Wednesday , 13 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Waspada! Bahayanya Langsung Tidur Setelah Sahur

Waspada! Bahayanya Langsung Tidur Setelah Sahur

Waspada! Bahayanya Langsung Tidur Setelah Sahur

Waspada! Bahayanya Langsung Tidur Setelah Sahur

Waspada! Bahayanya Langsung Tidur Setelah Sahur

Waspada! Bahayanya Langsung Tidur Setelah Sahur – Salah satu sunnahnya orang menjalankan ibadah puasa adalah makan sahur di sepertiga ujung malam. Makan sahur dimaksudkan untuk membantu kekuatan fisik kita untuk menjadi ibadah puasa tanpa makan dan minum sepanjang hari, yaitu kurang lebih 14 jam lamanya. Asupan gizi yang baik ketika sahur sangat diperlukan, supaya kesehatan kita tetap terjaga di bulan suci ini. Jadi, walaupun seharian tidak makan dan minum, kita mampu beraktivitas seperti biasa layaknya di bulan-bulan lain.

Waktu sahur yang berada di penghujung malam merupakan tantangan tersendiri. Rasa kantuk dan lelah kadang menghinggapi. Banyak orang kalau sesudah sahur untuk meneruskan tidurnya sebelum memulai rutinitas selanjutnya. Padahal tidur setelah makan memiliki beberapa efek negatif bagi kesehatan tubuh baik jangka pendek maupun jangka panjang. Bahkan beberapa kasus dapat membawa bahaya yang berujung pada kematian. Apa saja efek negatif itu? Yuk ikuti penjelasan berikut ini.

Mengapa langsung tidur setelah sahur berbahaya?
Ketika kita mengonsumsi makanan, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan. Sari-sari makanan inilah yang akan diserap tubuh. Bila makanan kita kaya akan karbohidrat dan lemak, dibutuhkan waktu minimal 2 jam untuk menggiling makan tersebut sampai berubah bentuk menjadi sari pati makanan.

Proses penggilingan ini memerlukan suplai pembuluh darah yang tidak sedikit, sehingga setelah makan diharapkan kita tidak melakukan aktivitas lain yang membutuhkan suplai pembuluh darah yang banyak pula, misalnya berolahraga.

Apabila kita tidur di bawah 2 jam setelah makan, saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan kita, yang akhirnya akan berakibat pada gangguan saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh. Hasil akhirnya, makanan yang kita makan tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Efek negatif langsung tidur setelah sahur

1. Penimbunan lemak
Apabila mengonsumsi makanan berlemak atau makan makanan yang digoreng. Hal ini bisa memperburuk kesehatan terlebih bagi yang sedang diet dan ingin melangsingkan tubuh.

Ini karena ketika kita tidur secara langsung tubuh cuma memerlukan sedikit energi, sehingga makanan tidak akan dimanfaatkan sebagai kebutuhan melainkan lebih banyak akan ditimbun menjadi lemak. Akhirnya risiko mengalami obesitas/kegemukan pun semakin meningkat.

Jeremy Barnes, professor dari Southeast Missouri State University pun menjelaskan pada saat tidur didapatkan peningkatan level hormon grehlin, di mana dapat membuat orang merasa lebih lapar ketika bangun. Jadi, berpuasa tak akan menurunkan berat badan bila kita tidak mengatur menu dan kebiasaan kita dengan sehat.

2. Peningkatan asam lambung

Proses pencernaan makanan melibatkan makanan. Jadi setiap ada makanan masuk ke tubuh kita, asam lambung pun akan meningkat. Bila makanan tidak tergiling sempurna, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung. Gejalanya nyeri di sekitar ulu hati atau perut kiri bagian atas. Bisa juga menimbulkan sensasi panas di dada. Oleh sebab itu, hati-hati bagi kamu yang memiliki riwayat sakit maag. Ada baiknya hindari kebiasaan tidur setelah sahur.

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung

Refluks asam terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup secara sempurna. Hal ini biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi yaitu perubahan posisi. Posisi terlentang dapat menyebabkan makanan yang belum sempurna dicerna dapat berbalik dari lambung ke kerongkongan. Makanan ini membawa serta asam lambung, sehingga keberadaan asam lambung di kerongkongan dapat menimbulkan iritasi, bahkan luka.

Rasa panas di dada, tenggorokan panas, mual, sendawa dan mulut pahit adalah gejala-gejala yang menunjukkan adanya refluks. Tentunya hal ini membuat rasa tidak nyaman selama kita berpuasa. GERD bisa dicegah dengan menunggu makanan tercerna sempurna dulu, sebelum kita memilih untuk segera tidur.

4. Ganggan saluran pencernaan

Normalnya, pengosongan lambung manusia berlangsung sekitar dua jam setelah makan. Namun posisi berbaring saat kita tidur dapat menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Jika hal ini terus menerus terjadi maka gangguan pencernaan seperti diare ataupun sembelit dapat terjadi tergantung bahan makanan apa yang masuk ke dalam perut kita.

Oleh karena itu, kita disarankan untuk menghindari makanan kaya lemak, kaya gula, dan kafein dalam menu sahur kita. Perbanyaklah makan buah dan sayur agar proses pencernaan kit menjadi lancar.

5. Stroke

Stroke merupakan penyakit berbahaya yang ditakuti banyak orang. Stroke dikelompokkan menjadi 2 yaitu stroke penyumbatan dan stroke perdarahan. Jenis stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan. Sebab yang jelas sekali, kalau ketika sedang tidur, aliran darah ke otak mesti tetap terjaga sesuai keperluan. Apabila lambung juga sedang menjalankan kegiatan yaitu menggiling makanan, maka suplai aliran darah menjadi terbagi.

Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak dapat kekurangan oksigen dan menyebabkan stroke. Oleh sebab itu, sebaiknya jauhi kebiasaan tidur sesudah makan, terutama ketika makan sahur untuk berpuasa.
Bahaya tidur setelah makan sahur ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Oleh sebab itu, jangan jadikan kebiasaan yang mampu merugikan kesehatan Anda. Lebih baik lakukan hal yang bermanfaat setelah makan sahur, seperti mengaji, membaca, dan berdzikir. Ayo berpuasa dengan lebih sehat.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates