Wednesday , 16 August 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » 4 Bahaya Menggunakan Heatset Atau Earphone Saat Tidur

4 Bahaya Menggunakan Heatset Atau Earphone Saat Tidur

4 Bahaya Menggunakan Heatset Atau Earphone Saat Tidur

4 Bahaya Menggunakan Heatset Atau Earphone Saat Tidur

4 Bahaya Menggunakan Heatset Atau Earphone Saat Tidur

4 Bahaya Menggunakan Heatset Atau Earphone Saat Tidur – Sebagian besar banyak sekali orang yang sudah terbiasa menggunakan earphone/heatset untuk mendengar musik waktu tidur. Tanpa kebiasaan itu, orang akan merasa susah untuk tidur. Kebiasaan mendengar musik dengan memakai earphone/heatset waktu tidur  ternyata memiliki bahaya/dampak negativ bagi kesehatan tubuh antara lain :

1. Menurunkan indra pendengaran

Mendengar musik waktu tidur apalagi memakai  heatset terkadang bisa membuat pengguna secara tidak langsung merusak  sistem pendengaran. Pada waktu pengguna saat tidur, suara yang didengar dalam volume tinggi dan waktu yang panjang bisa menyebabkan kerusakan pada penjalaran indra pendengaran di koklea telinga (seperti rumah keong) ialah dapat merusak sel rambut di koklea.

Penurunan indra pendengaran diawali dengan tidak disadari oleh orang tersebut. Hal ini dapat di deteksi  bila melakukan screening di dokter. Screening biasanya dikerjakan oleh karyawan/pegawai dari perusahan yang  bekerja di tempat bising. Hal itu juga dilakukan oleh anak-anak di sekolah. Terjadinya gangguan tersebut dipengaruhi oleh besarnya volume, frekuensi, dan lamanya paparan bising.

Pada waktu memakai heatset waktu tidur, pengguna cenderung tidak menyadari lamanya memakai heatset. Terlebih lagi bila dalam volume tinggi bisa mengakibatkan penurunan pada indra pendengaran bagi orang yang biasa memakai heatset waktu tidur. Hal ini dibenarkan, banyaknya kasus penurunan indra pendengaran di pertengahan usia 20-an tahun. Bila hal ini terus di biarkan, bukan tidak mungkin orang tersebut akan dengan cepat mengalami tidak mendengar sama sekali.

2. Merusak di bagian otak

Menurut hasil dari penelitian, gelombang elektromagnetik mempunyai dampak untukn kerusakan otak pada hewan. Diduga, penggunaan heatset pada telinga waktu mendengarkan musik, memberikan dampak seperti  hantaran elektromagnetik. Gelombang elektromagnetic  ini lama-kelamaan bisa merusak sel-sel di otak. Selain itu, pemakaian earphone/heatset untuk mendengarkan musik waktu  tidur tidak membuat otak kita dalam keadaan istirahat. Suara yang masuk masih membuat otak menganalisa bahkan mengolahnya, sehingga mengurangi jatah  istrahat otak.

3. Menurunkan kewaspadaan

Indra pendengaran  ialah salah satu aktivasi dalam sistem peinderaan kita. Menggunakan heatset cenderung membuat pendengar merasa nyaman bahkan tertidur. Semakin keras suara/musik yang didengarkan membuat kewaspadaan menurun. Pada waktu kita tertidur, sistem indra pendengaran kadang  berfungsi sebagai  alarm bila ada danger /bahaya yang ada di dekat kita.

Pada waktu kita tertidur sambil mendengarkan musik  di dalam kamar tidur, kita tidak akan mendengar  bila ada suatu kericuhan yang terjadi  diluar dan hal ini cenderung membahayakan diri kita. kitak tidak  tau kapan bencana berupa  keributan/kebakaran yang  terjadi  disekitar  kita, namun kita tidak bisa mendengar/mengetahuinya.

4. Melukai kulit telinga

Heatset pada umumnya dibuat oleh produsennya senyaman mungkin agar si pengguna betah memakainya. Salah satunya ialah pemasangan perangkat karet/silikon diujung heatset agar tidak menyakiti telinga si pengguna. Namun hal tersebut bukan berarti semua heatset terpasang dengan silikon pelindung. Banyak heatset yang dibeli denganharga murah meriah namun nyatanya tidak memiliki pelindung telinga berupa silikon tersebut.

Bila hal ini kita anggap biasa dan tetap menggunakannya, lama-kelamaan kulit telinga akan lecet dan luka. Dalam keadaan lanjut luka ini akan sembuh dengan sendirinya. Namun pada kenyataannya, tidak semua luka tersebut akan langsung mengering dan sembuh. Sehingga banyak kejadian lecet tersebut bisa mengalami infeksi sehingga membuat kulit liang telingan meradang.

Akibatnya lama-kelamaan, kulit liang telinga akan membengkak bahkan membuat liang telinga menyempit dan tertutup. Akhirnya menyebabkan gangguan pada indra pendengaran. Selain itu, radang tersebut dapat mengakibatkan terbentuknya nanah akibat infeksi. Oleh karena itu banyak orang yang sadar setelah telinganya mengalami pengeluaran cairan kekuningan dan berbau. Kejadian infeksi ini biasa disebut dengan ostitis eksterna. Salah satu cirinya adalah nyeri yang teramat sangat dibagian telinga disertai keluarnya cairan, dan bengkak pada kulit telinga.

 

About aini zidni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates