Friday , 23 June 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Pengertian God Spot Pada Otak Manusia

Pengertian God Spot Pada Otak Manusia

Pengertian God Spot Pada Otak Manusia

Pengertian God Spot Pada Otak Manusia

Pengertian God Spot Pada Otak Manusia

Pengertian God Spot Pada Otak Manusia – Beberapa kelompok ilmuwan pakar saraf dari Universitas California di San Diego yang diketuai Dr. Vilayanur Ramachandaran pada tahun 1997, telah berhasil menemukan satu saraf kecil yang disebut dengan God Spot di dalam otak manusia. Saraf kecil ini mampu merespon yang berkaitan dengan aspek agama dan ketuhanan.

Penelitian sebelumnya yang serupa juga pernah dilakukan pada awal tahun 1990-an oleh Neurolog Michael Persinger dan Vilayanur Ramachandran, Neurolog Amerika berkebangsaan India, beserta timnya di Universitas California (UCLA). Menurut mereka, God Spot terpasang di  dalam otak manusia tersebut terletak di antara hubungan-hubungan syaraf dalam di cuping-cuping temporal otak.

Kemudian, penelitian tersebut dilanjutkan oleh Profesor Psikologi Kesehatan Brick Johnstone, di University of Missouri Sekolah Profesi Kesehatan. Johnstone menyatakan bahwa God Spot tersebar di berbagai daerah otakdan tidak hanya terpusat pada satu daerah di otak.  Selain itu, mereka juga  menemukan dasar neuro-psikologis untuk spiritual yang tidak terisolasi pada satu daerah tertentu di otak.

Salah satu metode dasar dalam penelitian tersebut adalah dengan melibatkan dua kelompok manusia sebagai tujuan perbandingan penelitian. Kelompok pertama merupakan pasien penderita epilepsi dan yang kedua adalah golongan yang beragama misalnya biarawati, pendeta, sami Budda dan alim ulama (kyai) dari agama Islam. Penelitian dilakukan dengan metode teknis yaitu menganalis dengan menggunakan EEG, fMRI dan PET Scan. Ketika dalam uji coba, reaksi otak kedua kelompok tersebut telah dicatat. Para testimoni ini ditampilkan beberapa kata yang merujuk kepada agama dan ketuhanan selama penelitian. Hasilnya, kedua kelompok tersebut (pasien epilepsi atau tokoh agama) menunjukkan reaksi saraf yang sama yaitu mereka memikirkan tentang kepercayaan dan Tuhan dengan baik. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa, ‘God Spot’ bertindak sebagai antena yang memandu kita untuk berpikir tentang ketuhanan. Hasil penelitian juga mendapatkan bahwa tidaklah sama ada seseorang yang percaya kepada agama maupun tidak, tetapi sebenarnya tergantung pada sejauh mana saraf ini digunakan dan dikembangkan.

Dari awal mungkin kita bisa berpikir bahwa seseorang untuk memiliki keyakinan cenderung berasal dari pengalaman luar dari dirinya, namun dengan adanya God Spot sebagai identitas pencipta dalam diri seseorang, maka kita akan terkagum bahwa manusia memang harus mengakui dirinya sebagai ciptaan Tuhan.

Bagaimana peranan God Spot di dalam diri seseorang? God Spot menciptakan kecerdasan spritual (SQ) sebagai pelengkap kecerdasan intelektual (IQ) dan emosional (EQ). Dari ketiganya tersebut terdapat garis biru yang menghubungkan. Jika IQ mampu merancang kehidupan , maka EQ akan menjadi warna pada kehidupan seseorang , dan SQ menjadi tujuan dari semua yang dicipta oleh IQ dan EQ. Fungsi utama keyakinan dan keagamaan adalah sebagai bentuk perhatian emosional yang mengatasi kesulitan hidup. Hal ini juga dapat berfungsi seperti selimut keamanan yang dimiliki seseorang untuk menenangkan diri saat tertekan.

About eka kurniawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates