Tuesday , 24 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tips Mengatasi Bibir Sumbing

Tips Mengatasi Bibir Sumbing

Tips Mengatasi Bibir Sumbing

Tips Mengatasi Bibir Sumbing

Tips Mengatasi Bibir Sumbing

Tips Mengatasi Bibir Sumbing – Celah bibir atau sering disebut dengan istilah bibir sumbing merupakan suatu kondisi kelainan yang dialami sejak lahir atau bawaan yang terjadi di bagian bibir atas dan langit – langit lunak serta bagian langit – langit yang keras. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kondisi bibir sumbing bisa diakibatkan karena faktor genetik. Tumbuhnya wajah pada janin di dalam kandungan akan dipengaruhi oleh faktor genetik dan juga lingkungan, dengan demikian besar kemungkinan akan terjadi kelainan terhadap fitur wajah. Adapun gejalanya bibir sumbing berupa:
1.    pemisahan pada bibir
2.    pemisahan langit – langit
3.    pemisahan bibir serta langit – langit
4.    distorsi pada hidung
5.    infeksi telinga yang berulang
6.    berat badan tidak bertambah
7.    regurgitasi nasal ketika menyusui (air susu akan keluar dari lubang hidung).

Celah bibir atau bibir sumbing merupakan suatu kondisi dimana terjadi ketidaksempurnaan terhadap penyambungan bibir di bagian atas, biasanya bibir sumbing ini dialami di bagian bawah hidung ketika proses pembentukannya. Celah langit – langit merupakan suatu saluran yang tidak normal dengan melewati langit – langit mulut yang menuju ke saluran udara pada hidung. Agar dapat mengatasi kondisi bibir sumbing, upaya yang paling baik serta satu – satunya cara yakni dengan operasi pada bibir sumbing. Operasi bibir sumbing bisa dilakukan, dengan ketentuan diantaranya:

1.    Berat badan lebih dari 10 pon atau lebih dari 5 kg
2.    Kandungan hemoglobin pada penderita yakni lebih besar dari 10%
3.    Penderitanya  minimal berusia 10 minggu atau lebih dari tiga bulan.

Setelah pasien mempunyai syarat yang sudah memenuhi, dengan demikian pasien dapat diijinkan untuk melakukan operasi terhadap bibir sumbing. Untuk melakukan persiapan sebelum operasi, sehingga pasien dan juga keluarga mungkin memerlukan pendekatan – pendekatan serta perlakuan yang dilakukan yaitu :
1.    Ahli bedah Plastik
2.    Ahli THT
3.    Dokter Gigi atau Orthodontist
4.    Terapis Berbicara
5.    Psikolog atau Psikiater.

Setelah melakukan persiapan tersebut, dengan demikian operasi juga dapat dilakukan. Setelah selesai melakukan operasi, berikut upaya yang harus dilakukan diantaranya :
1.    Melakukan Terapi Wicara
Terapi wicara bisa dilakukan 1 sampai 3 bulan sesudah melakukan operasi pada bibir sumbing. Dengan usia 18 bulan adalah usia yang cukup untuk melakukan upaya terapi wicara, dimana dengan usia tersebut, maka seorang anak dinilai sudah bisa berkomunikasi dengan seorang terapis secara baik. Tingkat keberhasilan dari upaya terapi wicara akan tergantung dari perkembangan pada anak pada saat melakukan terapi.

2.    Operasi Perbaikan Bibir ( Opsional )
Jika perlu, operasi tambahan pada perbaikan bibir juga bisa dilakukan, pada usia 3 sampai 4 tahun, sebelum seorang anak mulai memasuki ke usia sekolah.

3.    Operasi Bendungan Pada Faring
Apabila pada saat setelah operasi, suara anak masih mengalami serak, dengan demikian bisa dilakukan upaya operasi pembendungan di bagian faring. Hal tersebut dapat dilakukan agar dapat menutup bagian celah – celah faring supaya dapat tertutup dengan sempurna, dengan demikian akan lebih baik untuk menyebutkan ataupun melafalkan suara.

4.    Perbaikan Pada Gigi
Perbaikan terhadap struktur dan juga konstruksi gigi anak sesudah melakukan operasi dilakukan dengan suatu bantuan orthodontic. Perbaikan terhadap struktur dan juga konstruksi gigi ini dapat dilakukan dengan menggunakan suatu bantuan pemasangan kawat pada gigi, atau bisa menggunakan pencangkokan pada celah gusi, jika di bagian gusi dari pasien sedang mengalami masalah.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates