Friday , 23 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Alergi Konsumsi Telur

Seputar Alergi Konsumsi Telur

Seputar Alergi Konsumsi Telur

Seputar Alergi Konsumsi Telur

Seputar Alergi Konsumsi Telur

Seputar Alergi Konsumsi Telur – Alergi telur merupakan suatu jenis reaksi dimana imunitas atau sistem kekebalan tubuh tidak dapat merespon dengan baik terhadap makanan tertentu, dalam hal ini yaitu telur. Reaksi alergi akan dihasilkan dengan beragam, mulai dari alergi yang ringan sampai yang dapat mematikan atau anafilaksis. Alergi telur bisa terjadi sejak anak masih bayi serta pada umumnya akan menghilang sebelum ia mencapai usia remaja.

Alergi telur merupakan jenis alergi yang banyak dialami pada kalangan anak – anak. Gejala bisa terjadi sesaat sampai beberapa jam sesudah anak mengkonsumsi telur atau mengkonsumsi makanan dengan kandungan telur. Alergi dengan putih telur merupakan jenis alergi yang paling dialami apabila dibandingkan dengan kuning telur.

Alergi telur akan terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang menganggap protein telur sebagai suatu benda yang berbahaya untuk tubuh dengan demikian antibodi tubuh akan merespons dengan melepaskan suatu histamin, serta senyawa kimia yang lain. Respons tubuh tersebut akan mengakibatkan terjadinya gejala alergi, misalnya ruam dan juga gatal – gatal.

Alergi bisa berasal dari kandungan protein yang terdapat dalam kuning ataupun putih telur saja akan tetapi terdapat juga yang berasal dari putih telur dan kuning telur. Bayi yang masih dalam masa menyusui pada umumnya mempunyai alergi telur yang berasal dari air susu ibu yang mengkonsumsi telur. Hal ini disebabkan sistem pencernaan tubuh bayi yang belum terbentuk secara sempurna di usia anak – anak serta bayi sering mernimbulkan reaksi alergi.

Selain karena usia, risiko reaksi alergi juga menjadi lebih besar dialami pada anak yang mempunyai salah satu ataupun ke dua orang tua dengan riwayat alergi. Seperti gatal ataupun eksim, hay fever (rhinitis), dan mempunyai orang tua dengan alergi terhadap konsumsi telur, atau mengalami asma. Faktor risiko yang lainnya yakni pada penderita dermatitis atopik, yakni eksim yang sering terjadi di bagian lipatan kulit.

Beberapa tanda dan gejala alergi telur yang bisa dialami yakni gatal – gatal, mengalami peradangan atau ruam di kulit, hidung akan tersumbat atau pilek serta bersin, menyebabkan perut kram, mual disertai muntah, atau mengalami gejala gangguan pada pencernaan yang lainnya. Alergi pada putih telur bisa menyebabkan gejala yang berupa sakit pada perut dan juga diare. Selain itu reaksi alergi yang sama dengan penyakit asma, yakni mengi atau kesulitan untuk bernapas dengan demikian akan menimbulkan suara yang menyerupai siulan, mengalami batuk, sakit di dada, atau sesak napas bisa terjadi akibat kondisi ini.

Reaksi alergi akan menjadi lebih serius yakni anafilaksis yang bisa berujung pada kematian apabila tidak segera dilakukan penanganan. Berikut merupakan gejala – gejala anafilaksis diantaranya:

1.       Sakit atau kram di daerah perut
2.       Denyut nadi yang semakin cepat
3.       Mengalami penyempitan pada saluran udara, yakni ada benjolan pada tenggorokan, atau tenggorokan yang mengalami bengkak dengan demikian akan sulit untuk bernafas
4.       Mengalami shock dengan demikian tekanan darah akan menurun serta mengakibatkan pusing atau hilang kesadaran.

Alangkah baiknya segera konsutasi dengan dokter pada saat reaksi alergi terjadi agar dapat memudahkan proses diagnosis serta dapat mencegah komplikasi.
Agar dapat memepermudah keluarnya diagnosis dari kondisi yang ada, terdapat beberapa persiapan yang dapat dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter, sebagai berikut:

1. Mencatat gejala yang dialami, baik yang berkaitan dengan keadaan secara langsung ataupun kondisi yang tidak secara langsung.

2. Alangkah baiknya tidak meminum obat dengan kandungan antihistamin sebelum melakukan pemeriksaan sebab ada kemungkinan bahwa dokter dapat melakukan tes alergi.

3. Melalui gejala – gejala yang dialami, maka dokter dapat memastikan apakah benar mengalami alergi serta bukan ketidaktoleranan terhadap makanan yang tidak berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates