Thursday , 22 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Gejala, Jenis dan Faktor Penyebab Abses Payudara

Gejala, Jenis dan Faktor Penyebab Abses Payudara

Gejala, Jenis dan Faktor Penyebab Abses Payudara

Gejala, Jenis dan Faktor Penyebab Abses Payudara

Gejala, Jenis dan Faktor Penyebab Abses Payudara

Gejala, Jenis dan Faktor Penyebab Abses Payudara – Abses payudara merupakan adanya benjolan yang terbentuk pada payudara akibat berkumpulnya nanah serta disertai rasa nyeri. Kebanyakan abses timbul persis di bagian bawah lapisan kulit. Abses payudara pada umumnya akan dialami pada wanita yang berusia 18 sampai 50 tahun, khususnya pada wanita yang sedang pada masa menyusui. Seringkali kondisi abses payudara juga bisa terjadi sebagai komplikasi dari kondisi mastitis.
Ibu yang sedang menyusui yang mengalami abses payudara dianjurkan agar terus menyusui bayinya. Dokter mungkin dapat menganjurkan penggunaan pompa ASI gar dapat mengeluarkan ASI yang berasal dari payudara yang mengalami abses payudara.Ciri – ciri atau adanya benjolan dalam kondisi abses payudara dapat dikenali dengan pola tepiannya yang teratur serta mempunyai tekstur yang halus, dan akan terasa padat seperti kista. Selain disertai rasa nyeri, gejala dari abses payudara juga akan disertai sebagai berikut:
1. Demam tinggi.
2. Kemerahan.
3. Badan akan terasa tidak sehat.
4. Benjolan yang terasa panas.
5. Kulit di sekitar abses akan ikut membengkak.

Biasanya abses payudara dapat dikaitkan dengan mastitis, yakni suatu peradangan yang terjadi di bagian payudara yang pada umumnya akan dijumpai pada wanita yang sedang menyusui dimana dapat mengakibatkan payudara menjadi bengkak dan akan terasa nyeri. Bakteri yang biasanya bisa mengakibatkan mastitis yakni Staphylococcus aureus, dimana bakteri tersebut akan masuk ke dalam payudara yang melalui luka kecil atau melalui celah pada puting. Infeksi lalu dapat terjadi pada saat bakteri berkembangbiak dengan tidak terkontrol.

Sistem kekebalan tubuh dapat mengirimkan sel – sel darah putih di bagian tubuh yang mengalami infeksi agar dapat menyerang bakteri. Serangan sel darah putih tersebut akan menyebabkan jaringan tubuh di bagian yang mengalami terinfeksi bakteri akan ikut mati, dengan demikian akan timbul kantung yang berongga kecil. Nanah yang timbul merupakan campuran yang berasal dari jaringan tubuh yang sudah mati, dari sel – sel darah putih, serta bakteri. Apabila kondisi infeksi terus berlangsung, dengan demikian benjolan abses bisa semakin membesar serta akan terasa semakin nyeri.

Terdapat dua jenis abses payudara sebagai berikut:
1. Abses menyusui atau laktasi
Dapat terbentuk di bagian pinggir payudara, serta biasanya di bagian atas.

2. Abses non-menyusui atau non-laktasi
Biasanya dapat timbul di sekitar areola atau di bagian payudara yang berwarna gelap atau di bagian bawah payudara.
Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko wanita akan mengalami abses payudara yakni akibat kebiasaan merokok, pernah mengalami mastitis, mengalami penyakit diabetes, terinfeksi oleh virus HIV, akibat melakukan penindikan terhadap puting susu, ataupun sedang menjalani suatu pengobatan untuk menekan daya tahan tubuh.

Diagnosis Abses Payudara
Agar dapat mendiagnosis pasien yang mengalami abses payudara, maka langkah pertama yang dapat dilakukan oleh seorang dokter yakni dengan melakukan pemeriksaan fisik terhadap benjolan. Apabila hasil dari pemeriksaan fisik belum bisa memastikan diagnosa, dengan demikian bisa bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dengan USG.

Pengobatan Abses Payudara
Sebagian besar dengan kondisi kasus abses payudara dapat dipicu oleh kondisi mastitis, yakni peradangan yang terjadi pada payudara. Agar dapat mengobati kondisi mastitis, pada umumnya dokter dapat meresepkan obat golongan antibiotik. Jika peradangan tersebut sudah mengalami abses, selain dengan pengobatan antibiotik, cairan nanah dapat dikeluarkan dengan upaya menusukkan jarum suntik terhadap benjolan yang dipandu oleh USG, ataupun dengan membuat suatu sayatan agar dapat mengeluarkan nanah yang berasal dari dalam abses (insisi serta drainase).

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates