Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman Tomat

Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman Tomat

Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman Tomat

Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman Tomat

Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman Tomat

Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman Tomat – Defisiensi (kahat) unsur hara adalah kekurangan material (bahan) yang berupa makanan bagi tanaman untuk melangsungkan hidupnya. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda tergantung dari jenis tanamannya, ada jenis tanaman yang rakus makanan dan adapula yang biasa saja. Jika unsur hara di dalam tanah tidak tersedia, maka pertumbuhan tanaman akan terhambat dan produksinya menurun. Para petani tidak mungkin dapat mengetahui atau mengecek kandungan hara dalam tanah setiap saat. Untuk dapat mengetahui ketersediaan unsur har tanah, salah satu upayanya adalah dengan mengetahui gejala defisiensi unsur hara pada tanaman, salah satunya tanaman tomat.

Gejala defisiensi unsur hara pada tanaman tomat yaitu :

1. Nitrogen (N), ditandai dengan warna daun berubah menjadi hijau muda kemudian menjadi kuning sempurna, jaringan daun mati dan mengering berwarna merah kecoklatan. Bentuk buah tidak sempurna, ukurannya kecil, berwarna kekuningan dan masak sebelum waktunya. Cara penanganannya dengan menambahkan pupuk kimia berupa urea (N=46 %), ZA (N=21 %), KNO3, NPK serta pupuk daun kandungan N tinggi.

2. Fosfor (P), ditandai dengan warna bagian bawah daun terutama tulang daun merah keunguan, daun melengkung dan terpelintir. Tepi daun, cabang dan batang juga berwarna ungu. Hal ini menyebabkan terhambatnya sistem perakaran dan pembuahan. Cara penanganannya dengan menambahkan pupuk kimia SP36 (P=36 %), NPK, MKP serta pupuk daun kandungan P tinggi.

3. Kalium (K), ditandai dengan mengerutnya daun terutama daun tua meski tidak merata. Tepi dan ujung daun menguning yang kemudian menjadi bercak coklat lalu gugur sehingga daun tampak bergerigi dan akhirnya mati. Buah yang terbentuk tidak sempurna, kecil, kualitas jelek dan tidak tahan lama. Cara penanganannya dengan menambahkan pupuk kimia KCl (K=52 %), NPK, MKP serta pupuk daun kandungan K tinggi.

4. Sulfur (S), ditandai dengan warna daun muda mengalami klorosis, berubah menjadi hijau muda, kadang-kadang tampak tidak merata, menguning atau keputih-putihan. Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga menjadi kerdil, berbatang pendek, dan kurus. Cara penanganannya dengan menambahkan pupuk kimia ZA (S=20 %), Phonska (S=10 %) serta pupuk daun yang mengandung unsur S.

5. Kalsium (Ca), ditandai dengan pertumbuhan kuncup yang terhenti dan mati, pertumbuhan tanaman lemah, tepi daun muda mengalami klorosis, buah muda banyak yang gugur dan masak sebelum waktunya, warna buah tidak sempurna. Cara penanganannya dengan menambahkan kapur dolomite (Ca=38 %), kalsium karbonat (Ca=90 %) serta pupuk kalsium kandungan Ca 80-99 %.

6. Magnesium (Mg), ditandai dengan daun tua yang awalnya berwarna hijau segar berubah menjadi kekuningan dan tampak pucat. Diantara tulang-tulang daun mengalami klorosis, warna berubah menjadi kuning, terdapat bercak-bercak kecoklatan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau. Cara penanganannya dengan menambahkan pupuk kimia kieserite, kapur dolomite (Mg=18 %) serta pupuk daun yang banyak mengandung unsur Mg.

7. Unsur Mikro

a. Besi (Fe), ditandai dengan pada daun muda berubah menjadi warna kuning, pertumbuhan tanaman terhambat, daun berguguran, pucuk akan mati, tulang daun yang berwarna hijau berubah kekuningan kemudian memutih, pertumbuhan tanaman terhenti.

b. Boron (B), ditandai dengan tepi daun mengalami klorosis yang bermula dari bawah daun kemudian mengering dan akhirnya mati. Pada tanaman bercabang, ruas tanaman memendek, batang keropos, cabang tumbuh sejajar berdampingan.

c. Tembaga (Cu), ditandai dengan daun berwarna hijau kebiru-biruan, ujung daun tidak merata dan layu, mengalami klorosis meskipun jaringannya tidak mati, tanaman kerdil dan gagal menghasilkan bunga.

d. Mangan (Mn), ditandai dengan pertumbuhan tanaman kerdil, daun berwarna kekuningan atau kemerahan, jaringan daun di beberapa tempat mati serta biji yang terbentuk tidak sempurna.

e. Seng (Zn), ditandai dengan daun tua berwarna kekuningan atau kemerahan, berlubang, mengering dan akhirnya mati.

f. Molibedenum (Mo), ditandai dengan warna daun memudar, keriput, mengering, pertumbuhan tanaman terhenti dan akhirnya mati.

Cara penanganan kekurangan unsur mikro (Fe, B, Cu, Mn, Zn, Mo, dll) adalah dengan menambahkan pupuk organik (pupuk daun) yang tinggi kandungan mikro lengkap, pemberian pupuk organik cair untuk pemupukan susulan.

About eka kurniawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates