Thursday , 22 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Gejala dan Faktor Penyebab Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Gejala dan Faktor Penyebab Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Gejala dan Faktor Penyebab Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Gejala dan Faktor Penyebab Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Gejala dan Faktor Penyebab Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Gejala dan Faktor Penyebab Attention Deficit Hyperactivity Disorder – Attention deficit hyperactivity disorder atau yang disingkat sebagai ADHD merupakan gangguan jangka panjang yang akan menyerang anak dengan tanda dan gejala – gejala yang bisa berlangsung sampai dewasa. Akan tetapi kondisi ADHD pada umumnya dialami oleh orang-orang dengan gangguan belajar.

Sejumlah gejala terhadap perilaku yang akan dialami pada penderita ADHD yakni meliputi sulit untuk konsentrasi dan timbulnya perilaku yang hiperaktif dan juga impulsif. Gejala – gejala ADHD pada umumnya akan terlihat pada saat usia dini serta biasanya akan semakin jelas pada saat terjadi perubahan terhadap situasi di sekitar seorang anak, seperti mulai belajar di sekolah.

ADHD akan cenderung sering terjadi serta akan mudah terdeteksi terhadao laki – laki dibanding pada perempuan. Faktor penyebab ADHD belum dapat diketahui dengan pasti. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang akan berpotensi meningkatkan risiko seseorang mengalami ADHD. Faktor – faktor resiko tersebut diantaranya faktor keturunan, karena pengaruh kelainan terhadap sistem saraf pusat, dan juga karena pengaruh kelahiran prematur.

Indikasi ADHD pada umumnya akan terlihat saat usia dini, yakni sebelum enamĀ  tahun serta akan cenderung semakin jelas pada saat adanya perubahan terhadap situasi di sekitar seorang anak. Sebagian besar dengan kondisi ADHD akan terdeteksi dengan usia 6 sampai 12 tahun dengan gejala sebagai berikut:

1. Sulit untuk berkonsentrasi dan perhatiannya akan mudah teralihkan.
2. Sulit untuk mematuhi instruksi.
3. Cenderung akan terlihat tidak mendengarkan.
4. Ceroboh pada saat mengerjakan tugas.
5. Tidak dapat diam atau selalu gelisah.
6. Tidak bisa sabar.
7. Sering lupa serta kehilangan barang, seprti alat tulis.
8. Kesulitan untuk mengatur.
9. Seringkali tidak dapat menyelesaikan tugas serta beralih – alih tugas.
10. Secara fisik selalu bergerak ataupun sangat aktif.
11. Terus – menerus berbicara.
12. Bertindak dahulu tanpa berpikir panjang.
13. Kurang dalam memahami bahaya ataupun konsekuensi buruk.
14. Seringkali memotong pembicaraan orang lain.

Gejala – gejala atau tanda ADHD yang pada umumnya dialami oleh anak – anak dan juga remaja juga akan dialami pada dewasa, akan tetapi dengan intensitas yang akan berbeda. Perilaku hiperaktif bisa berkurang, sementara gejala sulit untuk konsentrasi akan cenderung bertambah parah seiring dengan meningkatnya tekanan hidup.

Penderita ADHD terhadap orang dewasa pada umumnya dapat mengalami masalah dengan pendidikan ataupun pekerjaan. ADHD tidak dapat memicu gangguan terhadap psikologis atau gangguan terhadap perkembangan yang lain. Tetapi keadaan ini biasanya bisa dialami secara bersamaan dengan timbul beberapa gangguan lain misalnya depresi, mengalami gangguan bipolar, dan mengalami gangguan obsesif kompulsif atau disingkat sebagai OCD.

Penyebab kondisi ADHD belum dapat diketahui secara pasti. Akan tetapi beberapa penelitian menjelaskan bahwa risiko seseorang dalam mengalami kondisi ini bisa diakibatkan oleh kombinasi dari beberapa factor penyebab, diantaranya:

1. Faktor keturunan, Dengan memiliki ayah, ibu, atau saudara dalam kondisi yang sama atau mengalami gangguan mental lain.
2. Kelahiran dengan prematur, yakni sebelum usia kehamilan selama 37 minggu.
3. Kelainan terhadap struktur ataupun pada fungsi otak, misalnya ketidakseimbangan terhadap kadar neurotransmiter di dalam otak ataupun kinerjanya yang akan terganggu.
4. Kerusakan pada otak yang terjadi di dalam kandungan ataupun usia dini.
5. Ibu yang mengkonsumsi obat – obatan terlarang, minum – minuman keras, dan memiliki kebiasaan merokok pada masa kehamilan.
6. Pajanan racun yang berasal dari lingkungan sekitar di masa anak – anak, seperti timah yang ada di dalam cat.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates