Thursday , 22 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Faktor Penyebab Dilaserasi

Faktor Penyebab Dilaserasi

Faktor Penyebab Dilaserasi

Faktor Penyebab Dilaserasi

Faktor Penyebab Dilaserasi

Faktor Penyebab Dilaserasi – Dilaserasi adalah kelainan atau terjadinya penyimpangan pada bentuk gigi dimana strukturnya akan mengalami perubahan yang berupa lengkungan tajam terhadap mahkota atau akarnya. Dilaserasi bisa menyerang pria dan juga wanita yang menimbulkan masalah pada saat pencabutan gigi sedang dilakukan, keadaan ini diakibatkan deviasi angulasinya dengan kondisi yang terlalu tajam, nyaris kondisinya tegak lurus serta memanjang tidak beraturan.
Pada dasarnya timbulnya kondisi dilaserasi sebagai akibat cedera selama gigi yang sedang mengalami pertumbuhan, akan tetapi cedera yang dimaksud terbagi menjadi :

1. Trauma fisik dan psikologi
Trauma terjadi pada saat sedang masa pertumbuhan yakni di usia 2 hingga 5 tahun. Dimana pada saat trauma terjadi sehingga pada saat itulah mahkota gigi akan mengalami pergeseran dan akarnya akan bergerak dengan memutar sendirinya secara bertahap. Trauma akan terjadi karena luka fisik atau secara psikis yang terjadi sebagai akibat terjatuh, akibat terpeleset pada saat sedang berlari, karena berolahraga atau karena sedang melakukan aktivitas bermain.

2. Adanya Kista
Meskipun sangat jarang terjadi kondisi dilaserasi akibat adanya pertumbuhan kista ataupun penyakit tumor atau akibat tumbuhnya sel yang abnormal diarea akar gigi. Akan tetapi harus diwaspadai apabila kista atau tumor meerupakan salah satu factor penyebab timbulnya dilaserasi..

3. Infeksi pada saluran akar
Infeksi dapat terjadi sebagai akibat luka yang diakibatkan oleh konsumsi makanan yang tajam, makanan dengan tekstur terlalu keras yang dipaksakan agar tetap dikunyah kemudian keadaan tersebut akan rentan menggores lapisan pembungkus akar lalu akan menembus saluran akar dengan demikian akan terjadi luka yang mengakibatkan kelainan jaringan akar gigi.

4. Pembentukan benih ektopik
Pembentukan bakal tumbuh gigi dengan berlebihan serta yang abnormal dengan demikian akan mempermudah kelainan dilaserasi terhadap anak – anak di usia 6 tahun.

5. Kelainan laring oskopi
Laring oskopi merupakan prosedur yang dapat dilakukan untuk menganalisa serta untuk memeriksa keadaan tenggorokan dan organ lainnya, supaya ditemukan factor penyebab dari timbulnya suara parau hingga menyebabkan kasus kehilangan suara. Kelainan terhadap fungsi laring bisa mempengaruhi pertumbuhan serta mempengaruhi kesehatan akar gigi.

6. Transplatasi gigi
Transplatasi gigi yang tidak sesuai dengan prosedur ataupun yang tidak sesuai dengan akar gigi serta struktur tempat pertumbuhan gigi sehingga dapat mengakibatkan akan luka yang menimbulkan kerusakan pada jaringan sehingga timbul masalah terhadap pertumbuhan gigi yang abnormal termasuk menyebabkan dilaserasi.

7. Sindrom Smith magenis
Sindrom smith magenis adalah cacat kromoson yang bisa mempengaruhi perkembangan terhadap bagian tubuh termasuk di rongga mulut atau gigi yakni ketidakmampuan untuk berbicara, gangguan tidur, gangguan psikologis hingga bentuk wajah yang tidak simetris.

8. Axenteld-Rieger Syndrome
Axenteld rieger syndrome adalah gangguan pada mata yang bisa mengakibatkan masalah terhadap jaringan marta dan pada bagian tubuh lain termasuk pada jaringan akar dan pada benih gigi, diantaranya gigi akan tumbuh yang ukurannya kecil serta jumlah yang tidak normal atau oligodontia, yang apabila tidak segera diobati dapat bisa mengakibatkan munculnya dilaserasi.

9. Kondisi gusi
Penyebab gusi mengalami bengkak dan terasa sakit atau mengalami kelainan jaringan lunak di area rongga gigi bisa mengakibatkan munculnya masalah dilaserasi. Adanya kerusakan gusi tersebut diakibatkan:

a. Karena kondisi Laserasi atau luka yang terbuka pada gusi sebagai akibat benda tajam yang merobek pada jaringan epitel atau subepitel,

b. Akibat kondisi Kontusio atau fraktur traumatik yakni luka yang memar terjadi dengan tiba – tiba akibat pukulan atau akibat hantaman berat benda tumpul yang dapat memicu terjadinya pendarahan.

c.  Akibat luka abrasi yakni kondisi luka yang akan terjadi di area superfisial yakni goresan yang ada pada lapisan kulit yang sudah mengalami luka karena benda tajam maupun tumpul.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates