Wednesday , 28 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Upaya Pemeriksaan Cholelithiasis

Upaya Pemeriksaan Cholelithiasis

Upaya Pemeriksaan Cholelithiasis

Upaya Pemeriksaan Cholelithiasis

Upaya Pemeriksaan Cholelithiasis

Upaya Pemeriksaan Cholelithiasis – Pada dasarnya batu empedu tidak akan mengakibatkan keluhan terhadap penderitanya selama batu empedu tersebut tidak masuk ke dalam duktus koledokus atau duktus sistikus. Batu empedu bisa berpindah ke dalam duktus koledokus dengan melalui duktus sistikus, dimana perjalanannya bisa menyebabkan sumbatan aliran empedu dengan parsial atau komplit yang akan mengakibatkan tekanan intraduktus yang meningkat lalu akan terjadi kontraksi pada otot – otot polos di duktus, pada usahanya akan mengeluarkan batu dengan demikian bisa menyebabkan gejala kolik empedu. Apabila obstruksinya sudah sempurna bisa terjadi retensi pada empedu yang bisa mengakibatkan ikterus obstruktiva.Pasase batu empedu dengan berulang yang melalui duktus sistikus bisa menyebabkan iritasi serta perlukaan dengan demikian akan menimbulkan peradangan di bagian dinding sistikus serta striktur. Batu empedu bisa masuk juga ke dalam duodenum dengan melalui papilla vateri yang mengakibatkan timbulnya iritasi, kolik, perlukaan mukosa, striktur dan peradangan.

Berikut merupakan gejala dan tanda kondisi cholelithiasis, diantaranya:
1. Pada pasien yang mengalami cholelithiasis (1/2 sampai 2/3) pada umumnya asimtomatik, yang kadang dapat diketahui dengan kebetulan ketika USG, foto roentgen, dan perabaan waktu operasi.
2. Pada pemeriksaan fisik serta pemeriksaan laboratorium tidak dapat ditemukan kelainan.
3. Pada penderita dengan simtomatik bisa dijumpai gejala misalnya : nyeri pada area epigastrium atau pada bagian iga kanan yang intermiten serta bisa menjalar ke bagian belakang atau punggung, yang akan disertai mual serta muntah. Pasien bisa mengalami nyeri pada abdomen akut yang disebut dengan kolik bilier.

Berikut merupakan upaya pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan, diantaranya:
1. Batu kandung empedu :
a. Murphy sign + , jika nyeri tekan bertambah pada saat penderita menarik nafas yang panjang akibat kandung empedu yang mengalami peradangan tersentuh ujung jari tangan oleh pemeriksa maka pasien berhenti bernafas.
b. Nyeri dengan tekan pada punktum maksimum di area letak anatomik kandung empedu.

2. Batu saluran empedu
a. Pada palpasi terhadap hepar akan teraba agak membesar
b. Terdapat sklera ikterik

Berikut pemeriksaan laboratorium, diantaranya:
a. Leukositosis;
b. Kadar bilirubin serum akan meningkat, karena mungkin diakibatkan terdapat batu di dalam duktus koledokus.
c. Alkali fosfatase serum yang meningkat
d. Kadar amylase serum yang meningkat

Berikut merupakan upaya pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan diantaranya:
1. Foto polos abdomen 10 sampai 15% :  batu radioopaque. Agar dapat terlihat, maka batu harus memiliki kandungan kalsium yang cukup.2. Ultrasonografi
Terdapat 2 tipe, diantaranyaa:
a. USG transabdomen
Dapat mengidentifikasikan : 97% batu empedu dalam saluran empedu, mengalami penebalan saluran empedu, pembesaran pada saluran empedu.

b. USG Endoskopik
1) Melihat batu empedu dengan ukuran yang lebih kecil
2) Mengidentifikasi batu empedu dalam duktus biliaris
3. Kolesistografi oral
Sodium tyropanoat serta acid iopanoic digunakan secara oral, pada malam hari sebelum pemeriksaan. Zat tersebut akan diserap kemudian akan terikat albumin di dalam darah portal lalu di ekstraksi oleh hepatosit serta di sekresi empedu.

4. ERCP atau Kolangiopankreatografi Retrograd Endoskopi
Sebagai alat diagnostik serta instrumen agar dapat mengekstraksi batu empedu dalam duktus hepatikus serta duktus biliaris.

Penatalaksanaan Medis, diantaranya:
1. Banyak digunakan yakni ursodioxycholate merupakan komponen asam empedu agar dapat menghambat sintesis kolesterol.

2. Lisis batu
Penghancuran batu dengan menggunakan garam empedu kolelitolitik bisa berhasil pada batu kolesterol dengan durasi selama satu hingga dua tahun.

3. Extracorporeal short wafe litotripsy
Bekerja dengan cara menghancurkan batu dengan ukuran yang menjadi lebih kecil dengan demikian secara spontan bisa melalui duktus empedu maka akan masuk ke dalam duodenum

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates