Thursday , 22 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Faktor Penyebab dan Diagnosa Disfungsi Ereksi pada Wanita

Faktor Penyebab dan Diagnosa Disfungsi Ereksi pada Wanita

Faktor Penyebab dan Diagnosa Disfungsi Ereksi pada Wanita

Faktor Penyebab dan Diagnosa Disfungsi Ereksi pada Wanita

Faktor Penyebab dan Diagnosa Disfungsi Ereksi pada Wanita

Faktor Penyebab dan Diagnosa Disfungsi Ereksi pada Wanita – Disfungsi ereksi atau disebut dengan impotensi merupakan suatu keadaan pada saat alat kelamin pada pria atau penis tidak dapat ereksi atau sulit untuk bertahan pada posisi ereksi. Impotensi adalah masalah atau gangguan seksual yang cukup umum pada kalangan pria akan tetapi juga dapat terjaid pada kalangan wanita. Meskipun sebagian besar kasus disfungsi ereksi ini akan dialami pada pria yang sudah berumur lebih dari 40 tahun. Gagalnya seorang laki – laki untuk memulai atau untuk mempertahankan ereksi bisa diakibatkan oleh banyak faktor, di antaranya, akibat depresi, karena serangan cemas, hubungan bersama pasangan yang kurang harmonis, gangguan terhadap hormon, penyempitan pada pembuluh darah yang menuju penis, dan luka karena cedera pada bagian penis.

Seorang wanita juga akan mengalami disfungsi ereksi meskipun kemungkinanya kecil terjadi. Adapun faktor penyebab disfungsi seksual pada wanita, diantaranya:

1. Gangguan terhadap gairah seksual dengan demikian mengakibatkan gagalnya atau ketidakmampuan dalam mencapai orgasme. Keadaan ini dapat terjadi akibat keadaan psikologis yang sedang terganggu ataupun karena sedang mengalami stress yang ringan ataupun yang berat.

2. Mengalami perubahan terhadap hormon ataupun mengalami kelainan hormon sebagai akibat konsumsi obat hormon dengan bentuk kontrasepsi KB. Perubahan terhadap hormon bisa menurunkan dalam gairah seksual serta pengeringan vagina dengan demikian seorang wanita dapat mengalami rasa sakit pada saat sedang melakukan hubungan intim. Efek samping konsumsi pil KB pada wanita akan sangat erat kaitanya dengan ketidakstabilan terhadap hormon dalam tubuh yang bisa menimbulkan berbagai jenis keluhan kondisi kesehatan lain termasuk mengalami penurunan libido ataupun gairah seks.

3. Mengalami gangguan pada reproduksi akut mengakibatkan seorang wanita akan gagal mengalami orgasme pada saat melakukan berhubungan intim, seorang wanita mengalami ketidakmamouan untuk orgasme dalam keadaan apapun serta dengan pasangan apapun.

4. Mengalami menopause secara dini yang mengakibatkan gairah seksual menjadi menurun serta ketidaktertarikan pada seksual tersebut. Keadaan ini bisa mengakibatkan timbulnya disfungsi seksual terhadap seorang wanita.

5. Akibat kondisi tubuh yang mengalami lelah akibat padatnya kegiatan sehari – hari dengan demikian akan mengakibatkan menurunnya terhadap gairah seks ataupun ketidaktertarikan dengan kegiatan seksual.

6. Konsumsi obat – obatan tertentu dengan jangka waktu yang panjang serta tidak disesuaikan dengan resep dari dokter bisa mengakibatkan penurunan libido serta ketidakmampuan wanita untuk mencapai orgasme pada saat melakukan hubungan seksual bersama pasangannya.

7. Akibat kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi, seperti akibat terlalu lama hidup sendiri bisa mengakibatkan seseorang munculnya gejala disfungsi terhadap seksual pada wanita.

Berikut merupakan upaya diagnose yang dapat dilakukan, diantaranya:
1. Pemeriksaan secara fisik termasuk terhadap organ vital kelamin, pada prostat serta lat reproduksi bagian dalam.

2. Menganalisa serta dengan memeriksa apakah fungsi pada syaraf masih normal di area kelamin dan juga prostat.

3. Memeriksa dengan akurat terkait tekanan darah pada bagian kaki, pada bagian detak pembuluh kaki serta tangan supaya dokter bisa mengetahui apakah keadaan pembuluh darah atau arteri normal atau tidak normal.

4. Menganalisa serta melakukan pemeriksaan intensif untuk contoh atau sample darah untuk kebutuhan pengukuran terhadap kadar hormon testosteron supaya segera terungkap sebagai pemicu terajadinya disfungsi seksual serta dapat diketahui pula apakah pasien mempunyai penyakit gula ataupun infeksi tertentu.

5. Penggunaan Ultrasonography agar dapat memeriksa serta dapat menganalisa kelancaran pada aliran darah ke penis.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates