis kulit kepala adalah kondisi kulit kepala yang membuat gatal, kemerahan, dan iritasi, terkadang dibarengi dengan ketombe atau serpihan kulit yang lepas dan sering terlihat.

Mengganti shampo terlalu sering adalah salah satu alasan kenapa orang-orang bisa terkena kondisi ini, karena kulit kepala mereka jadi iritasi akibat shampo yang mereka gunakan. Umumnya terjadi sebab shampo mengandung parfum, pewarna buatan, dan bahan-bahan lain yang dapat membuat kulit iritasi. Banyak penyebab yang juga memicu dermatitis kulit kepala, termasuk perubahan kelembapan, stres, trauma seperti menggaruk kulit kepala berlebihan, dan bahkan perubahan musim. Keadaan ini dapat dimulai dengan ketombe ringan pada area tertentu, namun dalam beberapa kejadian, seluruh kulit kepala dapat tertutup ketombe. Kira-kira sekitar 15%-20% populasi manusia menderita ketombe!

Apa itu dermatitis seboroik?
Dermatitis seboroik mirip dengan dermatitis kulit kepala, tapi kondisi ini membuat kulit kuning atau putih, tidak hanya di kulit kepala, tapi kadang-kadang juga di alis. Seringnya pengobatan semacam ini diatasi langsung oleh dermatologis atau dokter kulit, sebab kalau dibiarkan dapat menyebabkan rambut rontok, walaupun jarang terjadi. Kondisi ini bisa dibilang iritasi kulit kepala yang lebih parah.

Lalu, apakah Anda bisa terkena dermatitis seboroik? Sayangnya kondisi ini bisa menyerang siapa saja, simak saja beberapa poin berikut:

1. Pria ataupun wanita, meskipun pria lebih mudah dan sering menderita kondisi ini dibanding pria.

2. Orang dewasa berusia sekitar 40 tahun ke atas dan biasanya orang yang baru memasuki masa-masa pubertas. Bayi mungkin hanya menderita apa yang kita sebut “cradle cap”. Anak-anak yang berketombe mungkin memiliki infeksi jamur di kepalanya.

3. Orang-orang yang menggunakan obat-obat tertentu, yang bisa memicu kondisi atau menyebabkannya mengganas.

Jika Anda mengira ini mungkin masalahnya, bicarakan dengan dokter untuk kemungkinan menggunakan obat lain.

Jadi bolehkah berganti-ganti shampo?
Umumnya, keadaan rambut setiap orang berbeda-beda, dan reaksi kulit kepala juga rambut terhadap produk perawatan juga berbeda-beda. Jika Anda sudah menemukan shampo yang pas dan cocok dengan Anda, gunakanlah.
Jika Anda selama ini suka berganti-ganti shampo secara teratur dan tidak memengaruhi rambut Anda (atau malah membuat rambut Anda terlihat lebih baik), lanjutkan.

Ketika Anda merasakan hal yang berbeda disaat Anda mengganti shampo atau mencoba memakai shampo merek baru, dan kulit kepala Anda terasa iritasi bahkan gatal, atau malahan membuat rambut rontok, naht, sebaiknya Anda berhenti memakai shampo baru tersebut dan balik lagi ke shampo lama yang sudah cocok.

Dalam banyak kasus, menggunakan shampo anti ketombe dan menggunakannya selama kurang lebih tiga bulan bisa jadi jawaban apakah Anda menderita ketombe biasa atau apakah Anda mengidap dermatitis kulit kepala yang lebih serius.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates