Saturday , 21 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Dampak Kekurangan Garam di dalam Tubuh

Dampak Kekurangan Garam di dalam Tubuh

Dampak Kekurangan Garam di dalam Tubuh

Dampak Kekurangan Garam di dalam Tubuh

Dampak Kekurangan Garam di dalam Tubuh

Dampak Kekurangan Garam di dalam Tubuh – Garam biasa digunakan dalam setiap masakan untuk menambah rasa dengan efek rasanya yang gurih yang akan menjadikan sebagai variasi. Dalam mengkonsumsi garam ada takaran yang di standarkan dalam per harinya, sehingga jika kelebihan dalam konsumsi garam maka dapat menimbulkan efek yakni salah satunya tekanan darah tinggi atau hipertensi. Akan tetapi apabila sampai mengalami kekurangan terhadap asupan garam, hal ini juga dapat menimbulkan beberapa dampak buruk terhadap kondisi tubuh. Berikut merupakan akibat kekurangan konsumsi garam berdasarkan kandungannya, diantaranya:

1. Yodium
Apabila cukup mengkonsumsi asupan yodium di dalam tubuh sehingga dapat berdampak terhadap pemaksimalan hubungan terhadap impuls syaraf termasuk terhadap kesehatan sitem saraf otak dengan demikian dapat memaksimalkan kecerdasan pada masa kanak – kanak. Namun apabila terjadi sebaliknya dimana tubuh kekurangan asupan gizi khususnya yodium sehingga kemampuan terhubungnya dengan sel syaraf akan menjadi tidak optimal serta akan beresiko berkurangnya terhadap tingkat konsentrasi hingga tingkat kecerdasan juga akan rendah.

2. Fosfor
Kandungan fosfor yang ada di dalam garam apabila jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga yang terjadi yakni kurang sempurnanya terhadap pembentukan susunan pada tulang dan juga gigi sehingga akan berpotensi mengalami keropos bahkan hingga berlubang, sedangkan untuk tulang akan mengalami osteoporosis.

3. Kobalt
Apabila tubuh mengalami kekurangan terhadap asupan kobalt bisa menyebabkan terjadinya berbagai gangguan terhadap sistem pembuluh darah, hal ini tentunya bisa berdampak buruk terhadap keseluruhan jaringan tubuh.

4. Kalsium
Sama halnya dengan kandungan fosfor, apabila tubuh mengalami kekurangan terhadap asupan kalsium yang terdapat dalam garam sehingga seseorang akan beresiko mengalami penurunan optimalisasi terhadap proses pembentukan pada jaringan tulang serta pada gigi dan dapat meningkatkan resiko mengalami kerapuhan.

5. Kalium
Kekurangan kalium dapat berefek buruk terhadap kondisi kesehatan otot, dengan gejala yang akan dialami penderitanya yakni kram pada otot akibat kesulitan untuk berkontraksi dengan normal, selain itu bisa mengancam terhadap sistem otot di jaringan organ jantung, juga dapat menyebabkan gejala palpitasi yakni berupa gejala dimana denyut jantung akan menjadi tidak teratur, menjadi terlalu cepat dan terlalu kuat.

6. Seng
Apabila asupan zat seng di dalam tubuh tidak mencukupi dengan demikian yang terjadi yakni minimnya ketersediaan terhadap enzim dan juga hormon yang dibutuhkan tubuh dalam melakukan suatu proses metabolisme, hal ini tentunya dapat berdampak buruk terhadap sistem pencernakan yang sangat membutuhkan peranan enzim di dalam kerjanya atau sistem reproduksi akan sangat bergantung terhadap berbagai hormon agar dapat melakukan perannya dengan optimal.

7. Belerang
Asupan belerang yang rendah di dalam tubuh bisa berdampak buruk terhadap kondisi otot tubuh, yang dapat menimbulkan berbagai keluhan yakni mengalami kram otot akibat proses kontraksi pada otot yang mengalami kesulitan pada saat bekerja.

8. Klor
Keberadaan zat klor dapat memicu produksi terhadap asam klorida yang dapat memerangi berbagai jenis kuman yang membahayakan utamanya ada di dalam sistem pencernaan, apabila keberadaannya sangat sedikit sehingga bisa dipastikan bahwa pada sistem pencernaan dapat rawan terhadap serangan berbagai infeksi mikroorganisme.

9. Magnesium
Rendahnya kadar magnesium yang ada di dalam tubuh dapat mengakibatkan minimnya kadar oksigen yang dapat menempel di dalam hemoglobin darah merah agar dapat disebarkan ke seluruh bagian jaringan tubuh yang memerlukanya.

10. Mangan
Pada saat asupan zat mangan di dalam tubuh kurang dari kebutuhannya sehingga proses pertumbuhan dalam tubuh dapat terhambat yang dapat berdampak buruk terhadap kesempurnaan kemampuan pada organ reproduksi dapat bekerja dengan optimal.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates