Thursday , 22 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Bahaya Antibiotik pada Anak dan Usia Lanjut

Ketahui Bahaya Antibiotik pada Anak dan Usia Lanjut

Ketahui Bahaya Antibiotik pada Anak dan Usia Lanjut

Ketahui Bahaya Antibiotik pada Anak dan Usia Lanjut

Ketahui Bahaya Antibiotik pada Anak dan Usia Lanjut

Ketahui Bahaya Antibiotik pada Anak dan Usia Lanjut – Antibiotik adalah suatu senyawa yang dapat dihasilkan oleh suatu mikroba, ataupun yang dapat diproduksi seluruh ataupun sebagiannya dengan sintetis kimia. Dalam konsentrasi yang kecil bisa menyebabkan menghambatnya pertumbuhan terhadap mikroba lain. Antibiotik dapat digunakan dalam mengobati infeksi yang diakibatkan oleh bakteri. Bakteri merupakan suatu organisme mikroskopis, yang beberapa di antaranya bisa menimbulkan penyakit. Penyakit misalnya salmonella, sifilis, tuberkulosis, dan beberapa bentuk meningitis diakibatkan oleh bakteri, akan tetapi beberapa bakteri juga baik untuk tubuh.Berikut merupakan mekanisme kerja antibiotic, diantaranya:
1. Dapat menggangggu metabolisme terhadap sel mikroba
2. Dapat menghambat sintesis pada dinding sel mikroba
3. Dapat mengganggu permeabilitas membran sel mikroba
4. Dapat menghambat sintesis protein sel mikroba
5. Dapat menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba

Walaupun penggunaan antibiotik dianjurkan oleh seorang dokter, akan tetapi bahaya efek samping antibiotik ini dapat terjadi diantaranya :
1. Hipersensitivitas atau reaksi alergi
2. Reaksi Idiosinkrasi, dimana reaksi Idiosinkrasi akan terjadi akibat faktor genetik, serta 10% pada pria hitam akan mengalami anemia hemolitik terhadap primakuin.
3. Reaksi Toksis, dimana reaksi ini akan terjadi akibat sifat non selektif antibotik.

Banyak faktor yang akan mengakibatkan efek samping antibiotik ini dapat terjadi, beberapa faktor penyebab kegagalan untuk pemberian antibiotik ini bisa menimbulkan efek samping tersebut, diantaranya :
1. Dosis yang kurang, akan dipengaruhi tempat infeksi, (misalnya dengan penyakit meninges, serta penyakit paru – paru)
2. Lama terapi yang kurang, misalya untuk penyakit TBC diperlukan waktu selama 6 bulan.
3. Adanya faktor mekanik (abses, benda asing dan lainya)
4. Salah dalam menetapkan etiologi
5. Faktor farmakokinetik, yakni kemampuan dalam mencapai tempat infeksi (otak serta prostat)
6. Salah dalam menentukan pilihan antibiotic, dalam menentukan pilihan antibiotik harus dilakukan uji sensitivitas terhadap kuman
7. Faktor Pasien (Imunodefisiensi, dan lainya)

Pengobatan terhadap anak – anak juga memerlukan penggunaan antibiotik, akan tetapi waspadai pula beberapa efek yang akan ditimbulkannya, diantaranya :
1. Merusak tulang, konsumsi antibiotik jenis Siprofloksasin serta Norfloksasin terhadap anak – anak dengan umur dibawah 12 tahun dapat merusak tulang rawan.

2. Diskolorisasi gigi, akan menyebabkan gangguan pertumbuhan pada tulang, timbul akibat penggunaan antibiotic dengan jenis tetrasiklin yang diberikan terhadap anak – anak dengan usia dibawah 4 tahun.

3. Mempengaruhi ketahanan tubuh, konsumsi Antibiotik jenis Kotrimoksazol terhadap anak – anak dengan usia dibawah 2 bulan, tidak dapat memberikan efektivitas serta keamanan pada tubuh.

4. Grey baby Syndrome, konsumsi antibiotik jenis tiamfenikol, kloramfenikol, dapat menyebabkan Grey baby Syndrome.

5. Fatal Toxic Syndrome, konsumsi Antibiotik dengan jenis Linkomisin HCL dapat menyebabkan Fatal Toxic Syndrome.

6. Tidak efektif, konsumsi antibiotik dengan jenis Piperasilin-Tazobaktam, tigesiklin, Azitromisin, serta spiramisin jika diberikan pada bayi serta anak – anak dengan usia dibawah 18 tahun tidak akan memberikan efektivitas terhadap tubuh.

Banyak hal yang harus diperhatikan untuk penggunaan antibiotik pada usia lanjut diantaranya :
1. Fungsi Ginjal, pada penderita dengan usis lanjut atau > 65 tahun sudah dianggap memiliki gangguan terhadap fungsi ginjal ringan, dengan demikian konsumsi antibiotik dalam dosis pemeliharaan harus diturunkan ataupun diperpanjang jarak dalam pemberiannya.

2. Pertimbangan Interaksi, komobiditas terhadap usia lanjut yang sering mengkonsumsi berbagai jenis obat – obatan membutuhkan pertimbangan adanya interaksi obat dengan antibiotik.

3. Pemeriksaan mikrobiologi, terapi dengan menggunakan antibiotik empiris terhadap pasien usia lanjut harus segera dikonfirmasi dengan pemeriksaan mikrobiologi serta penunjang yang lain.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates