Wednesday , 13 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Kista Dentigerous

Seputar Kista Dentigerous

Seputar Kista Dentigerous

Seputar Kista Dentigerous

Seputar Kista Dentigerous

Seputar Kista Dentigerous – Kista dentigerous merupakan terhambatnya pembetukan gigi geraham rahang bagian bawah serta taring rahang batas sebagai akibat mahkota gigi masih ada di dasar gusi. Dentigerous atau yang sering disebut dengan istilah kista odontogenik bisa menyerang usia antara 3 hingga 50 tahun dimana efek buruknya sama yakni akan mengalami pembengkakan, mengalami rasa nyeri, menimbulkan bentuk gigi yang tidak baik serta terjadinya perubahan karakter wajah yang menjadi asimetris. Berikut merupakan jensi kista dentigerous, diantaranya:

1. Jenis kista dentigerous sentral
Yakni kista yang tumbuh serta akan berkembang di daerah mahkota gigi dengan asimetris dimana pertumbuhannya akan menyerang ke bagian seluruh mahkota gigi.

2. Jenis kista dentigerous lateral
Yakni dimana keadaan tepi mesial serta distal gigi akan mengalami pelebaran serta akan semakin menjauh dari gigi geligi dengan demikian mahkota terhalangi serta pada akhirnya akan memicu gigi dapat menjadi miring ke arah yang tidak ditumbuhi dengan perkembangan kista.

3. Jenis kista dentigerous Sirkumferensial
Yakni dimana semua lapisan pada enamel gigi di batang gigi akan mengalami kistik dengan demikian kista bisa melebar serta akan semakin membesar di akar mesial serta gigi yang tidak mengalami erupsi.

Berikut merupakan faktor penyebab terjadinya kista dentigerousa atau kista odontogenik, diantaranya:
1. Impaksi gigi
Impaksi gigi merupakan suatu keadaan dimana pertumbuhan calon gigi akan terhambat dengan demikian gigi tidak dapat muncul secara normal yang sesuai dengan usia.

2. Penumpukan cairan
Timbulnya gejala kista dentigerous akan terjadi sebagai akibat terdapat penumpukan cairan yang berlebihan di antara gusi serta gusi yang sedang akan tumbuh.

Gejala Kista Dentigerous
1. Pada awalnya gejala pada kista dentigerous tidak dapat dilihat secara jelas dari luar sebab akan cenderung tidak menyebabkan dampak buruk terhadap penderitanya, seperti rasa nyeri di area gusi ataupun masalah pada rongga mulut.

2. Gigi yang tidak mengalami erupsi dengan jangka panjang bisa mengakibatkan pembengkakan yang medik, akan menjadi infeksi dengan rasa nyeri apabila erupsi tidak terjadi di bagian gigi sulung pada anak – anak.

3. Wajah dapat membentuk dengan asimetris serta gusi akan mengalami penggerseran pada saat kista semakin membesar serta ketika mengalami infeksi sekunder yang akan cenderung dialami pada usia antara 20 sampai 35 tahun.

Komplikasi Kista Dentigerous
1. Kista yang ukuranya semakin membesar serta sudah menimbulkan peradangan dan juga rasa nyeri kemudian tidak segera dilakukan penanganan medis maka bisa mengakibatkan komplikasi yang akan menyebabkan seseeorang mengalami ketidaknyaman untuk mengunyah serta kelainan struktur wajah yang asimetris dengan apermanen.

2. Kista yang tumbuh di bagian rahang atas bisa menghambat aliran listrik di area gusi serta akan menyebabkan perubahan posisi maxillary antrum dan juga area rongga hidung di bagian dalam.

3. Kista yang tumbuh di area rahang bawah dan akan memicu efek parentesi yang mengakibatkan masalah displastik yakni munculnya sel ataupun jaringan yang mengalami ketidaknormalan.

Pemeriksaan Kista Dentigerous
1. Dilakukan pemeriksaan agar dapat mengetahui apakah kondisi kista dentigerous sebagai akibat faktor medik atau bukan medik. Kemudian dokter akan melakukan suatu analisa dengan akurat yang berhubungan dengan:
a. Ada tidaknya suatu restorasi pada gigi
b. Menanyakan lebih lanjut terkait kenapa penderita pernah mengalami gigi tanggal
c. Menanyakan apakah mempunyai riwayat ataupun masalah fluorida
d. Menanyakan terkait apakah pasien pernah memasang implan gigi ataupun gigi palsu atau masalah pemakaian alat ortho.
e. Dokter harus mengetahui apakah pasien sudah pernah menjalani pemeriksaan kanker ataupun penyakit lain yang menggunakan kemoterapi, dengan sinar rontgen ataupun transfusi darah.
f. Pernah tidaknya pasien dalam melakukan perawatan endodontiuk serta pemeriksaan pasca operasi yang berkaitan dengan rongga mulut.

2. Dilakukan suatu pemeriksaan agar dapat mengetahui apakah pasien mempunyai beberapa riwayat penyakit lain yang berkaitan dengan penyakit jantung, paru – paru, ginjal, atau jaringan hati, mengalami gangguan immunologi, mengalami kelainan hormon, mengalami penyakit diabetes, dan lainya.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates