Friday , 23 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Ketika Sahur

Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Ketika Sahur

Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Ketika Sahur

Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Ketika Sahur

Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Ketika Sahur

Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Ketika Sahur– Salah satu waktu makan yang penting saat masa puasa adalah sahur. Yang harus Anda perhatikan pada saat sahur adalah Anda mengonsumsi makanan yang akan menjadi energi Anda selama kurang lebih 12 jam ke depan selama berpuasa. Sehingga, Anda harus benar-benar memperhitungkan jenis makanan seperti apa yang Anda konsumsi.

Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari ketika makan sahur:

1. Kopi
Salah satu alasan mengapa kopi sebaiknya Anda hindari saat sahur adalah karena sifat kopi yang laksatif. Anda mungkin menyadari frekuensi ke toilet Anda bertambah setelah mengonsumsi kopi. Hal ini disebabkan terdapat komponen dalam kopi yang menstimulasi kerja usus besar sehingga tubuh kemudian membuang sisa pencernaan lebih cepat. Selain itu, sifat asam pada kopi juga dapat mengganggu kenyamanan perut Anda. Komponen yang disebut chlorogenic acid dapat memicu naiknya kadar keasaman perut serta meningkatkan produksi asam lambung. Komponen yang lain pada kopi juga mampu mempercepat kerja sistem pencernaan.

2. Makanan asin

Selain tentunya dapat menyebabkan hipertensi, makanan asin ternyata dapat menstimulasi rasa haus. Anda pasti tidak ingin merasa haus sepanjang hari karena makanan asin yang Anda makan saat sahur. Contoh makanan yang dapat Anda hindari ketika sahur sehingga terhindar dari rasa haus ialah acar, kacang yang diasinkan, kuaci, serta makanan kaleng lainnya. Jenis makanan tersebut termasuk yang memiliki kadar garam tinggi sehingga dapat memicu rasa haus. Anda juga dapat mengurangi jumlah garam dan penyedap yang Anda gunakan dalam masakan.

3. Karbohidrat sederhana

Ketika Anda berpuasa, tubuh Anda tidak memperoleh asupan sampai lebih dari 12 jam, oleh karena itu Anda tetap haru memakai energi untuk bekerja dan beraktivitas. Jika pada saat sahur tubuh Anda tidak mendapat bahan bakar yang cukup, maka bukan tidak mungkin Anda cepat merasa lelah selama puasa. Pada saat sahur, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang termasuk dalam karbohidrat kompleks? Mengapa begitu?

Jika Anda mengonsumsi karbohidrat kompleks, energi yang berasal dari makanan tersebut akan dilepaskan secara perlahan ke tubuh. Sehingga anda memiliki cadangan energi lebih banyak untuk Anda gunakan pada jam-jam di mana Anda berpuasa. Contoh makanan yang termasuk dalam karbohidrat kompleks adalah nasi merah, barley, gandum, dan oat. Anda bisa mencari makanan yang termasuk dalam jenis rendah glikemik, karena biasanya makanan yang rendah nilai glikemiknya termasuk dalam makanan berjenis karbohidrat kompleks.

Lalu apa yang terjadi jika Anda mengonsumsi banyak karbohidrat sederhana? Anda bisa jadi merasa lebih cepat kenyang tetapi setelah itu Anda cepat merasa lapar kembali. Hal ini dikarenakan kerja dari karbohidrat sederhana merupakan kebalikan dari karbohidrat kompleks. Energi yang dihasilkan dari karbohidrat kompleks langsung dilepaskan ke tubuh sehingga tidak akan bertahan lama untuk membantu Anda tetap merasa kenyang selama Anda berpuasa. Contoh karbohidrat sederhana adalah gula pasir, produk susu dan olahannya, soft drink, permen, kue, dan sejenisnya. Bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi karbohidrat sederhana, namun imbangi dengan konsumsi karbohidrat kompleks untuk membantu Anda tetap fit selama berpuasa.

4. Makanan pedas

Sama halnya makanan asin, makanan pedas bisa menimbulkan rasa haus terus menerus. Selain itu, mereka yang menderita maag disarankan untuk menghindari makanan pedas karena dapat memicu meningkatnya asam lambung sehingga berpotensi menyebabkan nyeri di perut bagian atas. Dan, bagi sebagian orang, makanan pedas memicu sakit perut.

5. Makanan berlemak tinggi

Makanan yang mengandung lemak tinggi bekerja dengan dua cara. Yang pertama, makanan tinggi lemak dapat menghambat dan memperlambat proses pengosongan perut sehingga memperburuk gejala sembelit. Yang kedua, makanan tinggi lemak dapat mempercepat kerja sistem pencernaan sehingga menimbulkan diare. Efek dari makanan tinggi lemak ini bergantung pada tipe lemak apa yang Anda makan dan kecenderungan Anda bereaksi terhadap makanan berlemak tinggi.

Pada saat sahur sebaiknya Anda mengurangi jenis makanan tinggi lemak agar terhindar dari konstipasi ataupun diare selama berpuasa. Sebagai alternatif, Anda dapat mengonsumsi jenis makanan yang sama tetapi dengan cara pengolahan yang berbeda. Misalnya mengganti menu ayam goreng menjadi ayam bakar.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates