Thursday , 22 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Resiko dan Jenis Makanan yang Memicu Dislipidemia

Resiko dan Jenis Makanan yang Memicu Dislipidemia

Resiko dan Jenis Makanan yang Memicu Dislipidemia

Resiko dan Jenis Makanan yang Memicu Dislipidemia

Resiko dan Jenis Makanan yang Memicu Dislipidemia

Resiko dan Jenis Makanan yang Memicu Dislipidemia – Dislipidemia merupakan suatu kelainan terhadap metabolism lemak atau lipid yang dapat di tandai dengan adanya peningkatan ataupun menurunya fraksi lipid di dalam plasma. Adanya kelainan fraksi lipid ini yakni kenaikan terhadap naiknya kadar kolesterol LDL, jumlah kolesterol total, kenaikan terhadap kadar trigliserida dan juga menurunnya kadar HDL. Dalam proses aterosklerosis semuanya memiliki peran yang sangat penting serta sangat berhubungan antara satu dengan yang lain.Kondisi dislipidemia yang tidak segera ditangani ataupun dengan dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang sehingga bisa menimbullkan beberapa konsekwensi yang merugikan kesehatan, Diantaranya:

1. Penimbunan lemak
Penimbunan lemak yang terjadi di dalam pembuluh darah bisa mengakibatkan diameter pembuluh darah akan semakin menciut serta ukuranya akan mengecil sedangkan dinding pembuluh darah akan mengalami ketegangan dan juga terasa kaku.

2. Peningkatan proses aterosklerosis
Menyebabkan peningkatan proses aterosklerosis yang bisa memicu terjadinya keluhan – keluhan kesehatan yang lainnya, seperti gangguan otak sebagai akibat stroke, mengalami kelainan terhadap fungsi pembuluh darah perifer serta menimbulkan gangguan jantung.

3. Gangguan penyerapan kalsium
Mengalami gangguan terhadap pembentukan suatu hormon,  gangguan pembentukan vitamin D serta akan memperlambat dalam pembentukan steroid di dalam tubuh dengan demikian akan mengganggu penyerapan terhadap kalsium.

4. Penumpukan plak
Terjadi plak yang dapat menumpuk serta akan melekat di lapisan dinding sel yang akan meningkatkan timbulnya penyumbatan serta terjadinya penyempitan pada saluran pembuluh darah (arteriosclerosis), yang mana keadaan ini bisa menyebabkan peradangan. Pada saat kondisi peradangan menjadi semakin parah dengan demikian dapat mengeluarkan suatu trombose yang dapat masuk ke dalam arteri darah untuk kemudian akan mengakibatkan penyempitan pada aliran darah yang menuju ke arteri jantung dan juga jaringan pada otak.

5. Menderita stroke
Dislipidemia bisa mengakibatkan kerusakan saraf serta pembuluh darah dalam jaringan tubuh, dengan demikian selain dapat menyebabkan menumpuknya kolesterol jahat, akan tetapi juga akan mempermudah terjadinya penyakit stroke ringan serta stroke berat.

Mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan kolesterol tidak dilarang akan tetapi harus tetap disesuaikan dengan keadaan tubuh, dikonsumsi tidak berlebihan serta harus diimbangi dengan aktifitas olahraga yang teratur dan juga dilengkapi dengan asupan nutrisi dari makanan lain. Berikut merupakan jenis makanan yang dapat memicu terjadinya dislipidemia, diantaranya:

1. Kelompok jeroan, diantaranya kulit, usus, ampela, gajih, babat, otak, lidah, dan lain – lain.
2. Jenis daging – dagingan, diantaranya Daging sapi, kambing, babi, kulit daging unggas, Daging olahan dengan bentuk kaleng
3. Jenis produk laut, diantaranya lobster, kepiting, kerang dan lain – lain
4. Jenis Karbohidrat komplek, diantaranya bakmi, kentang bihun, nasi, spaggeti dan yang lainnya.
5. Jenis Karbohidrat sederhana, diantaranya madu dan juga gula.

Berikut merupakan upaya pemeriksaan batas normal atau tidaknya kadar kolesterol di dalam darah, diantaranya:
1. Batas tingkatan normal kelesterol dalam darah
Batas kadar kolesterol yang normal di dalam darah harus diketahui yakni kadar kolesterol total kurang serta akan relatif sama dengan 150 miligram per DL. Kolesterol HDL yang sebanyak 45 sampai 60 miligram per DL, Kolesterol LDL kurang serta tetap stabil sama dengan 130 mg per DL sedangkan untuk kadar trigliserida tidak lebih ataupun tetap stabil sama dengan tingkatan 150 mg per DL.

2. Batas tingkatan kolesterol yang sudah masuk dalam golongan disiplidemia
Kadar kolesterol total serta kadar trigliserida tidak lebih dari 200 mg per DL serta LDL kolesterol tidak melebihi kadar dari 150 mg per DL ataupun bahkan kurang dari 150 mg per DL

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates