Wednesday , 16 August 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Upaya Tes Penunjang dan Komplikasi Alergi Telur

Upaya Tes Penunjang dan Komplikasi Alergi Telur

Upaya Tes Penunjang dan Komplikasi Alergi Telur

Upaya Tes Penunjang dan Komplikasi Alergi Telur

Upaya Tes Penunjang dan Komplikasi Alergi Telur

Upaya Tes Penunjang dan Komplikasi Alergi Telur – Alergi telur dapat terjadi akibat imunitas atau sistem kekebalan tubuh menganggap bahwa adanya protein dari telur sebagai suatu benda yang berbahaya untuk tubuh dengan demikian antibodi tubuh akan merespons yang akan melepaskan histamin, serta suatu senyawa kimia yang lain. Respons tubuh tersebut akan mengakibatkan timbulnya gejala alergi, misalnya ruam dan juga gatal-gatal. Setelah melakukan pemeriksaan gejala, maka dokter dapat memeriksa rekam medis pasien serta dapat melakukan tes penunjang. Beberapa tes yang akan dilakukan, diantaranya:

1. Tes darah agar dapat mengukur respons imunitas atau sistem kekebalan tubuh terhadap telur yang melalui jumlah antibodi yang ada di dalam aliran darah.

2. Meletakkan sejumlah kecil protein yang ada di dalam telur kepada kulit pasien. Sebuah benjolan yang terasa gatal dapat timbul di permukaan kulit yang akan dijadikan area tes apabila pasien terbukti mempunyai alergi telur.

3. Memberikan dengan sejumlah kecil telur terhadap pasien agar dapat dimakan serta dapat melihat apakah reaksi alergi terjadi. Jumlah telur bisa ditambahkan dengan bertahap agar dapat mengamati reaksi alergi yang terjadi.

4. Pasien dianjurkan agar mempunyai buku harian diet makanan yang lengkap, kemudian dengan bertahap dapat menghilangkan telur ataupun makanan lainnya yang ada dalam daftar sambil mengamati tanda dan gejala yang terjadi. Anak yang mengalami alergi tidak dianjurkan untuk menjalani diet yang ketat tanpa dilakukan pengawasan ahli diet.

5. Tes alergi merupakan tes yang hanya dapat dilakukan oleh dokter ataupun seorang ahli alergi.
Untuk dapat mengurangi gejala alergi telur tingkat ringan dapat dieberikan obat antihistamin. Obat ini bisa diberikan sesudah pasien mengkonsumsi telur, akan tetapi bukan untuk mencegah timbulnya reaksi alergi ataupun digunakan terhadap suatu reaksi alergi yang parah.

Suntikan dengan epinephrine dapat diberikan agar dapat menangani reaksi alergi dengan lebih serius atau yang sudah parah, yakni anafilaksis. Selain dengan pemberian epineprine, pasien juga harus segera dibawa ke rumah sakit agar dapat memastikan gejala alergi sudah benar – benar hilang.

Beberapa penderita dengan alergi telur pada umumnya masih bisa menolerir beberapa makanan dengan kandungan telur matang, seperti kue dengan kandungan telur. Kan tetapi terdapat juga penderita yang mempunyai alergi yang serius dengan telur maka satu – satunya cara agar dapat mengobati alergi yakni dengan menghindari konsumsi telur atau produk dengan kandungan telur.

Alergi telur terhadap yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi yang berupa berkembangnya suatu reaksi alergi dari yang ringan hingga lebih serius, sampai akan mengalami anafilaksis, ataupun dapat mengalami bertambahnya alergi. Beberapa jenis suatu reaksi alergi atau keadaan yang mungkin dialami diantaranya:
1. Kulit akan menjadi rentan dengan reaksi alergi, misalnya pada keadaan dermatitis atopik.
2. Alergi terhadap makanan lain, misalnya kacang, susu dan kedelai.
3. Alergi terhadap bulu dari hewan peliharaan, alergi serbuk sari rumput, dan alergi debu.
4. Penyakit asma, yang pada akhirnya dapat memicu berkembangnya suatu reaksi alergi yang parah dengan telur atau jenis makanan lain.

Kandungan telur dalam beberapa makanan serta istilah yang umum dapat dijumpai, diantaranya:
1. Puding serta caramel
2. Makanan yang diolah dengan dipanggang
3. Lapisan atas pada kue, seperti pada kue ulang tahun
4. Daging olahan, bakso dan daging cincang
5. Makanan yang dilapisi dengan tepung roti
6. Berbagai jenis pasta, misalnya spageti, fusili, dan macaroni
7. Saus untuk salad (campuran dari berbagai jenis sayuran ataupun buah yang mentah atau yang matang)
8. Krim kocok atau busa yang terdapat di atas minuman beralkohol atau minuman kopi
9. Mayones
10. Kue pretzel
11. Marsmalow

Putih telur mempunyai empat protein yakni ovotransferrin, ovomucoid, ovalbumin, dan lysozyme. Kuning telur juga mempunyai beberapa antigen yang dapat memicu adanya reaksi serangan dari kekebalan tubuh, yakni phosvitin, livetin, dan apovitilin. Istilah – istilah lainnya yang umum dijumpai, yakni lecithin, albumin, globulin, serta vitelin.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates