Saturday , 19 August 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Morfologi dan Persebaran Serangga Tonggeret

Morfologi dan Persebaran Serangga Tonggeret

Morfologi dan Persebaran Serangga Tonggeret

Morfologi dan Persebaran Serangga Tonggeret

Morfologi dan Persebaran Serangga Tonggeret

Morfologi dan Persebaran Serangga Tonggeret  – Tonggeret adalah sebutan untuk jenis serangga dari anggota subordo Cicadomorpha, ordo Hemiptera. Serangga ini dikenal dengan suaranya yang nyaring dari pepohonan dan berlangsung cukup lama tergantung dengan pola suara yang dihasilkan. Di Indonesia, hewan ini memiliki beranekaragam nama sesuai dengan suara yang dikeluarkan contohnya orang Sunda menyebutnya Tongeret, orang Jawa menyebutnya garengpung atau uir-uir, orang Lombok menyebutnya kentedek/kenterek, orang Makassar menyebutnya Nyennyeng.

a. Morfologi;
Tonggeret memiliki sepasang mata faset, letaknya terpisah jauh di kepalanya dan umumnya mempunyai sayap yang transparan. Bentuknya kadang-kadang seperti lalat dan berukuran besar, kadang pula ada yang berukuran kecil.Tonggeret hidup di daerah beriklim sedang hingga tropis dan sangat mudah dikenali di antara serangga lainnya. Hal ini dikarenakan ukuran tubuhnya yang besar dan memiliki alat penghasil suara yang terletak di bawah sayap, sehingga menghasilkan suara yang nyaring.

b. Siklus hidup;
Tonggeret memiliki fase metamorfosa yang berbeda daripada serangga yang lain. Selama 17 tahun, Tonggeret hidup dalam fase larva, kemudian dalam 3 hari menjadi serangga dewasa dan secepatnya memasuki fase repoduksi. Beberapa minggu setelah perkawinan, Tonggeret betina akan mati.
Sebagian besar daur hidup tonggeret dipengaruhi oleh musim. Di Indonesia, suara garengpun (nama lain tonggeret) yang nyaring akan muncul di akhir musim penghujan, ketika serangga tersebut sudah mencapai tahap dewasa dan keluar dari bawah permukaan tanah untuk melakukan ritual musim kawin. Uir-uir dewasa juga sama melakukan hal yang sama seperti gareng di awal musim penghujan Setelah kawin, betina akan menghasilkan telur dan meletakkannya di tanah kemudian serangga betina akan mati. Tonggeret kadang-kadang dikira belalang atau lalat besar, padahal serangga ini tidak memiliki susunan keluarga (taksonomi) yang dekat. Tonggeret lebih memiliki kekekarabatan yang dekat secara taksonomi dengan wereng dan kutu loncat.
Jenis kelamin dari serangga ini, dapat dilihat dan dibedakan dari beberapa bagian tubuh dan penyusun organ. Pada tonggeret jantan dibagian dadanya terdapat organ timbal sedangkan betina tidak. Tonggeret jantan memiliki struktur yang pipih disebut opercula (operculum) sedangkan betina tidak memilikinya.
Tonggeret memiliki cara makan sendiri yaitu dengan menusuk kulit pohon dengan mulutnya yang bentuknya seperti jarum kemudian zat hara di dalam jaringan xilem pohon akan diserap. Sedangkan Nimfa tonggeret menggunakan cairan dari pembuluh tumbuhan. Mereka menghisap cairan tumbuhan di bagian akar tumbuhan, hal inilah menyebabkan tonggeret dijuluki sebagai ” vampir tumbuhan ” .

c. Persebaran;
Sudah terdapat lebih 3.500 spesies tonggeret yang ditemukan oleh manusia hampir di seluruh benua kecuali benua antartika karena memiliki suhu yang sangat dingin. Kebanyakan mereka tergolong dalam family Cicadidae. Dengan spesies yang sangat banyak, tonggeret mempunyai ukuran dan warna yang berbeda mulai dari kurang dari 1 cm (seperti Tahura sp di brazil) hingga panjangnya bisa mencapai 20 cm yang diukur hingga panjang sayapnya yang merupakan kelas megapomponia imperatorial. Jenis tonggeret yang berukuran besar tersebut tersebar di Asia Tenggara (termasuk Indonesia).

About eka kurniawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates